alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Badah, Depresi Berat, Pria Asal Tampaksiring Buang Motor ke Sungai

GIANYAR – Seorang pria depresi, Ngakan Nyoman Oka Mudita, 42, warga Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, 

nekat membuang sepeda motornya ke Sungai Petanu, di Banjar Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Rabu kemarin (26/2). 

Sebelum membuang motor Honda Vario warna putih DK 2763 KAC, Ngakan Oka sempat ngomel-ngomel sendiri dan mengaku tidak mau menjadi tumbal.

Menurut sang kakak, Ngakan Darmawan, motor yang dibuang milik adiknya, Ngakan Oka. Sebelum membuang motor, dia sempat melihat adiknya depresi berat di rumahnya. 

“Dia ngomong keras-keras. Ngomel-ngomel sendiri tidak ada ujung pangkalnya,” ujar Darmawan.

Adiknya juga sempat berteriak akan membuang motornya. “Katanya tidak ingin menjadi tumbal. Entah tumbal apa yang dimaksud saya tidak mengerti,” terangnya. 

Baca Juga:  Lurah Padangsambian Baru Jabat Empat Bulan, Ajukan Cuti Sebelum Tewas

Usai ngomel sendiri, adiknya langsung pergi naik motor. Pihak keluarga tidak berani membuntuti Ngakan Oka yang dirundung emosi. Tiba-tiba saja, Ngakan Oka pulang jalan kaki. 

Saat ditanya keluarga, Ngaka Oka mengaku motornya sudah dibuang ke sungai Petanu.“Saya langsung mengecek ke lokasi sekitar sekitar pukul 07.00. Motor itu memang kami temukan di bawah jembatan,” ungkapnya.

Pihak keluarga langsung meminta bantuan Polsek Ubud. Selanjutnya, polisi bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi motor. 

“Kami mohon maaf atas kejadian ini, mungkin secara tidak langsung mengusik kenyamanan pengguna jalan. Kami apresiasi juga petugas yang telah membantu evakuasi,” imbuh Ngakan Darmawan.

Baca Juga:  Frustasi Tumor Tak Kunjung Sembuh, Hidup Bujangan Ini Berakhir Tragis

Sementara itu, Kapolsek Ubud, Kompol Nyoman Nuryana membenarkan kejadian itu. Motor itu dibuang lantaran si pemilik motor mengidap depresi berat. 

“Kami sudah arahkan pihak keluarga untuk merawat yang bersangkutan. Dikhawatirkan nanti mengusik kenyamanan dan membahayakan lingkungan,” pungkasnya. 



GIANYAR – Seorang pria depresi, Ngakan Nyoman Oka Mudita, 42, warga Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, 

nekat membuang sepeda motornya ke Sungai Petanu, di Banjar Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Rabu kemarin (26/2). 

Sebelum membuang motor Honda Vario warna putih DK 2763 KAC, Ngakan Oka sempat ngomel-ngomel sendiri dan mengaku tidak mau menjadi tumbal.

Menurut sang kakak, Ngakan Darmawan, motor yang dibuang milik adiknya, Ngakan Oka. Sebelum membuang motor, dia sempat melihat adiknya depresi berat di rumahnya. 

“Dia ngomong keras-keras. Ngomel-ngomel sendiri tidak ada ujung pangkalnya,” ujar Darmawan.

Adiknya juga sempat berteriak akan membuang motornya. “Katanya tidak ingin menjadi tumbal. Entah tumbal apa yang dimaksud saya tidak mengerti,” terangnya. 

Baca Juga:  Lurah Padangsambian Baru Jabat Empat Bulan, Ajukan Cuti Sebelum Tewas

Usai ngomel sendiri, adiknya langsung pergi naik motor. Pihak keluarga tidak berani membuntuti Ngakan Oka yang dirundung emosi. Tiba-tiba saja, Ngakan Oka pulang jalan kaki. 

Saat ditanya keluarga, Ngaka Oka mengaku motornya sudah dibuang ke sungai Petanu.“Saya langsung mengecek ke lokasi sekitar sekitar pukul 07.00. Motor itu memang kami temukan di bawah jembatan,” ungkapnya.

Pihak keluarga langsung meminta bantuan Polsek Ubud. Selanjutnya, polisi bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi motor. 

“Kami mohon maaf atas kejadian ini, mungkin secara tidak langsung mengusik kenyamanan pengguna jalan. Kami apresiasi juga petugas yang telah membantu evakuasi,” imbuh Ngakan Darmawan.

Baca Juga:  Kabar Baru, Tahun 2020, PN Denpasar Gelar Sidang dari Rumah

Sementara itu, Kapolsek Ubud, Kompol Nyoman Nuryana membenarkan kejadian itu. Motor itu dibuang lantaran si pemilik motor mengidap depresi berat. 

“Kami sudah arahkan pihak keluarga untuk merawat yang bersangkutan. Dikhawatirkan nanti mengusik kenyamanan dan membahayakan lingkungan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/