alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Tak Puas Pelayanan RS Kapal, Ketua Forum Perbekel Pukul Dokter Jaga

MANGUPURA – Insiden kekerasan terhadap dokter kembali terjadi. Kali ini salah satu dokter jaga berinisial dr Grace yang bertugas di RSUD Mangusada yang menjadi korban.

Dokter mengalami kekerasan fisik setelah dipukul Ketua Forum Perbekel se Badung sekaliagus Perbekel Desa Pelaga  Gusti Lanang Umbara, Minggu (25/2) dini hari lalu.

Menurut Direktur RSUD Mangusada  dr. I Nyoman Gunarta, kejadian pada pukul 04.00 berawal ketika pasien datang diantar oleh keluarganya dan menyampaikan keluhan sesak.

Kemudian dokter jaga memeriksa pasien dan juga meminta keterangan dari pihak keluarga. Dari keterangan pihak keluarga

diperoleh informasi bahwa pasien mempunyai riwayat jantung dan menyampaikan kepada dokter jaga agar pasien dirawat inap apapun yang terjadi.

Karena pasien memiliki riwayat jantung (CHF) maka dokter jaga mengambil tindakan EKG dan lanjut memberikan pasien bolus furosemid 1 (satu) ampul, lalu meminta perawat mengantar untuk rongten.

“Setelah selesai pemeriksaan rongten, karena pihak keluarga ingin agar pasien dirawat inap, maka dokter jaga meminta pihak keluarga untuk memesan kamar rawat inap dan mencari obat,” kata dr Gunarta.

 Kata dia, kemudian pihak keluarga kembali bertanya kepada dokter jaga “Saya yang cari kamar dan obat?” Dan dijawab oleh dokter jaga “Ya, bapak yang cari kamar dan obat”.

Disana terjadi kesalahpahaman antara keluarga pasien dan dokter jaga. Pihak keluarga beranggapan bahwa dokter jaga

memberikan informasi yang kurang santun dan menganggap mencari kamar dan obat itu adalah tugas pelayanan dari rumah sakit.

Sementara di satu sisi dokter jaga menyatakan telah melaksanakan tindakan sesuai dengan SOP.

 “Puncak kesalahpahaman tersebut terjadi pada saat salah satu pihak keluarga melakukan pelemparan, penamparan menggunakan dokumen rekam medis kepada dokter jaga dan juga melakukan pemukulan dan penendangan kepada meja, ” jelas dr Gunarta.

 Kejadian tersebut sempat dilerai oleh perawat pada instalasi gawat darurat dan dokter jaga yang menjadi korban pelemparan/penamparan diamankan ke ruang perawat.



MANGUPURA – Insiden kekerasan terhadap dokter kembali terjadi. Kali ini salah satu dokter jaga berinisial dr Grace yang bertugas di RSUD Mangusada yang menjadi korban.

Dokter mengalami kekerasan fisik setelah dipukul Ketua Forum Perbekel se Badung sekaliagus Perbekel Desa Pelaga  Gusti Lanang Umbara, Minggu (25/2) dini hari lalu.

Menurut Direktur RSUD Mangusada  dr. I Nyoman Gunarta, kejadian pada pukul 04.00 berawal ketika pasien datang diantar oleh keluarganya dan menyampaikan keluhan sesak.

Kemudian dokter jaga memeriksa pasien dan juga meminta keterangan dari pihak keluarga. Dari keterangan pihak keluarga

diperoleh informasi bahwa pasien mempunyai riwayat jantung dan menyampaikan kepada dokter jaga agar pasien dirawat inap apapun yang terjadi.

Karena pasien memiliki riwayat jantung (CHF) maka dokter jaga mengambil tindakan EKG dan lanjut memberikan pasien bolus furosemid 1 (satu) ampul, lalu meminta perawat mengantar untuk rongten.

“Setelah selesai pemeriksaan rongten, karena pihak keluarga ingin agar pasien dirawat inap, maka dokter jaga meminta pihak keluarga untuk memesan kamar rawat inap dan mencari obat,” kata dr Gunarta.

 Kata dia, kemudian pihak keluarga kembali bertanya kepada dokter jaga “Saya yang cari kamar dan obat?” Dan dijawab oleh dokter jaga “Ya, bapak yang cari kamar dan obat”.

Disana terjadi kesalahpahaman antara keluarga pasien dan dokter jaga. Pihak keluarga beranggapan bahwa dokter jaga

memberikan informasi yang kurang santun dan menganggap mencari kamar dan obat itu adalah tugas pelayanan dari rumah sakit.

Sementara di satu sisi dokter jaga menyatakan telah melaksanakan tindakan sesuai dengan SOP.

 “Puncak kesalahpahaman tersebut terjadi pada saat salah satu pihak keluarga melakukan pelemparan, penamparan menggunakan dokumen rekam medis kepada dokter jaga dan juga melakukan pemukulan dan penendangan kepada meja, ” jelas dr Gunarta.

 Kejadian tersebut sempat dilerai oleh perawat pada instalasi gawat darurat dan dokter jaga yang menjadi korban pelemparan/penamparan diamankan ke ruang perawat.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/