alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Dua Kelompok Buruh Asal Sumba Bentrok, Diciduk, Tangan – Kaki Dirantai

GIANYAR – Hanya karena saling pandang, dua kelompok buruh asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlibat bentrok, Selasa (23/7) lalu di Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang.

Yang membuat ngeri, saat mereka bentrok sama-sama bersenjatakan batu, kayu, parang dan belati. Akibatnya, mereka sama-sama terluka.

Bahkan, 6 motor dari kelompok itu rusak parah. Kini 13 buruh itu mendekam di jeruji besi dengan kondisi tangan dan kaki dirantai.

Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengakui jika bentrok dipicu masalah sepele. “Ini salah paham.

Salah satu dari masing-masing kelompok awalnya saling pandang. Padahal mereka ini semua dari satu kecamatan,” ujar AKBP Priyanto, kemarin.

Awalnya, Yacob Pungo dengan Susanto Rangga Dari terlibat saling pandang di satu tempat. Salah paham itu berujung saling tantang melalui telpon.

Baca Juga:  Gelapkan Dana BPJS Milik Karyawan, Mantan Manajer Diganjar 1,5 Tahun

“Mereka ini saling kenal. Lalu menantang di telpon,” jelasnya. Kelompok Yacob berjumlah 6 orang, merupakan buruh yang bekerja di proyek Banjar Bangkiangsidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang.

Sedangkan, kelompok Susanto Rangga Dari, buruh yang bekerja di proyek Desa Sayan, Kecamatan Ubud.

Bentrok sebetulnya sudah direncanakan sejak hari Minggu lalu (21/7). Kedua kelompok sempat saling mencari ke lokasi proyek masing-masing.

Karena tidak bertemu, mereka kembali lagi. Bahkan, saat kedua kelompok bertemu di Keliki, sempat dihalau pecalang.

Akhirnya kelompok Yacob mendatangi kelompok Susanto di proyek Sayan, Kecamatan Ubud. Ternyata perkelahian tidak seimbang. Susanto dikeroyok kelompok Yacob.

Susanto pun lari dan berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh pekerja lainnya asal Jawa dan menyuruh kelompok Yacob untuk pulang.

Tidak terima dirinya dikeroyok, Susanto bersama 11 rekannya berniat balas dendam dengan menyerang Yacob ke Bangkiangsidem.

Baca Juga:  Susul Sekretaris, Ketua dan Bendahara LPD Belumbang Dikerangkeng

Kelompok Susanto melengkapi dirinya dengan beberapa senjata tajam.  Setiba di Bangkiangsidem, kelompok Yacob ternyata sudah siap menghadang kelompok Susanto.

Bentrok pun pecah. Kelompok Susanto dilempari batu hingga lari kocar-kacir ke arah sawah. Susanto sendiri tidak bisa melarikan diri dan dikeroyok lagi oleh 2 orang dari kelompok Yacob.

Selanjutnya, warga Bangkiangseidem yang gerah langsung mengamankan kelompok Susanto Rangga Dari.

Saat kelompok Susanto diamankan warga, kelompok Yacob malah melampiaskan amarahnya ke sepeda motor yang digunakan oleh kelompok Susanto.

Akhirnya, aparat kepolisian yang menerima laporan mendatangi lokasi kejadian. “Langsung kami amankan para pelaku ini. Para pelaku ini saling lapor. Para pelapornya juga kami tetapkan tersangka,” jelasnya.



GIANYAR – Hanya karena saling pandang, dua kelompok buruh asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) terlibat bentrok, Selasa (23/7) lalu di Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang.

Yang membuat ngeri, saat mereka bentrok sama-sama bersenjatakan batu, kayu, parang dan belati. Akibatnya, mereka sama-sama terluka.

Bahkan, 6 motor dari kelompok itu rusak parah. Kini 13 buruh itu mendekam di jeruji besi dengan kondisi tangan dan kaki dirantai.

Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengakui jika bentrok dipicu masalah sepele. “Ini salah paham.

Salah satu dari masing-masing kelompok awalnya saling pandang. Padahal mereka ini semua dari satu kecamatan,” ujar AKBP Priyanto, kemarin.

Awalnya, Yacob Pungo dengan Susanto Rangga Dari terlibat saling pandang di satu tempat. Salah paham itu berujung saling tantang melalui telpon.

Baca Juga:  Gandeng Tokoh Masyarakat, Polres Gianyar Bentuk WA Grup Peristiwa

“Mereka ini saling kenal. Lalu menantang di telpon,” jelasnya. Kelompok Yacob berjumlah 6 orang, merupakan buruh yang bekerja di proyek Banjar Bangkiangsidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang.

Sedangkan, kelompok Susanto Rangga Dari, buruh yang bekerja di proyek Desa Sayan, Kecamatan Ubud.

Bentrok sebetulnya sudah direncanakan sejak hari Minggu lalu (21/7). Kedua kelompok sempat saling mencari ke lokasi proyek masing-masing.

Karena tidak bertemu, mereka kembali lagi. Bahkan, saat kedua kelompok bertemu di Keliki, sempat dihalau pecalang.

Akhirnya kelompok Yacob mendatangi kelompok Susanto di proyek Sayan, Kecamatan Ubud. Ternyata perkelahian tidak seimbang. Susanto dikeroyok kelompok Yacob.

Susanto pun lari dan berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh pekerja lainnya asal Jawa dan menyuruh kelompok Yacob untuk pulang.

Tidak terima dirinya dikeroyok, Susanto bersama 11 rekannya berniat balas dendam dengan menyerang Yacob ke Bangkiangsidem.

Baca Juga:  Tak Keluar, Didobrak, Bule Inggris Ditemukan Tewas Bugil di Vila

Kelompok Susanto melengkapi dirinya dengan beberapa senjata tajam.  Setiba di Bangkiangsidem, kelompok Yacob ternyata sudah siap menghadang kelompok Susanto.

Bentrok pun pecah. Kelompok Susanto dilempari batu hingga lari kocar-kacir ke arah sawah. Susanto sendiri tidak bisa melarikan diri dan dikeroyok lagi oleh 2 orang dari kelompok Yacob.

Selanjutnya, warga Bangkiangseidem yang gerah langsung mengamankan kelompok Susanto Rangga Dari.

Saat kelompok Susanto diamankan warga, kelompok Yacob malah melampiaskan amarahnya ke sepeda motor yang digunakan oleh kelompok Susanto.

Akhirnya, aparat kepolisian yang menerima laporan mendatangi lokasi kejadian. “Langsung kami amankan para pelaku ini. Para pelaku ini saling lapor. Para pelapornya juga kami tetapkan tersangka,” jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/