alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Bareskrim Polri Sudah Jadikan TSK dan Tahan Sejumlah Oknum Bank Mega

DENPASAR-Kasus raibnya dana deposito milik 14 nasabah Bank Mega Cabang Gatot Subroto, Denpasar, Bali senilai Rp 56 miliar terus bergulir.

Terbaru atas kasus dugaan pembobolan dana deposito milik nasabah, dari informasi yang diterima radarbali.id menyebutkan, bahwa penyidik kepolisian dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah memeriksa dan menetapkan sejumlah orang menjadi tersangka dalam kasus ini.

Bahkan tak hanya menetapkan sejumlah tersangka, dari informasi terbaru, penyidik juga telah menahan beberapa orang atau oknum dari pihak Bank Mega yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Seperti disampaikan DR. Munnie Yasmin, SH,.MH.,M.Kn, selaku kuasa hukum 9 (Sembilan) nasabah, Sabtu (27/3).

 “Kami mendapatkan informasi dari pihak Siber Mabes (Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri) bahwa ada yang telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui saluran telepon.

Ditambahkannya, sebelum kabar adanya penetapan sejumlah tersangka, Munnie Yasmin juga menyatakan bahwa, atas kasus ini, penyidik dari Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri juga sempat memeriksa para nasabah atau kliennya.

Baca Juga:  Kontrak Baru Pemain Tunggu Izin Mabes Polri? Begini Kata Bos Yabes

Namun, kata Munnie Yasmin, dari hasil pemeriksaan terhadap kesembilan kliennya (nasabah), ia bersyukur bahwa tak satupun dari kliennya yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dittipidsiber Mabes Polri.

- Advertisement -

“Artinya, hal ini membuktikan bahwa pihak Bank Mega seharusnya segera mengembalikan uang para nasabah ini. Karena dana nasabah yang hilang bukan karena kesalahan nasabah,” tegasnya.

Penegasan ini, dikatakan juga berdasar pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan Pasal 29 menentukan sebagai berikut:

“Pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen yang timbul akibat kesalahan dan/atau kelalaian, pengurus, pegawai Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan/atau pihak ketiga yang bekerja untuk kepentingan Pelaku Usaha Jasa Keuangan”.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan Pasal 35 ayat (1), menentukan bahwa:

Baca Juga:  Terungkap! Widiani Diadili Pakai Laporan Lama Yang Sudah Vonis

“Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib segera menindaklanjuti dan menyelesaikan pengaduan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penerimaan pengaduan.”

Seperti diketahui sebelumnya, penanganan kasus dugaan pembobolan dana deposito milik nasabah Bank Mega Cabang Gatot Subroto, Denpasar Bali oleh penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri ini berdasarkan adanya laporan yang dilakukan pihak Bank Mega pusat.

Bahkan usai pelaporan itu, para nasabah yang diduga menjadi korban pembobolan pada tanggal 16 Desember 2020 sempat diperiksa penyidik.

Sementara atas pelaporan yang dilakukan pihak Bank Mega, pihak nasabah melalui tim kuasa hokum mereka melakukan perlawanan dengan melaporkan Bank Mega kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri pada 22 Januari 2021.

 “Ini sifatnya pengaduan. Petugas masih mengumpulkan bukti-bukti apakah ada unsur tindak pidana atau tidak. Apakah Bank Mega melakukan kesalahan atau tidak?”tukasnya.

- Advertisement -

DENPASAR-Kasus raibnya dana deposito milik 14 nasabah Bank Mega Cabang Gatot Subroto, Denpasar, Bali senilai Rp 56 miliar terus bergulir.

Terbaru atas kasus dugaan pembobolan dana deposito milik nasabah, dari informasi yang diterima radarbali.id menyebutkan, bahwa penyidik kepolisian dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah memeriksa dan menetapkan sejumlah orang menjadi tersangka dalam kasus ini.

Bahkan tak hanya menetapkan sejumlah tersangka, dari informasi terbaru, penyidik juga telah menahan beberapa orang atau oknum dari pihak Bank Mega yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Seperti disampaikan DR. Munnie Yasmin, SH,.MH.,M.Kn, selaku kuasa hukum 9 (Sembilan) nasabah, Sabtu (27/3).

 “Kami mendapatkan informasi dari pihak Siber Mabes (Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri) bahwa ada yang telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui saluran telepon.

Ditambahkannya, sebelum kabar adanya penetapan sejumlah tersangka, Munnie Yasmin juga menyatakan bahwa, atas kasus ini, penyidik dari Dittipidsiber Bareskrim Mabes Polri juga sempat memeriksa para nasabah atau kliennya.

Baca Juga:  Dua Warga tertangkap OTT Tirta Empul, Begini Dalih Penyarikan Manukaya

Namun, kata Munnie Yasmin, dari hasil pemeriksaan terhadap kesembilan kliennya (nasabah), ia bersyukur bahwa tak satupun dari kliennya yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Dittipidsiber Mabes Polri.

“Artinya, hal ini membuktikan bahwa pihak Bank Mega seharusnya segera mengembalikan uang para nasabah ini. Karena dana nasabah yang hilang bukan karena kesalahan nasabah,” tegasnya.

Penegasan ini, dikatakan juga berdasar pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan Pasal 29 menentukan sebagai berikut:

“Pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen yang timbul akibat kesalahan dan/atau kelalaian, pengurus, pegawai Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan/atau pihak ketiga yang bekerja untuk kepentingan Pelaku Usaha Jasa Keuangan”.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/POJK.07/2013 Tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan Pasal 35 ayat (1), menentukan bahwa:

Baca Juga:  Resmi TSK Tapi Tak Ditahan, Polisi Pastikan Proses Hukum Berlanjut

“Pelaku Usaha Jasa Keuangan wajib segera menindaklanjuti dan menyelesaikan pengaduan paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah tanggal penerimaan pengaduan.”

Seperti diketahui sebelumnya, penanganan kasus dugaan pembobolan dana deposito milik nasabah Bank Mega Cabang Gatot Subroto, Denpasar Bali oleh penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri ini berdasarkan adanya laporan yang dilakukan pihak Bank Mega pusat.

Bahkan usai pelaporan itu, para nasabah yang diduga menjadi korban pembobolan pada tanggal 16 Desember 2020 sempat diperiksa penyidik.

Sementara atas pelaporan yang dilakukan pihak Bank Mega, pihak nasabah melalui tim kuasa hokum mereka melakukan perlawanan dengan melaporkan Bank Mega kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri pada 22 Januari 2021.

 “Ini sifatnya pengaduan. Petugas masih mengumpulkan bukti-bukti apakah ada unsur tindak pidana atau tidak. Apakah Bank Mega melakukan kesalahan atau tidak?”tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/