alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Tersangka Wirianti Akui Gunakan Rp 500 Juta untuk Kebutuhan Harian

SEMARAPURA- Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klungkung telah menetapkan Ketua LPD Desa Adat Dawan Widang Klod, Ni Komang Wirianti sebagai tersangka, pada Selasa (25/5) lalu.

Wirianti ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana penggelapan dana LPD Desa Dawan  Widang Klod senilai Rp 12 miliar.

Selain resmi jadi tersangka, penyidik juga telah menahan Wirianti dan juga menyegel sementara kantor LPD Desa Adat Dawan Widang Klod untuk kepentingan penyidikan.

Seperti dibenarkan Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Arya Seno Wimoko, Kamis (27/5)

Menurutnya, sebelum penetapan status tersangka dan penahanan terhadap Wirianti, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, tersangka secara blak-blakan juga telah mengakui dana LPD ia gunakan untuk kepentingan pribadinya.

Kata AKP Arya Seno, Tersangka Wirianti mengaku telah menggunakan sekitar Rp 500 juta uang LPD untuk keperluan pribadi.

“Dia mengakui menggunakan uang itu untuk kebutuhan sehari-hari. Diambil-ambil saja karena pembukuannya masih tulis-tulis manual. Belum terkomputerisasi. Hanya, secara persis, kami belum mengetahui sejak kapan dana Rp 500 juta itu diambil,” terangnya.

Baca Juga:  [Ironis] Berdalih untuk Biaya Hidup, Remaja Nekat Curi Belasan Aki

Selain itu, kata AKP Arya Seno, pihaknya juga menyatakan bahwa dalam kasus ini,  tidak menutup kemungkinan akan adanya penetapan tersangka lainnya.

Adanya peluang tersangka lain, itu menyudul indikasi kerugian LPD yang cukup besar, yakni sekitar Rp 12 miliar lebih.

“Kami akan melakukan pemeriksaan intensif dari tersangka. Apakah dia menikmati dana tersebut sendiri atau ada orang lain yang ikut menikmati dana tersebut? Termasuk nanti akan kami kembangkan kemana arah larinya dari dana tersebut serta digunakan untuk apa saja. Itu akan kami cari tahu,” jelasnya.

Termasuk, lanjut AKP Arya Seno, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengungkap kasus ini.

Adapun sejumlah pihak yang dimaksud itu, diantaranya LPLPD, bendesa, Pemkab Klungkung dan instansi lainnya.

Baca Juga:  Terungkap, BD Berdalih Sabu Hampir Sekilo Diperoleh dari Napi di Lapas

“Kami juga akan mengundang saksi ahli dari BPK untuk menghitung kerugian sebenarnya. Serta untuk mengetahui aliran dana ke mana dan lain-lain,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, mencuatnya kasus ini, menyusul adanya laporan salah seorang nasabah LPD Desa Adat Dawan Widang Klod, I Kadek Budadarma terhadap Ketua LPD Desa Adat Dawan Widang Klod, Ni Komang Wirianti ke Polres Klungkung.

Sesuai laporan, tersangka diduga melakukan tindak pidana penggelapan dana LPD Desa Adat Dawan Widang Klod.

Dugaan penggelapan itu, setelah tabungan miliknya sebesar Rp 52 juta tidak kunjung dapat ditarik sejak diajukan Februari 2021 hingga saat ini.

Bahkan selain dirinya, ada nasabah lain yang bernasib serupa.

Selanjutnya, atas laporan itu, dari hasil pemeriksaan LPLPD terhadap LPD yang dipimpin Wirianti ditemukan adanya selisih dana sebesar Rp 12 miliar.


SEMARAPURA- Penyidik dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klungkung telah menetapkan Ketua LPD Desa Adat Dawan Widang Klod, Ni Komang Wirianti sebagai tersangka, pada Selasa (25/5) lalu.

Wirianti ditetapkan tersangka atas dugaan tindak pidana penggelapan dana LPD Desa Dawan  Widang Klod senilai Rp 12 miliar.

Selain resmi jadi tersangka, penyidik juga telah menahan Wirianti dan juga menyegel sementara kantor LPD Desa Adat Dawan Widang Klod untuk kepentingan penyidikan.

Seperti dibenarkan Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Arya Seno Wimoko, Kamis (27/5)

Menurutnya, sebelum penetapan status tersangka dan penahanan terhadap Wirianti, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, tersangka secara blak-blakan juga telah mengakui dana LPD ia gunakan untuk kepentingan pribadinya.

Kata AKP Arya Seno, Tersangka Wirianti mengaku telah menggunakan sekitar Rp 500 juta uang LPD untuk keperluan pribadi.

“Dia mengakui menggunakan uang itu untuk kebutuhan sehari-hari. Diambil-ambil saja karena pembukuannya masih tulis-tulis manual. Belum terkomputerisasi. Hanya, secara persis, kami belum mengetahui sejak kapan dana Rp 500 juta itu diambil,” terangnya.

Baca Juga:  Kasus Terkuak ke Publik, LBH Bali Minta Kampus Tak Lakukan Intimidasi

Selain itu, kata AKP Arya Seno, pihaknya juga menyatakan bahwa dalam kasus ini,  tidak menutup kemungkinan akan adanya penetapan tersangka lainnya.

Adanya peluang tersangka lain, itu menyudul indikasi kerugian LPD yang cukup besar, yakni sekitar Rp 12 miliar lebih.

“Kami akan melakukan pemeriksaan intensif dari tersangka. Apakah dia menikmati dana tersebut sendiri atau ada orang lain yang ikut menikmati dana tersebut? Termasuk nanti akan kami kembangkan kemana arah larinya dari dana tersebut serta digunakan untuk apa saja. Itu akan kami cari tahu,” jelasnya.

Termasuk, lanjut AKP Arya Seno, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengungkap kasus ini.

Adapun sejumlah pihak yang dimaksud itu, diantaranya LPLPD, bendesa, Pemkab Klungkung dan instansi lainnya.

Baca Juga:  Kehabisan Duit untuk Pesta Miras, Nekat Curi Dompet Tetangga Kos Pacar

“Kami juga akan mengundang saksi ahli dari BPK untuk menghitung kerugian sebenarnya. Serta untuk mengetahui aliran dana ke mana dan lain-lain,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, mencuatnya kasus ini, menyusul adanya laporan salah seorang nasabah LPD Desa Adat Dawan Widang Klod, I Kadek Budadarma terhadap Ketua LPD Desa Adat Dawan Widang Klod, Ni Komang Wirianti ke Polres Klungkung.

Sesuai laporan, tersangka diduga melakukan tindak pidana penggelapan dana LPD Desa Adat Dawan Widang Klod.

Dugaan penggelapan itu, setelah tabungan miliknya sebesar Rp 52 juta tidak kunjung dapat ditarik sejak diajukan Februari 2021 hingga saat ini.

Bahkan selain dirinya, ada nasabah lain yang bernasib serupa.

Selanjutnya, atas laporan itu, dari hasil pemeriksaan LPLPD terhadap LPD yang dipimpin Wirianti ditemukan adanya selisih dana sebesar Rp 12 miliar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/