alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Ternyata Pengeroyok Sejoli di Denpasar Sempat Menantang agar Lapor Polisi

DENPASAR, radarbali.id – Berakhir sudah pengejaran pelaku pengeroyokan sejoli atau pasangan kekasih di traffic light Simpang Jalan Teuku Umar Barat-Mehendradata, Denpasar Barat (Denbar), Selasa tengah malam (10/5). Ternyata, pelaku pengeroyokan begitu congkak. Mereka sempat menantang agar kedua korban, yakni Lupita Sari, 25, dan kekasihnya Ardensy Anarche Habib Ramadan, 22, melapor polisi.

Kini, tiga pengeroyokan itu pun benar-benar diciduk polisi. Ketiganya adalah Mohamad Fukun Kailani alias Rama, 26, Febrizal Dwi Orayogo alias Rizal, 27, dan Tatak Riki Hidayat, 27. Mereka diamankan di tempat berbeda Kamis (26/4) sekitar pukul 02.00. Tak hanya itu, Mobil Honda Jazz yang ditumpangi para pelaku juga disita jadi barang bukti.

Kapolsek Denbar Kompol I Made Hendra Agustina didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengatakan, setelah mendapatkan laporan, Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat melakukan penyelidikan. Baik keterangan saksi dan CCTV,  pelaku mengarah Mohamad Fukun Kailani alias Rama, 26, Febrizal Dwi Orayogo alias Rizal, 27, dan Tatak Riki Hidayat, 27, setelah plat nomor mobil Jazz dikantongi.

Ada sekitar 350 mobil Jazz yang dilacak di wilayah Hukum Polsek Denbar. Untungnya mobil pelaku mudah teridentifikasi karena perbedaan velg modifikasi yang digunakan. Petugas lalu mengamankan Rizal dan Tatak di sebuah hotel, Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, pada Kamis (26/4) sekitar pukul 02.00. Keduanya diamankan tanpa perlawanan. Saat itu juga, tim mengamankan Rama di tempat tinggalnya, Jalan Padang Udayana, Gang Beji Nomor 10, Denbar.

“Ada dua orang lagi berinisial RWS dan DAS yang satu mobil dengan 3 tersangka. Mereka merupakan residivis kasus narkoba, berstatus sebagai saksi dalam kasus tersebut,” terang Kapolsek sembari menjelaskan bahwa ke dua orang yang diamaksud tidak ikut dalam aksi penganiayaan.

Menurut Hendra Agustina, mereka berdua menjadi saksi lantaran berusaha melerai 3 temannya (pelaku) itu. Kepada penyidik, sebelum melakukan penganiayaan, mereka juga sempat nonton bareng dan minum miras, di tempat yang sama (Nobar) dengan kedua korban.

Karena dalam pengaruh alkohol, alhasil ketika melihat pasang kekasih itu di jalanan, yang para lelaki ini terlibat salah paham di jalanan. “Antara korban dan para pelaku tidak saling kenal. Karena dalam pengaruh alkohol itu sehingga terjadi salah paham. Pikiran yang tak jernih juga spontan memicu penganiayaan,” jelasnya.

Dia menyatakan tiga pelaku dikenakan Pasal 170 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama alias pengeroyokan.

“Mobil Honda Jazz milik salah satu pelaku sudah diamankan sebagai BB,” imbuhnya.

Seperti berita sebelumnya, kejadian bermula ketika Lupita Sari, 25, dan Ardensy Anarche Habib Ramadan, 22, pulang dari nonton bareng sepak bola di angkirangan One Way di Jalan Raya Kesambi, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Keduanya dengan berboncengan mengendarai sepeda motor menuju Pemogan, Denpasar Selatan.

Dalam perjalanan melewati Jalan Teuku Umar Barat, Lupita digoda oleh beberapa laki-laki (pelaku) yang menaiki mobil Honda Jazz warna putih. Hal itu tak dihiraukan, hingga mereka berhenti di tempat kejadian perkara (TKP) karena lampu merah. Begitu juga mobil para pelaku berhenti di samping keduanya. Saat menoleh, korban melihat salah satu lelaki di dalam mobil mengacungkan jari tengah.

Tindakan tersebut lagi-lagi tak dihiraukan. Tanpa diduga, tiga orang pria keluar dari mobil dan langsung memukul Ardensy. Lupita pun segera turun dari motor bermaksud melerai.  Apesnya wanita ini malah dihadiahi bogem mentah juga. Ironisnya saat itu salah satu pelaku menantang dua korban ini untuk melaporkan ke polisi. Mereka sempat menyebut nama daerah tempat tinggal agar lebih mudah dicari sebelum pergi tingggalkan TKP. (dre)



DENPASAR, radarbali.id – Berakhir sudah pengejaran pelaku pengeroyokan sejoli atau pasangan kekasih di traffic light Simpang Jalan Teuku Umar Barat-Mehendradata, Denpasar Barat (Denbar), Selasa tengah malam (10/5). Ternyata, pelaku pengeroyokan begitu congkak. Mereka sempat menantang agar kedua korban, yakni Lupita Sari, 25, dan kekasihnya Ardensy Anarche Habib Ramadan, 22, melapor polisi.

Kini, tiga pengeroyokan itu pun benar-benar diciduk polisi. Ketiganya adalah Mohamad Fukun Kailani alias Rama, 26, Febrizal Dwi Orayogo alias Rizal, 27, dan Tatak Riki Hidayat, 27. Mereka diamankan di tempat berbeda Kamis (26/4) sekitar pukul 02.00. Tak hanya itu, Mobil Honda Jazz yang ditumpangi para pelaku juga disita jadi barang bukti.

Kapolsek Denbar Kompol I Made Hendra Agustina didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengatakan, setelah mendapatkan laporan, Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat melakukan penyelidikan. Baik keterangan saksi dan CCTV,  pelaku mengarah Mohamad Fukun Kailani alias Rama, 26, Febrizal Dwi Orayogo alias Rizal, 27, dan Tatak Riki Hidayat, 27, setelah plat nomor mobil Jazz dikantongi.

Ada sekitar 350 mobil Jazz yang dilacak di wilayah Hukum Polsek Denbar. Untungnya mobil pelaku mudah teridentifikasi karena perbedaan velg modifikasi yang digunakan. Petugas lalu mengamankan Rizal dan Tatak di sebuah hotel, Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, pada Kamis (26/4) sekitar pukul 02.00. Keduanya diamankan tanpa perlawanan. Saat itu juga, tim mengamankan Rama di tempat tinggalnya, Jalan Padang Udayana, Gang Beji Nomor 10, Denbar.

“Ada dua orang lagi berinisial RWS dan DAS yang satu mobil dengan 3 tersangka. Mereka merupakan residivis kasus narkoba, berstatus sebagai saksi dalam kasus tersebut,” terang Kapolsek sembari menjelaskan bahwa ke dua orang yang diamaksud tidak ikut dalam aksi penganiayaan.

Menurut Hendra Agustina, mereka berdua menjadi saksi lantaran berusaha melerai 3 temannya (pelaku) itu. Kepada penyidik, sebelum melakukan penganiayaan, mereka juga sempat nonton bareng dan minum miras, di tempat yang sama (Nobar) dengan kedua korban.

Karena dalam pengaruh alkohol, alhasil ketika melihat pasang kekasih itu di jalanan, yang para lelaki ini terlibat salah paham di jalanan. “Antara korban dan para pelaku tidak saling kenal. Karena dalam pengaruh alkohol itu sehingga terjadi salah paham. Pikiran yang tak jernih juga spontan memicu penganiayaan,” jelasnya.

Dia menyatakan tiga pelaku dikenakan Pasal 170 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama alias pengeroyokan.

“Mobil Honda Jazz milik salah satu pelaku sudah diamankan sebagai BB,” imbuhnya.

Seperti berita sebelumnya, kejadian bermula ketika Lupita Sari, 25, dan Ardensy Anarche Habib Ramadan, 22, pulang dari nonton bareng sepak bola di angkirangan One Way di Jalan Raya Kesambi, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Keduanya dengan berboncengan mengendarai sepeda motor menuju Pemogan, Denpasar Selatan.

Dalam perjalanan melewati Jalan Teuku Umar Barat, Lupita digoda oleh beberapa laki-laki (pelaku) yang menaiki mobil Honda Jazz warna putih. Hal itu tak dihiraukan, hingga mereka berhenti di tempat kejadian perkara (TKP) karena lampu merah. Begitu juga mobil para pelaku berhenti di samping keduanya. Saat menoleh, korban melihat salah satu lelaki di dalam mobil mengacungkan jari tengah.

Tindakan tersebut lagi-lagi tak dihiraukan. Tanpa diduga, tiga orang pria keluar dari mobil dan langsung memukul Ardensy. Lupita pun segera turun dari motor bermaksud melerai.  Apesnya wanita ini malah dihadiahi bogem mentah juga. Ironisnya saat itu salah satu pelaku menantang dua korban ini untuk melaporkan ke polisi. Mereka sempat menyebut nama daerah tempat tinggal agar lebih mudah dicari sebelum pergi tingggalkan TKP. (dre)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/