alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Warga Bali Kembali Rindukan Sosok Jenderal Golose

DENPASAR-Kasus penebasan yang mengakibatkan terbunuhnya Korban Gede Budiarsana, 34, di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat (Denbar), Jumat (23/7) sore masih ramai diperbincangkan warga.

Bukan saja karena aksinya yang bar-bar bin sadis. 

Aksi premanisme dengan main tebas di depan umum yang diduga dipicu karena masalah tunggakan kredit sepeda motor itu juga membuat warga metro kembali tak nyaman.
Terkait insiden berdarah ini, tak sedikit warga meluapkan emosi, keprihatinan, dan juga kritik.

Bahkan dari peristiwa ini, banyak warga Bali yang kembali merindukan sosok Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Reinhard Petrus Golose.

“Premanisme meraja lela, rindu sosok Jenderal Golose” tulis warganet di kolom komentar akun media sosial.
“Kembalikan Pak Jenderal Golose ke Bali lagi”tulis@Wayan Yasa
“kembalikan Kapolda jendral Golose Ke bali”@Rubens Wardana

Baca Juga:  DUH GUSTI! Tebang Kayu, Pria Setengah Abad Jatuh ke Jurang

“RINDU MASA MASA KEPEMIMPINAN JENDERAL GOLOSE”@Es Kojong

Kerinduan warga itu, karena saat Komjen Golose menjabat sebagai Kapolda Bali, segala bentuk aksi premanisme maupun preman yang berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali tiarap.

- Advertisement -

Bahkan saat menjabat kapolda Bali, perwira tinggi Polri ini sangat lantang dan tak mau kompromi serta tak mau memberi ruang sedikitpun pada aksi premanisne maupun narkotika di wilayah hukum Polda Bali.
Bahkan saat menjabat kapolda, Golose satu-satunya kapolda yang berani me-warning sekaligus berani bicara keras untuk siap berhadapan dengan para kepala daerah maupun para perwira polisi yang langsung maupun tidak langsung mem-backing-i ormas preman.

Seperti diketahui, aksi pembacokan terjadi di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat, Jumat sore.
Akibat kejadian ini, Gede Buidarsana alias De Budi alias Kadek Budi, 34, asal Kubutambahan, Buleleng tewas bersimbah darah.
Pria tiga anak ini tewas usai ditebas di bagian kepala dan tangan hingga putus dengan parang oleh Tersangka Wayan Sinar.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, menyatakan, atas kasus ini, selain telah menangkap dan menetapkan 6 (orang) sebagai tersangka. Penyidik kepolisian juga berjanji akan memproses pihak finance yang mempekerjakan para tersangka.

Baca Juga:  Disekap Anak Pengusaha Kaya 30 Hari, Oka Diselamatkan Polisi Pagi Buta
- Advertisement -

DENPASAR-Kasus penebasan yang mengakibatkan terbunuhnya Korban Gede Budiarsana, 34, di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat (Denbar), Jumat (23/7) sore masih ramai diperbincangkan warga.

Bukan saja karena aksinya yang bar-bar bin sadis. 

Aksi premanisme dengan main tebas di depan umum yang diduga dipicu karena masalah tunggakan kredit sepeda motor itu juga membuat warga metro kembali tak nyaman.
Terkait insiden berdarah ini, tak sedikit warga meluapkan emosi, keprihatinan, dan juga kritik.

Bahkan dari peristiwa ini, banyak warga Bali yang kembali merindukan sosok Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Reinhard Petrus Golose.

“Premanisme meraja lela, rindu sosok Jenderal Golose” tulis warganet di kolom komentar akun media sosial.
“Kembalikan Pak Jenderal Golose ke Bali lagi”tulis@Wayan Yasa
“kembalikan Kapolda jendral Golose Ke bali”@Rubens Wardana

Baca Juga:  DUH GUSTI! Tebang Kayu, Pria Setengah Abad Jatuh ke Jurang

“RINDU MASA MASA KEPEMIMPINAN JENDERAL GOLOSE”@Es Kojong

Kerinduan warga itu, karena saat Komjen Golose menjabat sebagai Kapolda Bali, segala bentuk aksi premanisme maupun preman yang berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas) di Bali tiarap.

Bahkan saat menjabat kapolda Bali, perwira tinggi Polri ini sangat lantang dan tak mau kompromi serta tak mau memberi ruang sedikitpun pada aksi premanisne maupun narkotika di wilayah hukum Polda Bali.
Bahkan saat menjabat kapolda, Golose satu-satunya kapolda yang berani me-warning sekaligus berani bicara keras untuk siap berhadapan dengan para kepala daerah maupun para perwira polisi yang langsung maupun tidak langsung mem-backing-i ormas preman.

Seperti diketahui, aksi pembacokan terjadi di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat, Jumat sore.
Akibat kejadian ini, Gede Buidarsana alias De Budi alias Kadek Budi, 34, asal Kubutambahan, Buleleng tewas bersimbah darah.
Pria tiga anak ini tewas usai ditebas di bagian kepala dan tangan hingga putus dengan parang oleh Tersangka Wayan Sinar.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, menyatakan, atas kasus ini, selain telah menangkap dan menetapkan 6 (orang) sebagai tersangka. Penyidik kepolisian juga berjanji akan memproses pihak finance yang mempekerjakan para tersangka.

Baca Juga:  UPDATE! Kapolda Minta Gubernur Segera Bekukan Tiga Ormas Besar di Bali

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/