alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Tetapkan Enam Tersangka Pembunuh De Budi, Akan Dirilis Senin Ini

DENPASAR – Pengeroyokan hingga terbunuhnya Gede Budiarsana, 34, di simpang Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Denpasar Barat terus dikembangkan pihak kepolisian. Saat ini telah ditetapkan tersangka terhadap enam orang.

 

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menyatakan, rencananya kasus pembunuhan yang menewaskan Gede Budiarsana  asal Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, ini akan disampaikan melalui press release dalam waktu dekat.

 

“Sudah dikembangkan, pelaku nambah (ada 6 orang). Rencananya Senin (26/7/2021) kita press release,” jelas Jansen.

 

Enam tersangka yang ditetapkan dalam perkara ini adalah para pegawai di PT Beta Mandiri Multi Solution (BMMS) di Jalan Gunung Patuha, Monang Maning, Denpasar Barat.

- Advertisement -

 

Sejauh ini, Wayan Sinar menjadi tersangka utama dalam pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa De Budi. Sinar merupakan pelaku pembacokan.

Baca Juga:  Pengeroyokan Geng Motor Berakhir setelah Warga Datang Bawa Kayu

 

Selain itu pengembangakan pelaku, polisi juga telah menyita barang bukti berupa senjata tajam (sajam) dan sepeda motor berbagai merek.

 

 “Satu orang bernama Wayan Sinar itu tersangka utama karena menyebabkan nyawa korban melayang. Sementara 5 orang lagi itu terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap kedua korban,” jelas sumber radarbal.id, Minggu (25/7).

 

Selain enam pelaku yang diamankan pihak kepolisian Polresta Denpasar bersama Polsek Denpasar Barat juga turut mengamankan barang bukti lainnya dalam kasus yang terjadi pada Jumat lalu itu. Barang-barang yang disita ada senjata tajam dan sepeda motor berbagai merek.

 

“Ada satu pedang yang digunakan pelaku, tujuh senjata tajam yang ditemukan di dalam markas para pelaku. Ada juga sepeda motor hasil sitaan juga milik pelaku dan beberapa bukti seperti pakaian pelaku, bukti potongan gambar yang memperlihatkan pelaku membawa senjata, ” beber sumber.

Baca Juga:  Suami Geber Kelakuan Jaksa Selingkuh, Tuntut Kejati Berani Bertindak

 

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat menerangkan, kasus ini masih dilengkapi karena ada beberapa keterangan yang berbeda dari beberapa pihak. Katanya masih simpang siur.

 

Sebelumnya, sumber radarbali.id juga menyebutkan memang ada keterangan yang berbeda antara keterangan pelaku dengan korban. Korban yang dimaksud adalah Ketut Widiada, lelaki yang datang bersama Gede Budiarsana ke PT BMMS.

 

“Bentar, ya. Masih di-fix-kan. Kalau sudah fix (pasti, Red) baru kita share,” ujar Kompol Mikael Hutabarat.

- Advertisement -

DENPASAR – Pengeroyokan hingga terbunuhnya Gede Budiarsana, 34, di simpang Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Denpasar Barat terus dikembangkan pihak kepolisian. Saat ini telah ditetapkan tersangka terhadap enam orang.

 

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menyatakan, rencananya kasus pembunuhan yang menewaskan Gede Budiarsana  asal Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, ini akan disampaikan melalui press release dalam waktu dekat.

 

“Sudah dikembangkan, pelaku nambah (ada 6 orang). Rencananya Senin (26/7/2021) kita press release,” jelas Jansen.

 

Enam tersangka yang ditetapkan dalam perkara ini adalah para pegawai di PT Beta Mandiri Multi Solution (BMMS) di Jalan Gunung Patuha, Monang Maning, Denpasar Barat.

 

Sejauh ini, Wayan Sinar menjadi tersangka utama dalam pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa De Budi. Sinar merupakan pelaku pembacokan.

Baca Juga:  Pastikan Pelaku Berhelm Ojol, Soal Pengungkapan, Ini Kata Kapolresta

 

Selain itu pengembangakan pelaku, polisi juga telah menyita barang bukti berupa senjata tajam (sajam) dan sepeda motor berbagai merek.

 

 “Satu orang bernama Wayan Sinar itu tersangka utama karena menyebabkan nyawa korban melayang. Sementara 5 orang lagi itu terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap kedua korban,” jelas sumber radarbal.id, Minggu (25/7).

 

Selain enam pelaku yang diamankan pihak kepolisian Polresta Denpasar bersama Polsek Denpasar Barat juga turut mengamankan barang bukti lainnya dalam kasus yang terjadi pada Jumat lalu itu. Barang-barang yang disita ada senjata tajam dan sepeda motor berbagai merek.

 

“Ada satu pedang yang digunakan pelaku, tujuh senjata tajam yang ditemukan di dalam markas para pelaku. Ada juga sepeda motor hasil sitaan juga milik pelaku dan beberapa bukti seperti pakaian pelaku, bukti potongan gambar yang memperlihatkan pelaku membawa senjata, ” beber sumber.

Baca Juga:  HOT NEWS! Ini Nama Tersangka Pengeroyok Mahasiswa Sumba Hingga Tewas

 

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat menerangkan, kasus ini masih dilengkapi karena ada beberapa keterangan yang berbeda dari beberapa pihak. Katanya masih simpang siur.

 

Sebelumnya, sumber radarbali.id juga menyebutkan memang ada keterangan yang berbeda antara keterangan pelaku dengan korban. Korban yang dimaksud adalah Ketut Widiada, lelaki yang datang bersama Gede Budiarsana ke PT BMMS.

 

“Bentar, ya. Masih di-fix-kan. Kalau sudah fix (pasti, Red) baru kita share,” ujar Kompol Mikael Hutabarat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/