alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Diupah Rp 2,5 Juta dari Bandar Narkoba, Pria Lombok Dituntut 15 Tahun

DENPASAR– Meski pernah dipenjara karena kasus narkoba, Muhammad Abdullah Zemi, 38, tidak juga jera. Pria asal Lombok, NTB, itu kembali kambuh dengan cara menjadi kurir sabu-sabu.

 

Satu kali menempel sabu Zemi menerima upah Rp 100 ribu. Total pria kelahiran 22 Mei 1983 itu sudah mengantongi upah Rp2,5 juta. Apes, setelah meraup Rp2,5 juta Zemi langsung dicokok anggota Polda Bali di Jalan Bypass Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan.

 

Terdakwa mengaku barang terlarang tersebut milik seseorang yang dipangil Jacky (DPO). Saat ditangkap, Zemi menguasai 20 paket sabu dengan berat 124,86 gram brutto. Puluhan paket sabu rencana akan ditempel oleh terdakwa. 

Baca Juga:  Ditebas OTK, Pria Keturunan Kejar Pelaku dengan Senjata Airsoft Gun

 

“Terdakwa kami tuntut pidana penjara selama 15 tahun,” ujar JPU Eddy Arta Wijaya, Senin kemarin (25/10).

- Advertisement -

 

Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut denda Rp1,5 miliar subsider satu tahun penjara. “Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika,” tandas JPU Eddy.

 

Menurut Eddy, tingginya tuntutan didasari sejumlah pertimbangan memberatkan. “Terdakwa pernah dihukum sebelumnya (residivis) dalam kasus narkotik,” tukas JPU Kejati Bali itu.

 

Sedangkan pertimbangan meringankan terdakwa mengakui terus terang perbuatannya dan merasa menyesal.

- Advertisement -

DENPASAR– Meski pernah dipenjara karena kasus narkoba, Muhammad Abdullah Zemi, 38, tidak juga jera. Pria asal Lombok, NTB, itu kembali kambuh dengan cara menjadi kurir sabu-sabu.

 

Satu kali menempel sabu Zemi menerima upah Rp 100 ribu. Total pria kelahiran 22 Mei 1983 itu sudah mengantongi upah Rp2,5 juta. Apes, setelah meraup Rp2,5 juta Zemi langsung dicokok anggota Polda Bali di Jalan Bypass Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan.

 

Terdakwa mengaku barang terlarang tersebut milik seseorang yang dipangil Jacky (DPO). Saat ditangkap, Zemi menguasai 20 paket sabu dengan berat 124,86 gram brutto. Puluhan paket sabu rencana akan ditempel oleh terdakwa. 

Baca Juga:  Kasus Jual Beli Bayi Seret Orangtua dan Pensiunan Bidan, Polisi Sebut…

 

“Terdakwa kami tuntut pidana penjara selama 15 tahun,” ujar JPU Eddy Arta Wijaya, Senin kemarin (25/10).

 

Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut denda Rp1,5 miliar subsider satu tahun penjara. “Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika,” tandas JPU Eddy.

 

Menurut Eddy, tingginya tuntutan didasari sejumlah pertimbangan memberatkan. “Terdakwa pernah dihukum sebelumnya (residivis) dalam kasus narkotik,” tukas JPU Kejati Bali itu.

 

Sedangkan pertimbangan meringankan terdakwa mengakui terus terang perbuatannya dan merasa menyesal.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/