alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Dua Kantong Perhiasan Disita dari Pria Nigeria Penganiaya Mantan Pacar

BADUNG – Pantas saja Koffe Christian Tao alias Harry, 26, bisa begitu lama hidup dalam persembunyiannya usai menganiaya dan merampas uang mantan pacarnya. Sebab, pria asal Nigeria ini memiliki sejumlah barang berharga.

 

Dari penangkapan Harry di Jalan Pura Pemecutan, Kawasan Goa Gong, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, polisi mengungkap adanya barang berharga yang terkait kejahatan Harry.

 

Barang berharga ini tidak main-main. Di antaranya, dia memiliki 4 unit HP, 1 unit laptop, 3 buah jam tangan, bahkan 2 kantong perhiasan emas.

 

Hal itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Made Purwantara. Dia menjelaskan, sejumlah barang bukti itu sudah disita pihaknya.

Selain sejumlah barang berharga, polisi juga menyita sebuah baju kaus warna krem yang diduga dipakai saat dia menganiaya korban bernama Berlian Maharani Sahertian, 40.

 

“Kami masih terus dalami keterangan pelaku untuk diketahui motif penganiayaan itu,” jelas Iptu Purwanata.

 

Diketahui, Harry ditangkap polisi di Kuta Selatan, Jumat (24/9). Dia bersembunyi di sebuah rumah di Ungasan.

Baca Juga:  Warga Nigeria Aniaya Wanita Lokal di Bali, Rampas Uang dan Ancam Bunuh

 

Diketahui, Berlian yang asal Bandung nyaris saja menjadi korban pembunuhan. Pelakunya hal lain adalah mantan pacarnya sendiri yang merupakan WNA asal Nigeria bernama Koffe Christian Yao alias Harry. 

Kejadian itu terjadi pada Jumat (27/8/2021) siang di Elev8 Residence Canggu, Kuta Utara, Badung. Kejadian itu bermula saat korban dihubungi oleh terduga pelaku untuk datang ke tempat tinggalnya di salah satu kamar di Elev8 Residence Canggu, Kuta Utara, Badung. 

“Pelaku menghubungi korban dengan alasan ada sesuatu yang ingin dibicarakan,” terang Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu I Made Purwantara, Minggu (29/8/2021).

Setibanya di tempat itu, lanjut Purwantara, tiba-tiba terduga pelaku langsung merampas tas dan dompet milik korban.  Dia juga mengambil uang tunai sebesar Rp2 juta.

Di sana, korban juga dianiaya dengan cara dipukuli. Pelaku juga sempat mengancam akan menusuk korban menggunakan pisau. 

Baca Juga:  Datangkan Tiga Saksi Ahli, Jaksa Badung Geber Korupsi Dana KUR

Nahasnya, tak cukup sampai di situ, pelaku malah memeras korban. Dia meminta korban menyerahkan uang Rp200 juta. Dan jika korban tidak memberikannya, maka pelaku akan membawa korban ke Ubud, Gianyar untuk dibunuh.

Dari hotel tersebut, korban yang berada di bawah ancaman pekaku lalu dibawa oleh pelaku ke mobil. Mereka berkendara hendak menuju Ubud.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Kerobokan, Kuta Utara, Badung pelaku Harry menghentikan mobilnya di depan sebuah mesin ATM. Di sana dia menguras isi ATM korban belasan juta rupiah. Sehingga total uang yang diambil pelaku sudah sebanyak Rp20 juta. 

Setelah mengambil uang di ATM itu, mobil yang dipakai pelaku membawa korban ternyata mogok.

“Saat itu lah korban mendapatkan kesempatan untuk kabur. Dia diselamatkan oleh warga yang ada di tempat tersebut,” beber Purwantara. 

Malam harinya, korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta Utara, Badung.


BADUNG – Pantas saja Koffe Christian Tao alias Harry, 26, bisa begitu lama hidup dalam persembunyiannya usai menganiaya dan merampas uang mantan pacarnya. Sebab, pria asal Nigeria ini memiliki sejumlah barang berharga.

 

Dari penangkapan Harry di Jalan Pura Pemecutan, Kawasan Goa Gong, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, polisi mengungkap adanya barang berharga yang terkait kejahatan Harry.

 

Barang berharga ini tidak main-main. Di antaranya, dia memiliki 4 unit HP, 1 unit laptop, 3 buah jam tangan, bahkan 2 kantong perhiasan emas.

 

Hal itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Made Purwantara. Dia menjelaskan, sejumlah barang bukti itu sudah disita pihaknya.

Selain sejumlah barang berharga, polisi juga menyita sebuah baju kaus warna krem yang diduga dipakai saat dia menganiaya korban bernama Berlian Maharani Sahertian, 40.

 

“Kami masih terus dalami keterangan pelaku untuk diketahui motif penganiayaan itu,” jelas Iptu Purwanata.

 

Diketahui, Harry ditangkap polisi di Kuta Selatan, Jumat (24/9). Dia bersembunyi di sebuah rumah di Ungasan.

Baca Juga:  Ditangkap, Pria Nigeria Penganiaya Mantan Pacar di Bali Menangis

 

Diketahui, Berlian yang asal Bandung nyaris saja menjadi korban pembunuhan. Pelakunya hal lain adalah mantan pacarnya sendiri yang merupakan WNA asal Nigeria bernama Koffe Christian Yao alias Harry. 

Kejadian itu terjadi pada Jumat (27/8/2021) siang di Elev8 Residence Canggu, Kuta Utara, Badung. Kejadian itu bermula saat korban dihubungi oleh terduga pelaku untuk datang ke tempat tinggalnya di salah satu kamar di Elev8 Residence Canggu, Kuta Utara, Badung. 

“Pelaku menghubungi korban dengan alasan ada sesuatu yang ingin dibicarakan,” terang Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu I Made Purwantara, Minggu (29/8/2021).

Setibanya di tempat itu, lanjut Purwantara, tiba-tiba terduga pelaku langsung merampas tas dan dompet milik korban.  Dia juga mengambil uang tunai sebesar Rp2 juta.

Di sana, korban juga dianiaya dengan cara dipukuli. Pelaku juga sempat mengancam akan menusuk korban menggunakan pisau. 

Baca Juga:  Gara-gara Viral, Warga Nigeria Penganiaya Mantan Pacar di Bali Kabur

Nahasnya, tak cukup sampai di situ, pelaku malah memeras korban. Dia meminta korban menyerahkan uang Rp200 juta. Dan jika korban tidak memberikannya, maka pelaku akan membawa korban ke Ubud, Gianyar untuk dibunuh.

Dari hotel tersebut, korban yang berada di bawah ancaman pekaku lalu dibawa oleh pelaku ke mobil. Mereka berkendara hendak menuju Ubud.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Kerobokan, Kuta Utara, Badung pelaku Harry menghentikan mobilnya di depan sebuah mesin ATM. Di sana dia menguras isi ATM korban belasan juta rupiah. Sehingga total uang yang diambil pelaku sudah sebanyak Rp20 juta. 

Setelah mengambil uang di ATM itu, mobil yang dipakai pelaku membawa korban ternyata mogok.

“Saat itu lah korban mendapatkan kesempatan untuk kabur. Dia diselamatkan oleh warga yang ada di tempat tersebut,” beber Purwantara. 

Malam harinya, korban lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta Utara, Badung.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/