alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Ipung Marah saat Gadis SD di Badung Korban Perkosaan Disebut Jual Diri

BADUNG – Para pelaku perkosaan terhadap gadis SD (sekolah dasar) di Kecamatan Abiansemal, Badung ternyata sempat membuat alibi terkait perbuatannya.

 

Mereka mengaku tidak memperkosa korban. Dalihnya, korban yang masih berusia 11 tahun itu yang menjual diri.

 

Hal itu diungkap pendamping hukum korban, Siti Sapurah. Dia menyatakan, yang membuat miris dan  menyakitkan lagi, para pelaku mengatakan korban jual diri. Pada saat digilir kedua kalinya dikatakan para pelaku membayar korban.

 

“Saya marah sekali dengan para pelaku mengatakan korban jual diri,” tandas Ipung, sapaan Siti Sapurah.

- Advertisement -

 

Lebih lanjut Ipung mengungkapkan para pelaku mengaku sebagai anggota Ormas. Bahkan para pelaku  mengintimidasi bapak korban. Mereka memaksa untuk menyelesaikan masalah itu secara damai.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Dampingi Wapres Ma'ruf Amin Dukung UMKM Bali

Untungnya paman korban melakukan pembelaan saat bapak korban diintimidasi.

 

Ipung pun berharap penyidik Polres Badung menjerat para pelaku seberat-beratnya. Yakni menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak secara maksimal untuk membuat efek jera terhadap pelaku.

 

“Apapun alasannya kejahatan seksual terhadap anak harus segera diproses,” kata Ipung.

Diketahui, setelah ketahuan memperkosa korban, para pelaku didatangi ayah korban, PS, 40. Mereka pun mengakui telah menyetubuhi dengan korban yang masih kelas VI SD tersebut.

 

Pengakuan pelaku Kaplik membuat sang ayah naik pitam. Keributan berhasil terhindarkan karena ada warga yang melerai, dan keluarga  korban memilih untuk melapor.

Namun, upaya yang akan dilakukan korban mendapat hambatan dari pelaku. Setelah insiden terungkap, pelaku malah datang disebut dengan arogan bersama banyak temannya dan dari mulut mereka menebar aroma minuman beralkohol.

Baca Juga:  Gudang Elektronik Terbakar Saat Ditinggal Tangkil ke Pura Besakih

 

Mereka pun mengaku dari ormas. Para pelaku juga mengajak mediasi agar mau berdamai. Namun, akhirnya melapor ke Polres Badung dan ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) pada Senin (23/8).

 

Saat ini Polres Badung telah mengamankan tiga orang. Satu orang lagi masih buron. Dari tiga orang yang diamankan, dia orang diduga sebagai pelaku, dan satu lagi masih bertatus saksi.

 

- Advertisement -

BADUNG – Para pelaku perkosaan terhadap gadis SD (sekolah dasar) di Kecamatan Abiansemal, Badung ternyata sempat membuat alibi terkait perbuatannya.

 

Mereka mengaku tidak memperkosa korban. Dalihnya, korban yang masih berusia 11 tahun itu yang menjual diri.

 

Hal itu diungkap pendamping hukum korban, Siti Sapurah. Dia menyatakan, yang membuat miris dan  menyakitkan lagi, para pelaku mengatakan korban jual diri. Pada saat digilir kedua kalinya dikatakan para pelaku membayar korban.

 

“Saya marah sekali dengan para pelaku mengatakan korban jual diri,” tandas Ipung, sapaan Siti Sapurah.

 

Lebih lanjut Ipung mengungkapkan para pelaku mengaku sebagai anggota Ormas. Bahkan para pelaku  mengintimidasi bapak korban. Mereka memaksa untuk menyelesaikan masalah itu secara damai.

Baca Juga:  Pembawa Ekstasi Dalam Kemasan Bungkus Kopi Instan Dibui 10 Tahun

Untungnya paman korban melakukan pembelaan saat bapak korban diintimidasi.

 

Ipung pun berharap penyidik Polres Badung menjerat para pelaku seberat-beratnya. Yakni menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak secara maksimal untuk membuat efek jera terhadap pelaku.

 

“Apapun alasannya kejahatan seksual terhadap anak harus segera diproses,” kata Ipung.

Diketahui, setelah ketahuan memperkosa korban, para pelaku didatangi ayah korban, PS, 40. Mereka pun mengakui telah menyetubuhi dengan korban yang masih kelas VI SD tersebut.

 

Pengakuan pelaku Kaplik membuat sang ayah naik pitam. Keributan berhasil terhindarkan karena ada warga yang melerai, dan keluarga  korban memilih untuk melapor.

Namun, upaya yang akan dilakukan korban mendapat hambatan dari pelaku. Setelah insiden terungkap, pelaku malah datang disebut dengan arogan bersama banyak temannya dan dari mulut mereka menebar aroma minuman beralkohol.

Baca Juga:  Pemkab Badung Terus Obok-Obok┬áToko Modern Cari Produk Kinder Joy

 

Mereka pun mengaku dari ormas. Para pelaku juga mengajak mediasi agar mau berdamai. Namun, akhirnya melapor ke Polres Badung dan ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) pada Senin (23/8).

 

Saat ini Polres Badung telah mengamankan tiga orang. Satu orang lagi masih buron. Dari tiga orang yang diamankan, dia orang diduga sebagai pelaku, dan satu lagi masih bertatus saksi.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/