alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Banyak Dirusak, Baliho Bebaskan JRX Didirikan Lagi, Aristana: Lawan!

DENPASAR – Tiga baliho dukungan terhadap JRX SID dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab di Denpasar. Tiga baliho yang dirusak itu terletak pertigaan Jalan Tukad Citarum dan 1 buah di pertigaan Jalan Tukad Badung. Sejumlah baliho itu diketahui dirusak pada Senin (24/8) malam.

Meski demikian, masyarakat yang mendukung JRX tidak patah arang. Mereka kembali memasang baliho baru.

Selasa (25/8) baliho dukungan JRX kembali berdiri. Kali ini solidaritas dukungan terhadap JRX datang dari Komunitas Solidaritas Nusa Dua.

Koordinator pendirian baliho Agus Indra Mengatakan, banyaknya kabar di media sosial terkait perobekan atau perusakan Baliho Bebaskan JRX tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bersolidaritas. 

Baca Juga:  Subjektif, Versi Gendo, Ini Alasan Polisi Tolak Bebaskan JRX SID

“Kami mendirikan baliho selain sebagai bentuk dukungan terhadap JRX baliho ini juga merupakan bentuk respon kami terhadap perusakan-perusakan baliho dukungan JRX seperti yang terjadi kemarin,” katanya, Rabu (25/8).

Kata dia bahwa perusakan baliho sebagai bentuk ekspresi adalah bentuk pembungkaman terhadap aspirasi masyarakat terutama untuk JRX

Di tempat terpisah pada Senin 24 Agustus 2020 malam, sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas GAGAH (Garuk Garuk Sampah) mendirikan sebuah baliho berukuran 4 x 3 meter di Banjar Silakarang, Singapadu Kaler. Desa Singapadu Kaler adalah desa asal dari Wayan Arjono, ayah JRX SID.

Komang Aristana, koordinator pendirian baliho menyampaikan bahwa baliho yang mereka dirikan adalah bentuk solidaritas kepada Jerinx SID yang saat ini sedang mendekam di tahanan Polda Bali atas laporan IDI Bali. Baliho yang bertuliskan tagar #BebaskanJRXSID dan #SayaBersamaJRX tersebut dibuat dari uang kas komunitas.

Baca Juga:  Ternyata, JRX Sudah Diperiksa Polda Metro Jaya, Tempatnya Di Sini...

Pendirian baliho ini juga sebagai bentuk respons mereka terhadap upaya-upaya pembungkaman yang dilakukan dengan cara-cara merobek atau merusak baliho solidaritas masyarakat terhadap JRX.

“Kami sepakat untuk melawan pembungkaman, sebab perobekan baliho Bebaskan JRX merupakan bentuk pembungkaman terhadap aspirasi masyarakat,” tegasnya.



DENPASAR – Tiga baliho dukungan terhadap JRX SID dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab di Denpasar. Tiga baliho yang dirusak itu terletak pertigaan Jalan Tukad Citarum dan 1 buah di pertigaan Jalan Tukad Badung. Sejumlah baliho itu diketahui dirusak pada Senin (24/8) malam.

Meski demikian, masyarakat yang mendukung JRX tidak patah arang. Mereka kembali memasang baliho baru.

Selasa (25/8) baliho dukungan JRX kembali berdiri. Kali ini solidaritas dukungan terhadap JRX datang dari Komunitas Solidaritas Nusa Dua.

Koordinator pendirian baliho Agus Indra Mengatakan, banyaknya kabar di media sosial terkait perobekan atau perusakan Baliho Bebaskan JRX tidak menyurutkan langkahnya untuk terus bersolidaritas. 

Baca Juga:  Pengacara JRX Sebut Ada Dugaan Manipulasi dalam Surat Tuntutan Jaksa

“Kami mendirikan baliho selain sebagai bentuk dukungan terhadap JRX baliho ini juga merupakan bentuk respon kami terhadap perusakan-perusakan baliho dukungan JRX seperti yang terjadi kemarin,” katanya, Rabu (25/8).

Kata dia bahwa perusakan baliho sebagai bentuk ekspresi adalah bentuk pembungkaman terhadap aspirasi masyarakat terutama untuk JRX

Di tempat terpisah pada Senin 24 Agustus 2020 malam, sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas GAGAH (Garuk Garuk Sampah) mendirikan sebuah baliho berukuran 4 x 3 meter di Banjar Silakarang, Singapadu Kaler. Desa Singapadu Kaler adalah desa asal dari Wayan Arjono, ayah JRX SID.

Komang Aristana, koordinator pendirian baliho menyampaikan bahwa baliho yang mereka dirikan adalah bentuk solidaritas kepada Jerinx SID yang saat ini sedang mendekam di tahanan Polda Bali atas laporan IDI Bali. Baliho yang bertuliskan tagar #BebaskanJRXSID dan #SayaBersamaJRX tersebut dibuat dari uang kas komunitas.

Baca Juga:  Tanggapi Copy Paste Kasus JRX, Luga: Tak Perlu Giring Opini Publik

Pendirian baliho ini juga sebagai bentuk respons mereka terhadap upaya-upaya pembungkaman yang dilakukan dengan cara-cara merobek atau merusak baliho solidaritas masyarakat terhadap JRX.

“Kami sepakat untuk melawan pembungkaman, sebab perobekan baliho Bebaskan JRX merupakan bentuk pembungkaman terhadap aspirasi masyarakat,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/