alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Tukang Parkir Tewas dengan 15 Tusukan, Ternyata Korban Asisten TSK

DENPASAR – Kematian tukang parkir Ketut Pasek Mas, 36, di tangan I Wayan Siki, 65, di depan Kantor TIKI di Jalan Kapten Regug No 1, Denpasar Timur, Rabu (26/9) kemarin begitu tragis.

Berdasar rekaman CCTV terekam jelas korban ditusuk secara membabi buta menggunakan pisau oleh pelaku Wayan Siki.

Berdasar tayangan CCTV berdurasi 38 detik, terlihat pelaku sedang bekerja mengatur parkiran di bagian timur. Saat itu, ada seorang pengguna jasa TIKI hendak pulang.

Pelaku mendekat lalu sempat menarik mundur motor dikendarai oknum pengguna TIKI. Usai membayar parkir ke pelaku, pengendara motor tersebut lalu pergi.

Pelaku yang mengenakan seragam PD Parkir dan topi coboy ini lalu melangkah dan bergeser ke depan, tepatnya di pinggir jalan sejajar dengan trotoar lalu menoleh sedikit mengintip ke arah korban yang sedang berjalan dari bagian barat menuju timur.

Setelah korban mendekat, pelaku dengan gerak pura-pura tidak tahu, mempersiapkan aksi kejinya.

Setelah korban mendekat, pelaku langsung mengambil pisau yang disisipkan di antara celana dan pinggang bagian belakang dan menyerang korban secara membabi buta.

Tusukan pertama, kedua dan ke tiga ditancapkan di bagian perut korban. Tusukan ke empat di bagian punggung dan tusukan selanjutnya yakni ke 5 hingga ke 15 di arahkan

ke bagian perut dan dada hingga topi koboi korban yang sama modelnya dengan topi pelaku terlepas dari kepala dan melayang ke arah barat.

Korban pun jatuh terkapar dan tewas di depan Kantor TIKI. Dalam video ini, korban hanya berusaha menangkis namun fisik dan tenaga pelaku tak bisa dibendung.

Korban di tusuk dengan cara di giring dari trotoar ke depan TIKI hingga ke halaman tengah parkiran kantor TIKI.

Korban sempat meronta dan bergeser, namun apa daya tangan kiri pelaku memegang tangan kanan korban.  Dengan tangan kanannya pelaku terus mengayunkan tusukan hingga korban lemas, jatuh dan tewas di TKP.

Tusukan itu baru dihentikan ketika korban lemas dan jatuh. Setelah itu pelaku pergi meninggalkan TKP.

“Ya, memang membabi buta lantaran kesal. Pelaku merasa ditipu oleh korban bahwa lahan itu sudah diambil oleh pecalang. Padahal sebenarnya tidak,” beber sumber menirukan ucapan pelaku.

Menurut sumber, pelaku bekerja lebih dahulu di TKP sejak beberapa tahun lalu. Berdasar jalannya waktu, pelaku menyuruh korban untuk menjadi asisten parkir.

“Ya, korban ini awalnya asisten parkirnya pelaku. Di saat pelaku ada upacara, korban yang menggantikan posisi pelaku,” imbuhnya.

Keduanya sempat terlibat cekcok mulut lantaran lahan beberapa bulan lalu sebelum terjadi peristiwa ini. Pelaku sempat marah besar.

Setelah itu, keduanya baikan dan akhirnya mereka sepakat jaga shift-shift-an.  “Ya. Korban dari pagi sampai jam 13.00. Pelaku seterusnya sampai TIKI tutup.

Saat kejadian, korban masih nongkrong di warung sebelah TKP. Ketika hendak kembali dan beristirahat sejenak di TKP, langsung di tusuk oleh pelaku hingga tewas,” ungkap sumber.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Timur Iptu Aryoseno Wimoko mengatakan, korban mengalami banyak tusukan. Bahkan ibu jari pelaku pun mengalami luka.



DENPASAR – Kematian tukang parkir Ketut Pasek Mas, 36, di tangan I Wayan Siki, 65, di depan Kantor TIKI di Jalan Kapten Regug No 1, Denpasar Timur, Rabu (26/9) kemarin begitu tragis.

Berdasar rekaman CCTV terekam jelas korban ditusuk secara membabi buta menggunakan pisau oleh pelaku Wayan Siki.

Berdasar tayangan CCTV berdurasi 38 detik, terlihat pelaku sedang bekerja mengatur parkiran di bagian timur. Saat itu, ada seorang pengguna jasa TIKI hendak pulang.

Pelaku mendekat lalu sempat menarik mundur motor dikendarai oknum pengguna TIKI. Usai membayar parkir ke pelaku, pengendara motor tersebut lalu pergi.

Pelaku yang mengenakan seragam PD Parkir dan topi coboy ini lalu melangkah dan bergeser ke depan, tepatnya di pinggir jalan sejajar dengan trotoar lalu menoleh sedikit mengintip ke arah korban yang sedang berjalan dari bagian barat menuju timur.

Setelah korban mendekat, pelaku dengan gerak pura-pura tidak tahu, mempersiapkan aksi kejinya.

Setelah korban mendekat, pelaku langsung mengambil pisau yang disisipkan di antara celana dan pinggang bagian belakang dan menyerang korban secara membabi buta.

Tusukan pertama, kedua dan ke tiga ditancapkan di bagian perut korban. Tusukan ke empat di bagian punggung dan tusukan selanjutnya yakni ke 5 hingga ke 15 di arahkan

ke bagian perut dan dada hingga topi koboi korban yang sama modelnya dengan topi pelaku terlepas dari kepala dan melayang ke arah barat.

Korban pun jatuh terkapar dan tewas di depan Kantor TIKI. Dalam video ini, korban hanya berusaha menangkis namun fisik dan tenaga pelaku tak bisa dibendung.

Korban di tusuk dengan cara di giring dari trotoar ke depan TIKI hingga ke halaman tengah parkiran kantor TIKI.

Korban sempat meronta dan bergeser, namun apa daya tangan kiri pelaku memegang tangan kanan korban.  Dengan tangan kanannya pelaku terus mengayunkan tusukan hingga korban lemas, jatuh dan tewas di TKP.

Tusukan itu baru dihentikan ketika korban lemas dan jatuh. Setelah itu pelaku pergi meninggalkan TKP.

“Ya, memang membabi buta lantaran kesal. Pelaku merasa ditipu oleh korban bahwa lahan itu sudah diambil oleh pecalang. Padahal sebenarnya tidak,” beber sumber menirukan ucapan pelaku.

Menurut sumber, pelaku bekerja lebih dahulu di TKP sejak beberapa tahun lalu. Berdasar jalannya waktu, pelaku menyuruh korban untuk menjadi asisten parkir.

“Ya, korban ini awalnya asisten parkirnya pelaku. Di saat pelaku ada upacara, korban yang menggantikan posisi pelaku,” imbuhnya.

Keduanya sempat terlibat cekcok mulut lantaran lahan beberapa bulan lalu sebelum terjadi peristiwa ini. Pelaku sempat marah besar.

Setelah itu, keduanya baikan dan akhirnya mereka sepakat jaga shift-shift-an.  “Ya. Korban dari pagi sampai jam 13.00. Pelaku seterusnya sampai TIKI tutup.

Saat kejadian, korban masih nongkrong di warung sebelah TKP. Ketika hendak kembali dan beristirahat sejenak di TKP, langsung di tusuk oleh pelaku hingga tewas,” ungkap sumber.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Timur Iptu Aryoseno Wimoko mengatakan, korban mengalami banyak tusukan. Bahkan ibu jari pelaku pun mengalami luka.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/