Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Korupsi Penjualan Air Tangki Ratusan Juta

Dua Petugas Perumda Panca Mahottama Klungkung Segera Diadili

26 November 2021, 03: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Dua Petugas Perumda Panca Mahottama Klungkung Segera Diadili

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

SEMARAPURA- Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi penjualan air tangki Perumda Panca Mahottama Klungkung unit Nusa Penida telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar. Dua terdakwa dalam kasus tersebut dijadwalkan menjalani persidangan pertama pada Kamis (2/12) mendatang.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida, I Putu Gede Darmawan Hadi mengungkapkan, dua terdakwa yakni IKN dan IKS sudah dipindahkan dari tahanan Polsek Nusa Penida ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Klungkung kemarin.

Sebelum dipindahkan, kedua terdakwa menjalani cek kesehatan dan tes swab antigen di Polsek Nusa Penida. “Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruh tahanan dinyatakan sehat. Pemindahan tahanan dilaksanakan pada pukul 08.00,” ujar Darmawan, Kamis (25/11).

Baca juga: Viral! Mobil Fortuner Milik Warga Denpasar Jadi Sasaran Keprok Kaca

Menurutnya pemindahan para terdakwa itu berkaitan dengan telah dilimpahkannya berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penjualan air tangki pada Senin lalu (22/11).

“Berdasarkan surat penetapan hari sidang yang dikeluarkan majelis hakim pada PN Tipikor Denpasar, sidang pertama diagendakan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 2 Desember 2021,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan IKN dan IKS tersangkut kasus tersebut dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran tidak menyetorkan seluruh hasil penjualan air menggunakan tangki kepada masyarakat periode Mei 2018-September 2019.

Adapun besaran kerugian negara yang dikembalikan sesuai dengan laporan hasil perhitungan kerugian negara dari Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung yakni Rp 320.450.000. 

Keduanya beralasan, uang yang tidak disetorkan itu digunakan untuk membayar tunggakan pelanggan PDAM unit Nusa Penida yang menggunakan sistem water meter. Keduanya berdalih bahwa itu dilakukan demi menjaga nama baik PDAM unit Nusa Penida.

“Tetapi tidak masuk akal. Keduanya satu komando. Jadi saling mengetahui kegiatan tersebut. Menurut peraturan yang berlaku, uang hasil penjualan harus disetorkan per hari itu juga melalui bank BPD Bali,” katanya.

“Ada juga penjualan yang dilakukan di luar sistem. Maksudnya adalah mencetak kuitansi di luar sistem yang ditentukan PDAM. Jadi mereka mencetak di luar aplikasi yang seharusnya dipergunakan,” tegas Darmawan.

(rb/ayu/don/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia