alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Takut Kena Bayaran Mahal, Terdakwa Tolak Tawaran Pengacara Dari Hakim

NEGARA – Dewa Putu Mahadi Putra, 42, terdakwa kasus penyalahguna narkotika, ini menolak tawaran majelis hakim untuk menunjuk pengacara pendamping atau penasihat hukum (PH).

Pasalnya menurut majelis hakim, terdakwa berhak mendapat pendamping karena didakwa dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling lama 12 tahun pidana penjara.

Ketua Majelis Hakim Fakhrudin Said Ngaji, didampingi dua anggota Mohammad Hasanudin Hefni dan Alfan Firdausi Kurniawan, sebelumnya bertanya pada terdakwa mengenai kuasa hukum pendamping. Terdakwa menyebut I Wayan Sudarsana sebagai kuasa hukum pendamping saat proses penyidikan di Polres Jembrana. “Sekarang sudah tidak bisa dihubungi,” ujar terdakwa, saat sidang dakwaan kemarin (26/6).

Baca Juga:  Pencurian Pratima di Pura Dalem, PHDI Curigai Pelaku Jaringan Khusus

Karena itu, hakim ketua menyampaikan pada terdakwa agar di dampingi kuasa hukum yang ditunjuk Pengadilan Negeri (PN) Negara, karena dakwaan mengenai pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 12 tahun pidana penjara.

 “Tidak perlu yang mulia,” terangnya.

Hakim kembali menegaskan bahwa terdakwa berhak mendapat kuasa hukum yang dibiayai oleh negara. Jadi, terdakwa tidak perlu membayar kuasa hukum alias gratis. Namun terdakwa tetap penolak tawaran tersebut dengan alasan akan menghadapi pengadilan sendiri.

Sementara itu, dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penutut Umum (JPU) Gedion Ardana Reswari, pria asal Desa Batuagung tersebut ditangkap Satresnarkoba Polres Jembrana di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Baler Bale Agung, pada bulan April lalu. Sebelum ditangkap, polisi sudah mencurigai terdakwa yang bertransaksi di areal Gedung Kesenian Ir. Soekarno dengan seseorang yang bernama Dewa.

Baca Juga:  Kocak Bin Apes, Saat Mau Angkut Sapi Curian, Eh Sapinya Malah Lepas

Terdakwa membeli satu paket sabu-sabu dari Dewa yang saat ini masih dalam pengejaran polisi tersebut Rp 150 ribu, dengan berat bersih sabu-sabu, 0,21 gram bruto. Kemudian terdakwa mengambil sabu-sabu satu jam kemudian di lapangan umum negara. Saat memastikan sabu-sabu tersebut, terdakwa ditangkap polisi.



NEGARA – Dewa Putu Mahadi Putra, 42, terdakwa kasus penyalahguna narkotika, ini menolak tawaran majelis hakim untuk menunjuk pengacara pendamping atau penasihat hukum (PH).

Pasalnya menurut majelis hakim, terdakwa berhak mendapat pendamping karena didakwa dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling lama 12 tahun pidana penjara.

Ketua Majelis Hakim Fakhrudin Said Ngaji, didampingi dua anggota Mohammad Hasanudin Hefni dan Alfan Firdausi Kurniawan, sebelumnya bertanya pada terdakwa mengenai kuasa hukum pendamping. Terdakwa menyebut I Wayan Sudarsana sebagai kuasa hukum pendamping saat proses penyidikan di Polres Jembrana. “Sekarang sudah tidak bisa dihubungi,” ujar terdakwa, saat sidang dakwaan kemarin (26/6).

Baca Juga:  Duh! Dibui 3 Bulan, Residivis Kasus Pencurian Cengkih Tertawa Ngakak

Karena itu, hakim ketua menyampaikan pada terdakwa agar di dampingi kuasa hukum yang ditunjuk Pengadilan Negeri (PN) Negara, karena dakwaan mengenai pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling lama 12 tahun pidana penjara.

 “Tidak perlu yang mulia,” terangnya.

Hakim kembali menegaskan bahwa terdakwa berhak mendapat kuasa hukum yang dibiayai oleh negara. Jadi, terdakwa tidak perlu membayar kuasa hukum alias gratis. Namun terdakwa tetap penolak tawaran tersebut dengan alasan akan menghadapi pengadilan sendiri.

Sementara itu, dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penutut Umum (JPU) Gedion Ardana Reswari, pria asal Desa Batuagung tersebut ditangkap Satresnarkoba Polres Jembrana di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Baler Bale Agung, pada bulan April lalu. Sebelum ditangkap, polisi sudah mencurigai terdakwa yang bertransaksi di areal Gedung Kesenian Ir. Soekarno dengan seseorang yang bernama Dewa.

Baca Juga:  Pria NTT Dikeroyok di Bendungan Tanah Kilap, Patah Rahang & Kritis

Terdakwa membeli satu paket sabu-sabu dari Dewa yang saat ini masih dalam pengejaran polisi tersebut Rp 150 ribu, dengan berat bersih sabu-sabu, 0,21 gram bruto. Kemudian terdakwa mengambil sabu-sabu satu jam kemudian di lapangan umum negara. Saat memastikan sabu-sabu tersebut, terdakwa ditangkap polisi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/