alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Periksa CCTV TKP Perampokan WN Jepang, Polisi Cium Indikasi Pelaku

DENPASAR – Polisi masih terus mengungkap kasus dugaan perampokan yang menimpa warganegara asing (WNA) berkebangsaan Jepang Mika Hasegawa, 40,

di tempat tinggalnya di lantai dua Apartemen Liem House Jalan Pura Merta Sari IV Pemogan, Denpasar Selatan, kemarin (25/11) pagi.

Selain memeriksa saksi, polisi memeriksa semua CCTV yang ada di lokasi kejadian perkara. Pemeriksaan CCTV perlu dilakukan karena dari semua saksi yang diperiksa, tidak ada yang tahu dengan kejadian yang menimpa korban.

“Saksi dan CCTV masih diperiksa,” ujar Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya kemarin (25/11).

Untuk memperkuat indikasi perampokan, polisi juga masih memeriksa barang apa saja milik korban yang hilang. Hanya saja belum diketahui barang apa yang hilang.

Pasalnya, korban yang mengalami luka parah dan mendapat perawatan tim medis RS BIMC, belum bisa dimintai keterangan.

“Indikasi kuat jadi korban perampokan. Tapi, masih menunggu korban agar bisa dimintai keterangan,” tegasnya.

Kompol Wirajaya kembali menegaskan, berdasar keterangan saksi, sebelum jatuh dari lantai II, korban dikejar seorang pria misterius. Pria itu diduga pelaku perampokan.

“Pria misterius ini masih kami selidiki, siapa dia. Jadi, kami perlu cek CCTV di lokasi kejadian dulu,” kata mantan Kapolsek Kuta ini.

Seperti diberitakan, korban pertama kali ditemukan penjaga apartemen I Gede Yoga Saputra yang baru tiba di TKP.

Saat itu, saksi mendengar suara help. Saat mendekat, saksi mendapati korban terkapar di lahan kosong di selatan apartemen. Saksi kemudian melapor ke saksi lain, baru melapor ke polisi.

 

 

 

 



DENPASAR – Polisi masih terus mengungkap kasus dugaan perampokan yang menimpa warganegara asing (WNA) berkebangsaan Jepang Mika Hasegawa, 40,

di tempat tinggalnya di lantai dua Apartemen Liem House Jalan Pura Merta Sari IV Pemogan, Denpasar Selatan, kemarin (25/11) pagi.

Selain memeriksa saksi, polisi memeriksa semua CCTV yang ada di lokasi kejadian perkara. Pemeriksaan CCTV perlu dilakukan karena dari semua saksi yang diperiksa, tidak ada yang tahu dengan kejadian yang menimpa korban.

“Saksi dan CCTV masih diperiksa,” ujar Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya kemarin (25/11).

Untuk memperkuat indikasi perampokan, polisi juga masih memeriksa barang apa saja milik korban yang hilang. Hanya saja belum diketahui barang apa yang hilang.

Pasalnya, korban yang mengalami luka parah dan mendapat perawatan tim medis RS BIMC, belum bisa dimintai keterangan.

“Indikasi kuat jadi korban perampokan. Tapi, masih menunggu korban agar bisa dimintai keterangan,” tegasnya.

Kompol Wirajaya kembali menegaskan, berdasar keterangan saksi, sebelum jatuh dari lantai II, korban dikejar seorang pria misterius. Pria itu diduga pelaku perampokan.

“Pria misterius ini masih kami selidiki, siapa dia. Jadi, kami perlu cek CCTV di lokasi kejadian dulu,” kata mantan Kapolsek Kuta ini.

Seperti diberitakan, korban pertama kali ditemukan penjaga apartemen I Gede Yoga Saputra yang baru tiba di TKP.

Saat itu, saksi mendengar suara help. Saat mendekat, saksi mendapati korban terkapar di lahan kosong di selatan apartemen. Saksi kemudian melapor ke saksi lain, baru melapor ke polisi.

 

 

 

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/