alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Dua Residivis Pelaku Pencurian 100 Lembar Kain Sutra Akhirnya Dibekuk

SEMARAPURA-Aksi pencurian ratusan lembar kain sutra jenis mastuli di Toko Yan Busana, Jalan Flamboyan, Klungkung beberapa waktu akhirnya terungkap.

Terbaru, atas kasus ini, anggota polisi dari Satreskrim Polres Gianyar akhirnya berhasil membekuk dua pelaku pencurian.

Dua tersangka pencurian itu, yakni masing-masing Rudolf Dule Roba, 40 asal NTT, dan I Made Mindra, 31 asal Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Keduanya merupakan residivis kasus pencurian. Made Mindra residivis pencurian patung pada tahun 2005, sedangkan Rudolf merupakan residivis pencurian yang baru bebas setelah mendapat asimilasi saat pandemic virus korona

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP. Mirza Gunawan di Mapolres Klungkung, Selasa (26/5) mengungkapkan, aksi pencurian 100 lembar kain sutra jenis mastuli itu dilakukan keduanya di Toko Yan Busana, Kamis (7/5) saat siang hari.

Baca Juga:  Aksi Jambak Terekam CCTV,Kasek SMA Pariwisata Saraswati Sulit Berkelit

Mereka dengan mudahnya mencuri 100 lembar kain itu setelah mengaku-ngaku diminta mengambil kain oleh pemilik toko yang kebetulan tidak ada di toko. Setelah kain terbungkus rapi, mereka pun membawa kabur kain senilai Rp Rp 40 juta tersebut. “Jadi modusnya dengan berpura-pura mengenal pemilik toko. Seolah-olah mereka sudah melakukan pembayaran dengan pemilik toko,” ujarnya.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada di lapangan dan keterangan para saksi, bersama Polda Bali, akhirnya Rudolf berhasil diamankan di kosannya, Jalan Pulau Serangan, Denpasar, Senin (18/5) sekitar pukul 14.00.

Sedangkan Mindra berhasil diamankan di Lapangan Puputan Badung. “Saat akan diamankan, salah satu pelaku (Rudolf) berusaha untuk kabur sehingga kaki kirinya kami tembak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wanita Cantik Ini Lama Jadi Pecandu Kokain, Sasar Warga Asing di Bali

Adapun dari 100 lembar kain yang berhasil dicuri, hanya sekitar 10 lembar saja yang bisa diamankan. Sekitar 90 lembar kain lainnya sudah dijual pelaku di pasar wilayah Gianyar dan juga Bangli. “Keduanya kami jerat dengan Pasal 363 KUHP,” tandasnya.

Sementara itu, Rudolf mengungkapkan awalnya dia ke Klungkung untuk menemui temannya yang dipenjara di Rutan Kelas II B Klungkung.

Saat akan pulang, niat untuk mencuri itu pun muncul karena tuntutan biaya hidup. Sehingga akhirnya dia mengajak Mindra untuk mencuri.

Sementara Mindra yang juga membutuhkan uang akhirnya menyanggupi ajakan Rudolf.

“Saya jual ke pasar kainnya. Uangnya untuk biaya hidup,” ujar Rudolf.



SEMARAPURA-Aksi pencurian ratusan lembar kain sutra jenis mastuli di Toko Yan Busana, Jalan Flamboyan, Klungkung beberapa waktu akhirnya terungkap.

Terbaru, atas kasus ini, anggota polisi dari Satreskrim Polres Gianyar akhirnya berhasil membekuk dua pelaku pencurian.

Dua tersangka pencurian itu, yakni masing-masing Rudolf Dule Roba, 40 asal NTT, dan I Made Mindra, 31 asal Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.

Keduanya merupakan residivis kasus pencurian. Made Mindra residivis pencurian patung pada tahun 2005, sedangkan Rudolf merupakan residivis pencurian yang baru bebas setelah mendapat asimilasi saat pandemic virus korona

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP. Mirza Gunawan di Mapolres Klungkung, Selasa (26/5) mengungkapkan, aksi pencurian 100 lembar kain sutra jenis mastuli itu dilakukan keduanya di Toko Yan Busana, Kamis (7/5) saat siang hari.

Baca Juga:  Ketahuan Bolos, 9 Anggota Polres Klungkung Dihukum Lari dan Pushup

Mereka dengan mudahnya mencuri 100 lembar kain itu setelah mengaku-ngaku diminta mengambil kain oleh pemilik toko yang kebetulan tidak ada di toko. Setelah kain terbungkus rapi, mereka pun membawa kabur kain senilai Rp Rp 40 juta tersebut. “Jadi modusnya dengan berpura-pura mengenal pemilik toko. Seolah-olah mereka sudah melakukan pembayaran dengan pemilik toko,” ujarnya.

Berdasarkan bukti-bukti yang ada di lapangan dan keterangan para saksi, bersama Polda Bali, akhirnya Rudolf berhasil diamankan di kosannya, Jalan Pulau Serangan, Denpasar, Senin (18/5) sekitar pukul 14.00.

Sedangkan Mindra berhasil diamankan di Lapangan Puputan Badung. “Saat akan diamankan, salah satu pelaku (Rudolf) berusaha untuk kabur sehingga kaki kirinya kami tembak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gerebek Balap Liar Saat PPKM, Polsek Densel Amankan Sepuluh Pelajar

Adapun dari 100 lembar kain yang berhasil dicuri, hanya sekitar 10 lembar saja yang bisa diamankan. Sekitar 90 lembar kain lainnya sudah dijual pelaku di pasar wilayah Gianyar dan juga Bangli. “Keduanya kami jerat dengan Pasal 363 KUHP,” tandasnya.

Sementara itu, Rudolf mengungkapkan awalnya dia ke Klungkung untuk menemui temannya yang dipenjara di Rutan Kelas II B Klungkung.

Saat akan pulang, niat untuk mencuri itu pun muncul karena tuntutan biaya hidup. Sehingga akhirnya dia mengajak Mindra untuk mencuri.

Sementara Mindra yang juga membutuhkan uang akhirnya menyanggupi ajakan Rudolf.

“Saya jual ke pasar kainnya. Uangnya untuk biaya hidup,” ujar Rudolf.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/