28.7 C
Denpasar
Tuesday, June 6, 2023

Kawal Proses Hukum, Kasus Pembunuhan Tu Pekak Mendapat Perhatian dan Atensi Anggota DPR RI

DENPASAR,radarbali.id –Kasus pengeroyokan, penusukan yang berujung kematian I Putu Eka Astina alias Tu Pekak (22/3/2023) baru lalu, rupanya menjadi perhatian nasional. Buktinya, di sela-sela kunjungan kerja ke Bali, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Mohamad Hekal, mendatangi rumah keluarga mendiang I Putu Eka Astina, 40 alias Tu Pekak, di Denpasar pada Minggu 26 Maret 2023.

Mohamad Hekal didampingi Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah, ketika menyampaikan bela sungkawa ke rumah duka.

Kepada keluarga mendiang Tu Pekak,  Mohamad Hekal menyampaikan duka cita dan menyatakan akan ikut mengawal penanganan kasus tersebut.

Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, mengapresiasi kepedulian Hekal terhadap masyarakat Bali, salah satunya Tu Pekak, yang menjadi korban pengeroyokan dan pembunuhan pada malam Pengerupukan (sehari menjelang Nyepi) di Bali.

Baca Juga:  Kartu Mati, Hindari Penyalahgunaan, Enam Senpi Personel Ditarik

“Intinya pak Hekal menyampaikan duka-cita yang mendalam kepada keluarga korban dan memberikan support (dukungan). Beliau berpesan kepada kami untuk memastikan anak almarhum tidak putus sekolah,” ungkapnya pria yang akrab disapa De Gadjah ini.

Kata De Gadjah, Mohamad Hekal akan ikut memonitor penanganan kasus pembunuhan ini dari pusat dan memastikan hukum berjalan dengan baik serta seadil-adilnya.

“Beliau memberi dukungan kepada keluarga korban. Beliau datang jam 12 siang sebelum ke airport langsung kami dampingi, karena beliau pas berkunjung ke Bali,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini.

Diberitakan sebelumnya, malam pengerupukan jelang hari Raya Suci Nyepi di Jalan Veteran Denpasar Selasa 21 Maret 2023 ternoda.

I Putu Eka Astina, 40 alias Tu Pekak tewas dikeroyok dan ditikam senjata tajam saat menonton ogoh-ogoh bersama anak dan istrinya.

Baca Juga:  Polemik Bola Porsenijar Denpasar, De Gadjah: Seharusnya Kadisdikpora Tegas dan  Tanggung Jawab

Korban ditusuk oleh dua pelaku yang dikenalnya, yakni I Gede Santiana Putra alias De Anggur dan I Dewa Gede Raka Subawa alias BemBem. Korban dan pelaku sama-sama berasal dari Banjar Karang Sari, Dangin Puri Kaja, Denpasar.

Tim Resmob Polresta Denpasar telah menangkap kedua pelaku dan masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menyingkap motif pembunuhan yang diduga direncanakan tersebut.

Istri alm Tu Pekak yakni Ni Nengah Wikarsini sebagai saksi kunci dalam pengeroyokan sadis di tempat umum ini sangat yakin pelaku bukan hanya 2 orang yang sudah ditahan polisi. Wikarsini melihat banyak orang yang ikut mengeroyok suami tercintanya hingga bersimbah darah. Karena itu, pihak keluarga berharap polisi segera menangkap pelaku lain dan menjerat para tersangka dengan hukuman seadil-adilnya. (feb/rid)



DENPASAR,radarbali.id –Kasus pengeroyokan, penusukan yang berujung kematian I Putu Eka Astina alias Tu Pekak (22/3/2023) baru lalu, rupanya menjadi perhatian nasional. Buktinya, di sela-sela kunjungan kerja ke Bali, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Mohamad Hekal, mendatangi rumah keluarga mendiang I Putu Eka Astina, 40 alias Tu Pekak, di Denpasar pada Minggu 26 Maret 2023.

Mohamad Hekal didampingi Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah, ketika menyampaikan bela sungkawa ke rumah duka.

Kepada keluarga mendiang Tu Pekak,  Mohamad Hekal menyampaikan duka cita dan menyatakan akan ikut mengawal penanganan kasus tersebut.

Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, mengapresiasi kepedulian Hekal terhadap masyarakat Bali, salah satunya Tu Pekak, yang menjadi korban pengeroyokan dan pembunuhan pada malam Pengerupukan (sehari menjelang Nyepi) di Bali.

Baca Juga:  BPR Lestari Bali Ajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi

“Intinya pak Hekal menyampaikan duka-cita yang mendalam kepada keluarga korban dan memberikan support (dukungan). Beliau berpesan kepada kami untuk memastikan anak almarhum tidak putus sekolah,” ungkapnya pria yang akrab disapa De Gadjah ini.

Kata De Gadjah, Mohamad Hekal akan ikut memonitor penanganan kasus pembunuhan ini dari pusat dan memastikan hukum berjalan dengan baik serta seadil-adilnya.

“Beliau memberi dukungan kepada keluarga korban. Beliau datang jam 12 siang sebelum ke airport langsung kami dampingi, karena beliau pas berkunjung ke Bali,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini.

Diberitakan sebelumnya, malam pengerupukan jelang hari Raya Suci Nyepi di Jalan Veteran Denpasar Selasa 21 Maret 2023 ternoda.

I Putu Eka Astina, 40 alias Tu Pekak tewas dikeroyok dan ditikam senjata tajam saat menonton ogoh-ogoh bersama anak dan istrinya.

Baca Juga:  Partai Gerindra Bali Tegaskan Komitmen Dukung Koster 2 Periofde, Bidik 6 Kursi Legislatif

Korban ditusuk oleh dua pelaku yang dikenalnya, yakni I Gede Santiana Putra alias De Anggur dan I Dewa Gede Raka Subawa alias BemBem. Korban dan pelaku sama-sama berasal dari Banjar Karang Sari, Dangin Puri Kaja, Denpasar.

Tim Resmob Polresta Denpasar telah menangkap kedua pelaku dan masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menyingkap motif pembunuhan yang diduga direncanakan tersebut.

Istri alm Tu Pekak yakni Ni Nengah Wikarsini sebagai saksi kunci dalam pengeroyokan sadis di tempat umum ini sangat yakin pelaku bukan hanya 2 orang yang sudah ditahan polisi. Wikarsini melihat banyak orang yang ikut mengeroyok suami tercintanya hingga bersimbah darah. Karena itu, pihak keluarga berharap polisi segera menangkap pelaku lain dan menjerat para tersangka dengan hukuman seadil-adilnya. (feb/rid)


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru