27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Diduga Sarang MiChat, Pemilik Penginapan Diciduk

DENPASAR – Satuan Reserse Kriminan Unit V Judi dan Asusila  (Jusil) Polresta Denpasar membongkar praktik prostitusi berkedok penginapan, dengan  admin operator media sosial (medsos)  Michat.

Lokasinya di sebuah penginapan, yakni  Pede Demen 2, di kawasan  Jalan Kebo Iwa,  belakang KFC Gatsu Barat, Denpasar. Pengungkapan ini berlangsung kejadian Rabu (23/11) sekitar pukul 18.00. Kini pemilik penginapan bersama admin MiChat menjalani pemeriksaan maraton.

Informasi yang dihimpun, penginapan berlantai dua ini dikatakan menyediakan praktik prostitusi. Sistemnya ada dua, baik secar online lewat MiChat dengan akun yang dikendalikan oleh sang operator (mami) berinisial NH, 33, asal Bekasi.

Pun sistem konvensional, bagi yang sudah mengetahui tempat ini tak perlu repot menggunakan aplikasi. Penginapan itu disebut-sebut milik pria berinisial INA alias alias AR, 35, warga Padang Sambian Denpasar Barat ini sudah berlangsung lama.

Praktik prostitusi   ini akhirnya terendus pihak kepolisian sehingga dilakukan penyelidikan. Setelah dilakukan pengembangan, diduga terindikasi menyediakan tempat untuk berbuat mesum.

Baca Juga:  Jual PSK lewat Aplikasi MiChat, Germo Disergap Polisi

Tak buang waktu lama, tim melakukan penggerebekan  Rabu (23/11) sekitar pukul 18.00. “Kami berhasil dua orang. Yaknu sebagai pemilik penginapan dan operator admin media sosial (medsos),” tutur sumber petugas, Sabtu (26/11).

Sumber yang meminta agar namanya dirahasiakan mengatakan bahwa  pemilik penginapan, AR  dan operator admin MiChat , NH, sudah banyak dikenal. Ada beberapa PSK berstatus saksi. “Kami sita HP dari tangan operator, juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 300 ribu, hasil menjajakan wanita PSK yang disediakan kepada pria hidung belang,” timpal sumber Jawa Pos Radar Bali.

Dikatakan bahwa  atas perbuatannya, pemilik penginapan dan admin MiChat dijerat  Pasal 296 KUHP juncto pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana selama 1 tahun 4 bulan.

Baca Juga:  Konyol! Janda Cantik Gelar Prostitusi Online di Belakang Kantor Polisi

Terkait dengan ini, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi enggan berspekulasi lebih jauh. Dia  mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi dari pihak Serse. Walaupun demikian, juru bicara Polresta Denpasar ini tak menampaik bahwa  apabila  dikabarkan oleh penyidik terkait kasus itu, maka akan disampaikan kepada rekan media terkait pengembangan dilakukan penyidik. “Saya cek dulu, ya,” singkatnya.

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Bali di penginapan tersebut diketahui sepi aktivitas, Sabtu (25/11). Walaupun demikian, gerbang penginapan diketahui terbuka.

 

Ada  seorang pria mengaku sebagai penjaga. Ketika disinggung terkait masih ada PSK, dikatakan bahwa sementara lagi istirahat. “Ceweknya nggak masuk, lagi istirahat. Coba lacak lewat aplikasi MiChat saja, jarak terdekat banyak, kok,” jawabnya. (andre sula/radar bali)

 



DENPASAR – Satuan Reserse Kriminan Unit V Judi dan Asusila  (Jusil) Polresta Denpasar membongkar praktik prostitusi berkedok penginapan, dengan  admin operator media sosial (medsos)  Michat.

Lokasinya di sebuah penginapan, yakni  Pede Demen 2, di kawasan  Jalan Kebo Iwa,  belakang KFC Gatsu Barat, Denpasar. Pengungkapan ini berlangsung kejadian Rabu (23/11) sekitar pukul 18.00. Kini pemilik penginapan bersama admin MiChat menjalani pemeriksaan maraton.

Informasi yang dihimpun, penginapan berlantai dua ini dikatakan menyediakan praktik prostitusi. Sistemnya ada dua, baik secar online lewat MiChat dengan akun yang dikendalikan oleh sang operator (mami) berinisial NH, 33, asal Bekasi.

Pun sistem konvensional, bagi yang sudah mengetahui tempat ini tak perlu repot menggunakan aplikasi. Penginapan itu disebut-sebut milik pria berinisial INA alias alias AR, 35, warga Padang Sambian Denpasar Barat ini sudah berlangsung lama.

Praktik prostitusi   ini akhirnya terendus pihak kepolisian sehingga dilakukan penyelidikan. Setelah dilakukan pengembangan, diduga terindikasi menyediakan tempat untuk berbuat mesum.

Baca Juga:  Bawa Sabu, Diciduk di Parkir KFC Tabanan

Tak buang waktu lama, tim melakukan penggerebekan  Rabu (23/11) sekitar pukul 18.00. “Kami berhasil dua orang. Yaknu sebagai pemilik penginapan dan operator admin media sosial (medsos),” tutur sumber petugas, Sabtu (26/11).

Sumber yang meminta agar namanya dirahasiakan mengatakan bahwa  pemilik penginapan, AR  dan operator admin MiChat , NH, sudah banyak dikenal. Ada beberapa PSK berstatus saksi. “Kami sita HP dari tangan operator, juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 300 ribu, hasil menjajakan wanita PSK yang disediakan kepada pria hidung belang,” timpal sumber Jawa Pos Radar Bali.

Dikatakan bahwa  atas perbuatannya, pemilik penginapan dan admin MiChat dijerat  Pasal 296 KUHP juncto pasal 506 KUHP dengan ancaman pidana selama 1 tahun 4 bulan.

Baca Juga:  Jadi Germo Prostitusi Via MiChat, Nyoman Okariawan Dibekuk Polisi

Terkait dengan ini, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi enggan berspekulasi lebih jauh. Dia  mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi dari pihak Serse. Walaupun demikian, juru bicara Polresta Denpasar ini tak menampaik bahwa  apabila  dikabarkan oleh penyidik terkait kasus itu, maka akan disampaikan kepada rekan media terkait pengembangan dilakukan penyidik. “Saya cek dulu, ya,” singkatnya.

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Bali di penginapan tersebut diketahui sepi aktivitas, Sabtu (25/11). Walaupun demikian, gerbang penginapan diketahui terbuka.

 

Ada  seorang pria mengaku sebagai penjaga. Ketika disinggung terkait masih ada PSK, dikatakan bahwa sementara lagi istirahat. “Ceweknya nggak masuk, lagi istirahat. Coba lacak lewat aplikasi MiChat saja, jarak terdekat banyak, kok,” jawabnya. (andre sula/radar bali)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru