alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Temukan Ekstasi di Room 821, Polisi Periksa Bos & GM Platinum Karaoke

DENPASAR – Bos Platinum Karaoke David Wijaya dan Genaral Manajer Rudi Hadi Purwanto akhirnya diperiksa secara maraton oleh penyidik Satresnarkoba Polresta Denpasar.

Mereka diperiksa sejak pukul 10.00 hingga 13.30 Wita kemarin. Ketiganya yang sama-sama dicecar 15 pertanyaan itu mengaku tidak tahu menahu dengan keberadaan ekstasi di room 821.

Penyidik sendiri masih mendalami keberadaan barang haram itu. Karena pemandu lagu (PL) berinisial BG  dan security Platinum Karaoke berinisial M, tidak terbukti sebagai pemilik narkoba.

Sehingga pemilik tempat dugem di Sesetan, Denpasar Selatan, bernama David Wijaya dan GM bernama Rudi Hadi Purwanto ikut di seret ke kantor Polisi.

“Maaf wartawan tidak diijinkan untuk masuk dan mengambil gambar saat di periksa. Yang di panggil dan di mintai keterangan ada tiga orang.

Baca Juga:  Tercium Bau Alkohol di Mulut Korban Tewas, Polisi Buru BB yang Hilang

David, Rudi dan seorang manager apa gitu, lupa aku namanya,” bisik sumber di lingkungan Polresta Denpasar kemarin.

Petugas satuan narkoba Polresta Denpasar yang enggan namanya disebut ini mengaku bahwa ketiganya diperiksa tiga penyidik berbeda.

Ketiga pria ini yang dipanggil sebagai saksi, masing-masing dicecar 15 pertanyaan. “Pertanyaan seputaran pasca penggerebekan

dan keberadaan saat penggerebekan termasuk barang bukti yang ditemukan. Infonya mereka sedikit deg-degan,” bisik sumber sambil senyum.

Pemeriksaan berakhir sekitar pukul 13.00. Ketigannya langsung dipulangkan. Dengan ketentuan, jika dibutuhkan keterangan tambahan maka suatu ketika dipanggil kembali.

“Jadi, dari banyaknya pertanyaan, jawabnya kebanyakan tidak tahu. Apalagi menyangkut temuan BB, sama-sekali mereka mengaku tidak tahu-menahu,” lagi kata sumber.

Baca Juga:  Dari Kamar Kos, Pria Tak Lulus SMP Jadi Perajin Miras Impor Tapi Palsu

Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil pihak pemilik dan manajemennya.

Mereka diberikan belasan pertanyaan seputaran kejadian. “Benar mereka di panggil sebagai saksi dan diinterogasi,” timpalnya singkat.



DENPASAR – Bos Platinum Karaoke David Wijaya dan Genaral Manajer Rudi Hadi Purwanto akhirnya diperiksa secara maraton oleh penyidik Satresnarkoba Polresta Denpasar.

Mereka diperiksa sejak pukul 10.00 hingga 13.30 Wita kemarin. Ketiganya yang sama-sama dicecar 15 pertanyaan itu mengaku tidak tahu menahu dengan keberadaan ekstasi di room 821.

Penyidik sendiri masih mendalami keberadaan barang haram itu. Karena pemandu lagu (PL) berinisial BG  dan security Platinum Karaoke berinisial M, tidak terbukti sebagai pemilik narkoba.

Sehingga pemilik tempat dugem di Sesetan, Denpasar Selatan, bernama David Wijaya dan GM bernama Rudi Hadi Purwanto ikut di seret ke kantor Polisi.

“Maaf wartawan tidak diijinkan untuk masuk dan mengambil gambar saat di periksa. Yang di panggil dan di mintai keterangan ada tiga orang.

Baca Juga:  Main-main Narkoba, Pasutri Baru Menikah Dijuk, Fakta Baru Terungkap

David, Rudi dan seorang manager apa gitu, lupa aku namanya,” bisik sumber di lingkungan Polresta Denpasar kemarin.

Petugas satuan narkoba Polresta Denpasar yang enggan namanya disebut ini mengaku bahwa ketiganya diperiksa tiga penyidik berbeda.

Ketiga pria ini yang dipanggil sebagai saksi, masing-masing dicecar 15 pertanyaan. “Pertanyaan seputaran pasca penggerebekan

dan keberadaan saat penggerebekan termasuk barang bukti yang ditemukan. Infonya mereka sedikit deg-degan,” bisik sumber sambil senyum.

Pemeriksaan berakhir sekitar pukul 13.00. Ketigannya langsung dipulangkan. Dengan ketentuan, jika dibutuhkan keterangan tambahan maka suatu ketika dipanggil kembali.

“Jadi, dari banyaknya pertanyaan, jawabnya kebanyakan tidak tahu. Apalagi menyangkut temuan BB, sama-sekali mereka mengaku tidak tahu-menahu,” lagi kata sumber.

Baca Juga:  Polisi Periksa 4 Saksi Baru, Jejak Pembunuh Putu Sekar Masih Misterius

Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil pihak pemilik dan manajemennya.

Mereka diberikan belasan pertanyaan seputaran kejadian. “Benar mereka di panggil sebagai saksi dan diinterogasi,” timpalnya singkat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/