alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

MIMIH! Rem Blong di Jalur Tengkorak, Truk Pengangkut Sarden Terjungkal

TABANAN – Rem blong menjadi penyebab kecelakaan yang dialami kendaraan truck box Hino bermuatan sarden di jalur tengkorak Gilimanuk-Denpasar, Selemadeg, Tabanan, Kamis malam lalu.

Meski sopir truck selamat dari kecelakaan lalu lintas tersebut, namun truck box Hino DK 8837 WD mengalami kerusakan cukup parah.

Selain body truck box ringsek, kaca bagian depan mobil hancur. Ditaksir korban menderita kerugian jutaan rupiah.

Kecelakaan maut bermula ketika truck Hino yang dikemudikan Harsono, 49, datang dari arah utara jurusan Denpasar menuju arah selatan jurusan Gilimanuk.

Melintasi jalan tanjakan masuk wilayah Banjar Dinas Bajera Kaja, Desa Bajera, Selemadeg, Tabanan, mendadak truck yang dikemudikan

warga Jalan Imam Bonjol I/6 Pemecutan Kelod, Denpasar, itu, mengalami gangguan di bagian rem. Rem tiba-tiba blong.

Baca Juga:  Penyidikan Jalan di Tempat, Warga Geruduk Kejari Denpasar

Harsono, sang pengemudi truck tak dapat mengendalikan truknya. Untuk menghindari kecelakaan dengan kendaraan lainnya di jalur tengkorak, Harsono segera membanting setir mobil ke arah kiri jalan.

Akibat truck terperosok ke dalam tanah perkebunan.  Kapolsek Selemadeg Kompol I Kadek Ardika tak menampik peristiwa kecelakaan tersebut.

Menurutnya, pasca kecelakaan, lalu lintas lancar tidak terjadi kemacetan akibat truck hino yang terperosok.

“Kami sudah memeriksa pengemudi truk Harsono. Pengakuannya truknya mengalami gangguan rem blong saat menanjak di jalur tengkorak,” ucapnya.

Menurut Kompol Ardika, rem blong memang kerap kali menjadi penyebab kecelakaan kendaraan truck berat di Jalan Raya Gilimanuk-Denpasar.

Rem truck yang tidak berfungsi bisa saja disebabkan oleh perawatan kendaraan secara berkala tidak dilakukan oleh pemilik transportasi.

Baca Juga:  Temukan HP di Blok Eks Wagub Sudikerta, Kalapas Kerobokan Meradang

Selain itu penyebab lainnya karena beban atau berat muatan kendaraan yang melebihi kapasitas. Hal inilah berpengaruh pada tidak maksimal kinerja pengereman.

Kadang kali ini yang juga membuat rem kendaraan tidak berfungsi. “Kami minta awak kemudi memperhatikan kondisi perawatan kendaraan dan juga beban muatan.

Untuk menghindari kecelakaan lalu lintas terjadi. Apalagi kendaraan digunakan sebagai pengakut barang untuk antar pulau,” pungkasnya. 



TABANAN – Rem blong menjadi penyebab kecelakaan yang dialami kendaraan truck box Hino bermuatan sarden di jalur tengkorak Gilimanuk-Denpasar, Selemadeg, Tabanan, Kamis malam lalu.

Meski sopir truck selamat dari kecelakaan lalu lintas tersebut, namun truck box Hino DK 8837 WD mengalami kerusakan cukup parah.

Selain body truck box ringsek, kaca bagian depan mobil hancur. Ditaksir korban menderita kerugian jutaan rupiah.

Kecelakaan maut bermula ketika truck Hino yang dikemudikan Harsono, 49, datang dari arah utara jurusan Denpasar menuju arah selatan jurusan Gilimanuk.

Melintasi jalan tanjakan masuk wilayah Banjar Dinas Bajera Kaja, Desa Bajera, Selemadeg, Tabanan, mendadak truck yang dikemudikan

warga Jalan Imam Bonjol I/6 Pemecutan Kelod, Denpasar, itu, mengalami gangguan di bagian rem. Rem tiba-tiba blong.

Baca Juga:  TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1.500 Ekor Burung Kicau Asal Lombok

Harsono, sang pengemudi truck tak dapat mengendalikan truknya. Untuk menghindari kecelakaan dengan kendaraan lainnya di jalur tengkorak, Harsono segera membanting setir mobil ke arah kiri jalan.

Akibat truck terperosok ke dalam tanah perkebunan.  Kapolsek Selemadeg Kompol I Kadek Ardika tak menampik peristiwa kecelakaan tersebut.

Menurutnya, pasca kecelakaan, lalu lintas lancar tidak terjadi kemacetan akibat truck hino yang terperosok.

“Kami sudah memeriksa pengemudi truk Harsono. Pengakuannya truknya mengalami gangguan rem blong saat menanjak di jalur tengkorak,” ucapnya.

Menurut Kompol Ardika, rem blong memang kerap kali menjadi penyebab kecelakaan kendaraan truck berat di Jalan Raya Gilimanuk-Denpasar.

Rem truck yang tidak berfungsi bisa saja disebabkan oleh perawatan kendaraan secara berkala tidak dilakukan oleh pemilik transportasi.

Baca Juga:  Curi HP Teman Karib, Warga Selbar Diciduk Polisi, Terkuak Motif TSK

Selain itu penyebab lainnya karena beban atau berat muatan kendaraan yang melebihi kapasitas. Hal inilah berpengaruh pada tidak maksimal kinerja pengereman.

Kadang kali ini yang juga membuat rem kendaraan tidak berfungsi. “Kami minta awak kemudi memperhatikan kondisi perawatan kendaraan dan juga beban muatan.

Untuk menghindari kecelakaan lalu lintas terjadi. Apalagi kendaraan digunakan sebagai pengakut barang untuk antar pulau,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/