alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Trauma Berat, Candrika Masih Ketakutan ke Kamar Mandi Sendirian

KARANGASEM-Sejak keluar dari RSAD Udayana di Denpasar, pada 13 Juni 2019 lalu, Ni Kadek Candrika Mirani, 21, tak lagi tinggal di Denpasar.

 

Bajang jegeg korban penganiayaan sadis oknum driver ojek online (ojol) Dwi Aprianto, 32, ini kini tinggal menumpang di rumah neneknya di kampung Abang Kaler, Desa Abang, Karangasem.

 

Bahkan sejak berada di kampung, dari tempat kerjanya, Candrika masih diberikan cuti selama tiga bulan .

 

Meski begitu, ketika masa cuti habis, status kontrak perempuan yang bekerja sebagai pramuniaga di salah satu toko modern itu juga selesai.

 

Dia pun mengaku khawatir, karena akan kehilangan pekerjaan sebelumnya.

 

Sisi lain, Candrika juga minder karena tampil dengan rambut pelontos.

Baca Juga:  Perkosa Karyawan Tiara Dewata, Driver Ojol Diganjar 6 Tahun Penjara

 

Candrika sendiri mengaku masih trauma dengan kejadian ini. dia masih ingat betul bagimana saat pelaku melompat dari tembok dan berusaha memeluknya.

 

Saking traumanya, ke kamar mandi pun ia mengaku masih minta diantar ibu dan saudara saudaranya. Tidur sendiri kalau dikamar pun dia tidak mau. “Tidur sebentar aja dikamar langsung teriak takut,” ujar

Sang ibu Ni Wayan Ritasari didampngi ayahnya Putu Tolis.

Sang ibu sendiri mengaku sempat jengkel dengan pelaku. Bahkan ingin sekali menggigitnya jika ketemu.

“Saya sangat jengkel sama pelaku, kok tega teganya memperlakukan anak saya seperti itu, emang apa salahnya. Saya sendiri dengan ayahnya tidak pernah mengasarinya,” ujarnya sedih.

Baca Juga:  Hisap Tiga Batang Ganja Titipan, Tukang Sofa Terancam 20 Tahun Bui

 

Atas kejadian ini dirinya berencana akan bekerja di Karangasem saja. Dia mengaku trauma bekerja di Denpasar lagi seraya berharap bisa ada membantu untuk menampung dia bekerja di Karangasem.

Saat ini dia mengaku masih kaku pada tangan kirinya. Ini karena diduga tusukan gunting sempat mengenai bagian tulang. “Belum bisa digerakan leluasa,” ujarnya.

 

 



KARANGASEM-Sejak keluar dari RSAD Udayana di Denpasar, pada 13 Juni 2019 lalu, Ni Kadek Candrika Mirani, 21, tak lagi tinggal di Denpasar.

 

Bajang jegeg korban penganiayaan sadis oknum driver ojek online (ojol) Dwi Aprianto, 32, ini kini tinggal menumpang di rumah neneknya di kampung Abang Kaler, Desa Abang, Karangasem.

 

Bahkan sejak berada di kampung, dari tempat kerjanya, Candrika masih diberikan cuti selama tiga bulan .

 

Meski begitu, ketika masa cuti habis, status kontrak perempuan yang bekerja sebagai pramuniaga di salah satu toko modern itu juga selesai.

 

Dia pun mengaku khawatir, karena akan kehilangan pekerjaan sebelumnya.

 

Sisi lain, Candrika juga minder karena tampil dengan rambut pelontos.

Baca Juga:  Minta Serahkan Diri, Adik Korban Penyekapan Ungkap Kekerasan Pelaku

 

Candrika sendiri mengaku masih trauma dengan kejadian ini. dia masih ingat betul bagimana saat pelaku melompat dari tembok dan berusaha memeluknya.

 

Saking traumanya, ke kamar mandi pun ia mengaku masih minta diantar ibu dan saudara saudaranya. Tidur sendiri kalau dikamar pun dia tidak mau. “Tidur sebentar aja dikamar langsung teriak takut,” ujar

Sang ibu Ni Wayan Ritasari didampngi ayahnya Putu Tolis.

Sang ibu sendiri mengaku sempat jengkel dengan pelaku. Bahkan ingin sekali menggigitnya jika ketemu.

“Saya sangat jengkel sama pelaku, kok tega teganya memperlakukan anak saya seperti itu, emang apa salahnya. Saya sendiri dengan ayahnya tidak pernah mengasarinya,” ujarnya sedih.

Baca Juga:  Bobol SMPN 3, Cuma Dapat Recehan, Pemuda Asal Yogyakarta Diciduk Waker

 

Atas kejadian ini dirinya berencana akan bekerja di Karangasem saja. Dia mengaku trauma bekerja di Denpasar lagi seraya berharap bisa ada membantu untuk menampung dia bekerja di Karangasem.

Saat ini dia mengaku masih kaku pada tangan kirinya. Ini karena diduga tusukan gunting sempat mengenai bagian tulang. “Belum bisa digerakan leluasa,” ujarnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/