alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Lima Komplotan Garong Jawa-Bali Spesialis Keprok Kaca Divonis 34 Bulan

NEGARA-Lima dari enam pelaku kasus pencurian dengan modus keprok kaca mobil, Rabu (27/1) menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Negara.

Kelima terdakwa itu, yakni masing-masing Temy Primadani, 31; Edy Yanto, 42; Hari Junaidi, 34, Musaffa, 40, dan Ahmad Husni, 29.

Saat sidang pembacaan putusan yang digelar secara daring, Ketua Majelis Hakim Fakhruddin Said Ngaji, akhirnya mengganjar kelima anggota komplotan garong, ini dengan hukuman pidana penjara masing-masing selama 2 tahun dan 10 bulan (34 Bulan).

Sesuai amar putusan, vonis 34 bulan bagi para terdakwa itu, karena majelis hakim menilai, para terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP.

“Menjatuhkan pidana bagi para terdakwa dengan masing-masing hukuman penjara selama 2 tahun dan 10 bulan, dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan,”tegas Ketua Majelis Hakim Fakhruddin Said Ngaji.

Selanjutnya, atas vonis majelis hakim yang lebih ringan 2 (dua) bulan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Iustika Sari, baik para terdakwa maupun JPU sama-sama menyatakan menerima.

“Kami menerima yang Mulia,”tandasnya.

Seperti diketahui, kasus pencurian dengan modus keprok kaca mobil terungkap dari penangkapan para terdakwa oleh anggota tim Satreskrim Polres Jembrana.

Kelimanya ditangkap saat beraksi dengan menggarong uang sebesar Rp 74 juta di Jembrana.

Dari total enam orang tersangka, 5 (lima) orang ditangkap dan dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat penangkapan. Sedangkan satu pelaku masih dalam pencarian alias DPO.

Penangkapan lima tersangka berdasarkan penyelidikan yang mengarah bahwa pelaku keprok kaca di Jalan Gatot Subroto, Selasa 25 Agustus lalu merupakan pelaku spesialis keprok kaca yang kerap beraksi di wilayah Jawa-Bali.

Kelima pelaku ditangkap di sebuah hotel pada Selasa (22/9) tahun 2020 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB.

Lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan dengan timah panas pada kedua betisnya.

Kelima pelaku juga merupakan residivis kasus pencurian dan pencurian berat.

Bahkan diantaranya merupakan spesialis pecah kaca atau keprok kaca mobil untuk mengambil harta benda korban yang disimpan dalam mobil. 

 



NEGARA-Lima dari enam pelaku kasus pencurian dengan modus keprok kaca mobil, Rabu (27/1) menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Negara.

Kelima terdakwa itu, yakni masing-masing Temy Primadani, 31; Edy Yanto, 42; Hari Junaidi, 34, Musaffa, 40, dan Ahmad Husni, 29.

Saat sidang pembacaan putusan yang digelar secara daring, Ketua Majelis Hakim Fakhruddin Said Ngaji, akhirnya mengganjar kelima anggota komplotan garong, ini dengan hukuman pidana penjara masing-masing selama 2 tahun dan 10 bulan (34 Bulan).

Sesuai amar putusan, vonis 34 bulan bagi para terdakwa itu, karena majelis hakim menilai, para terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP.

“Menjatuhkan pidana bagi para terdakwa dengan masing-masing hukuman penjara selama 2 tahun dan 10 bulan, dengan perintah terdakwa tetap berada dalam tahanan,”tegas Ketua Majelis Hakim Fakhruddin Said Ngaji.

Selanjutnya, atas vonis majelis hakim yang lebih ringan 2 (dua) bulan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Iustika Sari, baik para terdakwa maupun JPU sama-sama menyatakan menerima.

“Kami menerima yang Mulia,”tandasnya.

Seperti diketahui, kasus pencurian dengan modus keprok kaca mobil terungkap dari penangkapan para terdakwa oleh anggota tim Satreskrim Polres Jembrana.

Kelimanya ditangkap saat beraksi dengan menggarong uang sebesar Rp 74 juta di Jembrana.

Dari total enam orang tersangka, 5 (lima) orang ditangkap dan dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat penangkapan. Sedangkan satu pelaku masih dalam pencarian alias DPO.

Penangkapan lima tersangka berdasarkan penyelidikan yang mengarah bahwa pelaku keprok kaca di Jalan Gatot Subroto, Selasa 25 Agustus lalu merupakan pelaku spesialis keprok kaca yang kerap beraksi di wilayah Jawa-Bali.

Kelima pelaku ditangkap di sebuah hotel pada Selasa (22/9) tahun 2020 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB.

Lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan dengan timah panas pada kedua betisnya.

Kelima pelaku juga merupakan residivis kasus pencurian dan pencurian berat.

Bahkan diantaranya merupakan spesialis pecah kaca atau keprok kaca mobil untuk mengambil harta benda korban yang disimpan dalam mobil. 

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/