alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Orok yang Dibuang di Dam di Badung Diduga Hasil Hubungan Gelap

Pembuangan orok di tengah pandemi Covid-19 tetap saja terjadi. Seperti yang terungkap di Dam Tanah Putih, Darmasaba, Abiansemal, Badung, Senin (27/9). Lantas, dari mana datangnya orok tersebut?

 

Marcel Pampur, Badung

  

MATA I Made Lanus tiba-tiba terpaku pada segumpal bangkai. Dia mengira, itu adalah bangkai tikus.

 

Setelah didekati, perkiraannya salah. Itu bukan bangkai tikus. Melainkan sesosok bayi manusia. Dalam kondisi mati.

- Advertisement -

 

Peristiwa itu terjadi sekitar di Dam Tanah Putih, Banjar Bucu, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung, Senin (27/9/2021) sekitar pukul 07.30 WITA.

 

Sebelumnya, sekitar pukul 06.00 WITA, Lanus ke sawah untuk menengok tanaman padinya. Ia memag petani.

 

Baca Juga:  Komplotan Penipu Miliaran Rupiah di Bali Dibekuk, Modusnya Menggerikan

Sekitar pukul 07.00 WITA, Lanus ke Dam Tanah Putih dekat sawahnya untuk mencuci kaki.

 

Nah, saat  mendekati air dam, ia melihat seonggok daging. Awalnya dikira tikus, ternyata itu bayi manusia. Ia pun kaget.

 

“Awalnya dikira merupakan bangkai tikus. Setelah dilihat lebih dekat ternyata orok bayi,” kata Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana, Senin (27/9/2021).

 

Atas temuan itu, Lanus menyampaikan kepada adiknya bernama Kadek Wija yang juga berada di lokasi tersebut.

 

 

Temuan itu kemudian langsung dilaporkan ke pecalang Desa Adat Tegal Darmasaba yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

 

“Diduga bayi tersebut berumur antara 3 sampai 4 bulan. Namun jenis kelamin tidak terlihat dengan mata bayi sudah tidak ada namun masih ada tali pusar, dimungkinkan bayi tersebut sudah dibuang sehari sebelumnya,” bebernya. 

Baca Juga:  Wow! Ini Pengakuan Perbekel dan Pekaseh soal Perumahan di Jalur Hijau

 

Kini kasus ini dalam penyelidikan aparat kepolisian. Termasuk untuk mencari tahu siapa orang yang tega membuang bayi yang diduga hasil hubungan gelap tersebut.

 

Diduga, orok itu sengaja dibuang karena merupakan hasil hubungan gelap.

 

“Diduga bayi tersebut hasil dari hubungan gelap, karena tidak ingin diketahui ataupun merasa malu sehingga membuang bayinya di saluran sungai Dam Tanah Putih,” kata Sudana.

- Advertisement -

Pembuangan orok di tengah pandemi Covid-19 tetap saja terjadi. Seperti yang terungkap di Dam Tanah Putih, Darmasaba, Abiansemal, Badung, Senin (27/9). Lantas, dari mana datangnya orok tersebut?

 

Marcel Pampur, Badung

  

MATA I Made Lanus tiba-tiba terpaku pada segumpal bangkai. Dia mengira, itu adalah bangkai tikus.

 

Setelah didekati, perkiraannya salah. Itu bukan bangkai tikus. Melainkan sesosok bayi manusia. Dalam kondisi mati.

 

Peristiwa itu terjadi sekitar di Dam Tanah Putih, Banjar Bucu, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung, Senin (27/9/2021) sekitar pukul 07.30 WITA.

 

Sebelumnya, sekitar pukul 06.00 WITA, Lanus ke sawah untuk menengok tanaman padinya. Ia memag petani.

 

Baca Juga:  Kapolresta Denpasar Beri Bantuan Masker dan Hand Sanitizer ke Pelajar

Sekitar pukul 07.00 WITA, Lanus ke Dam Tanah Putih dekat sawahnya untuk mencuci kaki.

 

Nah, saat  mendekati air dam, ia melihat seonggok daging. Awalnya dikira tikus, ternyata itu bayi manusia. Ia pun kaget.

 

“Awalnya dikira merupakan bangkai tikus. Setelah dilihat lebih dekat ternyata orok bayi,” kata Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana, Senin (27/9/2021).

 

Atas temuan itu, Lanus menyampaikan kepada adiknya bernama Kadek Wija yang juga berada di lokasi tersebut.

 

 

Temuan itu kemudian langsung dilaporkan ke pecalang Desa Adat Tegal Darmasaba yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

 

“Diduga bayi tersebut berumur antara 3 sampai 4 bulan. Namun jenis kelamin tidak terlihat dengan mata bayi sudah tidak ada namun masih ada tali pusar, dimungkinkan bayi tersebut sudah dibuang sehari sebelumnya,” bebernya. 

Baca Juga:  PHR Anjlok, Pemkab Badung Genjot Pajak Jual-Beli Tanah

 

Kini kasus ini dalam penyelidikan aparat kepolisian. Termasuk untuk mencari tahu siapa orang yang tega membuang bayi yang diduga hasil hubungan gelap tersebut.

 

Diduga, orok itu sengaja dibuang karena merupakan hasil hubungan gelap.

 

“Diduga bayi tersebut hasil dari hubungan gelap, karena tidak ingin diketahui ataupun merasa malu sehingga membuang bayinya di saluran sungai Dam Tanah Putih,” kata Sudana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/