alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Terungkap, Para Pelaku Ngaku Emosi Usai Korban Keluarkan Rantai Kalung

DENPASAR- Pihak kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar akhirnya secara resmi merilis kasus penebasan yang mengakibatkan terbunuhnya Gede Budiarsana, 34 di simpang Jalan Subur- Kalimutu, Monang maning, Denpasar Barat.

 Total ada 7 (tujuh) orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Wayan Sidia alias Wayan Sinar (tersangka utama), Fendy Kaimana, Benny Bakarbessy (pemilik PT Beta Mandiri Multi Solution(BMMS)), Jos Bus Likumahwa, Gusti Bagus Christian Alevanto, Gusti Bagus Christian Alevanto, dan tersangka Dominggus Bakarbessy.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, insiden berdarah yang terjadi, pada Jumat (23/7) lalu itu dipicu murni karena tunggakan cicilan kredit motor Yamaha Lexi DK 2733 ABO.

“Sepeda motor itu merupakan milik teman korban. Ini sesuai keterangan dari korban selamat (Ketut Widiada alias Jro Dolah),”terang Kombes Pol Jansen, Senin (26/7).

Baca Juga:  Kuasai Belasan Paket SS, Pria Residivis Kembali Diganjar 10 Tahun Bui

Nah karena menunggak selama setahun, empat orang debt collector (DC) dari PT BMMS mendatangi kos korban Ketut Widiada.

 

Niat keempat debt collector itu, imbuh Kombes Jansen yakni untuk menarik unit sepeda motor.

Namun karena diduga tak menemui kesepakatan saat hendak menarik motor, akhirnya keempat DC dari PT.BMMS itu meminta korban Widiada alias Jro Dolah datang ke kantor di Jalan Gunung Patuha, Monang-Maning, Denbar

Selanjutnya, karena diminta datang ke kantor PT BMMC, akhirnya korban Widiada bersama Korban Gede Budiarsana (korban tewas) datang ke Monang-Maning.

Singkat cerita, imbuh kapolresta, saat kedua korban datang ke kantor, terjadi kesalahpahaman. “Jadi saat pembicaraan di kantor (PT BMMC) ada kesalahpahaman, karena di sana korban Budiarsana mengeluarkan rantai kalung,”jelas Kombes Jansen.

Baca Juga:  OMG! Diseruduk Mobil di Simpang 4, Pengendara Motor Tewas Mengenaskan

 

Selanjutnya, melihat korban mengeluarkan rantai kalung, hal ini membuat para pelaku terpancing emosi.

“Jadi karena para pelaku terpicu emosinya, sehingga terjadi pengeroyokan tehadap kedua korban,”tegas Kombes Jansen.

Masih menurut Kombes Jansen, awal keributan itulah yang akhirnya menjadi pemicu sebelum akhirnya berujung penebasan di Simpang Jalan Subur-Kalimutu, Monang-Maning.

 


DENPASAR- Pihak kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar akhirnya secara resmi merilis kasus penebasan yang mengakibatkan terbunuhnya Gede Budiarsana, 34 di simpang Jalan Subur- Kalimutu, Monang maning, Denpasar Barat.

 Total ada 7 (tujuh) orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Wayan Sidia alias Wayan Sinar (tersangka utama), Fendy Kaimana, Benny Bakarbessy (pemilik PT Beta Mandiri Multi Solution(BMMS)), Jos Bus Likumahwa, Gusti Bagus Christian Alevanto, Gusti Bagus Christian Alevanto, dan tersangka Dominggus Bakarbessy.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, insiden berdarah yang terjadi, pada Jumat (23/7) lalu itu dipicu murni karena tunggakan cicilan kredit motor Yamaha Lexi DK 2733 ABO.

“Sepeda motor itu merupakan milik teman korban. Ini sesuai keterangan dari korban selamat (Ketut Widiada alias Jro Dolah),”terang Kombes Pol Jansen, Senin (26/7).

Baca Juga:  Buru Pelaku, Ini Sejumlah Fakta Dari Tewasnya Wanita Muda Asal Subang

Nah karena menunggak selama setahun, empat orang debt collector (DC) dari PT BMMS mendatangi kos korban Ketut Widiada.

 

Niat keempat debt collector itu, imbuh Kombes Jansen yakni untuk menarik unit sepeda motor.

Namun karena diduga tak menemui kesepakatan saat hendak menarik motor, akhirnya keempat DC dari PT.BMMS itu meminta korban Widiada alias Jro Dolah datang ke kantor di Jalan Gunung Patuha, Monang-Maning, Denbar

Selanjutnya, karena diminta datang ke kantor PT BMMC, akhirnya korban Widiada bersama Korban Gede Budiarsana (korban tewas) datang ke Monang-Maning.

Singkat cerita, imbuh kapolresta, saat kedua korban datang ke kantor, terjadi kesalahpahaman. “Jadi saat pembicaraan di kantor (PT BMMC) ada kesalahpahaman, karena di sana korban Budiarsana mengeluarkan rantai kalung,”jelas Kombes Jansen.

Baca Juga:  30 Pelaku Narkoba Diciduk Polisi, Dalih TSK Bikin Geleng-geleng Kepala

 

Selanjutnya, melihat korban mengeluarkan rantai kalung, hal ini membuat para pelaku terpancing emosi.

“Jadi karena para pelaku terpicu emosinya, sehingga terjadi pengeroyokan tehadap kedua korban,”tegas Kombes Jansen.

Masih menurut Kombes Jansen, awal keributan itulah yang akhirnya menjadi pemicu sebelum akhirnya berujung penebasan di Simpang Jalan Subur-Kalimutu, Monang-Maning.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/