alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Kronologi Lengkap ketika 1 Orang Dikeroyok 3 Pria Kekar di Lumintang

DENPASAR – Kasus pengeroyokan di Jalan Gatot Subroto VI.J, Lumintang, Denpasar (25/10) kian terkuak. Kasus penganiayaan ini berawal dari jual beli mobil. Radarbali.id pun mendapatkan kronologi lengkap pengeroyokan tersebut.

Hal itu terungkap dari pemeriksaan para pelaku dan korban di Polsek Denpasar Utara setelah video penganiayaan itu viral di media sosial.

 

Dari informasi yang dihimpun radarbali.id di kepolisian, peristiwa itu bermotif jual beli mobil jenis Toyota Inova dengan harga murah.

Awalnya, korban bernama I Made Pande Windu Merta, 28, warga Perumahan Gria Anyar, Desa Bongan, Tabanan, berminat membeli mobil. Lalu ditawari mobil Kijang Inova oleh pelaku bernama Andi Masait alias Asep, 42, pebisnis properti, warga Tukad Banyuning A, Nomor 12, Lingkungan Kerta Sari, Desa Panjer, Denpasar Selatan.

 

“Korban (Merta) dan Asep memang saling kenal karena keduanya terus komunikasi untuk jual beli mobil,” jelas sumber petugas di Polsek Denpasar Utara, Selasa (26/10).

 

Singkat cerita, keduanya  sepakat bertemu dan bertransaksi di kawasan Lumintang, Denpasar, Senin (25/10). Setelah bertransaksi di dalam mobil, Merta diajak Asep membeli minum di minimarket dekat TKP, persisnya di depan Kantor PU Kota Denpasar.

 

Saat itu juga, Merta terus menanyakan mobil dan kunci mobilnya karena ia sudah membayar. Bukannya memberikan mobil yang dijualnya, Asep justru marah-marah.

Baca Juga:  Overstay, Empat Warga Negara Asing Diusir dari Bali

 

Merta pun meminta agar uangnya dikembalikan saja. Namun, Asep tak juga memberikan kunci mobil yang dijualnya. Malah, Asep memanggil dua orang temannya bernama Oter Ali, 55, dan Samuel Aerik Mekolie alias Oscar, 46.

 

Oter Ali adalah warga Jalan Gunung Lempuyang VI/20, Bhuana Sari (Monang Maning), Desa Tegal Kerta, Denpasar Barat dan Samuel Erik Mekolie alias Oscar merupakan warga Jalan Taman Pancing Timur, Nomor 98A, Pedungan, Denpasar Selatan.

Kedatangan Oter Ali dan Oscar membuat Merta dan Asep kian tegang. Diduga untuk mengelabui keributan di jalan umum, ketiganya, Asep, Ali dan Oscar berusaha menarik dan menyeret Merta ke dalam mobil. Bahkan ia sempat disekap di mobil.

 

Tak terima, Merta berusaha berontak dan keluar dari mobol Toyota Inova bernopol 1667 CW itu. Setelah keluar dari mobil Merta langsung berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan.

Mirisnya lagi, di hadapan warga Merta dianiaya hingga babak belur. Seolah-olah di depan warga Merta lah yang bersalah. Warga pun melerai. Sejumlah warga merekam aksi kekerasan itu menggunakan ponsel sehingga aksi layak premanisme itu viral di media sosial.

 

“Ya terjadi tarik-menarik dan pelaku memukul korban dengan tangan mengepal mengenai bibir, rahang dan wajah. Pelaku lainnya membekap leher korban, namun korban hanya bisa meronta,” jelas sumber ini.

Baca Juga:  Selain Lapor KDRT ke Polisi, Istri Pegawai Pajak Juga Gugat Cerai

 

Beruntung ada beberapa warga yang melerai. Mengetahui warga berdatangan, ketiganya berusaha kabur. Namun, ada beberapa kendaraan sepeda motor diparkir menghalangi jalur mobil tersebut.

 

Selain itu, pintu depan bagian pengemudi terus dipegang oleh Merta sembari meminta uang dan HP miliknya. Alhasil pengemudi yang sudah berada di dalam mobilpun tidak bisa menutup pintu.

 

“Ya dengan terpaksa uang diduga mencapai Rp50 juta tidak bisa dibawa pergi. Dengan terpaksa dikembalikan,” tukas sumber.

Beruntung saat itu anggota Polsek Denpasar Utara tiba di TKP sehingga ketiganya segera dibawa ke Polsek Denpasar Utara. Petugas membawa tiga terduga pelaku, juga korban penipuan dan penganiayaan itu ke Makopolsek Denpasar Utara.

 

Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menyebutkan, ketika di Polsek Denut, korban memaafkan perbuatan ketiga pelaku. Juga membuat surat pernyataan perdamaian. Namun, selang beberapa saat, korban mencabut surat perdamaian, dan melapor ke Polsek Denpasar Utara.

 

“Setelah pelaku dan korban berada di Polsek Denpasar Utara, korban memaafkan perbuatan tiga terlapor. Namun proses hukum terus berjalan. Dia (korban) membuat laporan resmi di Polsek,” jelas Sukadi.

 

Kapolsek Denpasar Utara AKP I Putu Carlos Dolesgit membenarkan kejadian tersebut. Katanya, kasus tersebut telah ditangani.

 

“Benar sudah melapor dan sementara dalam penanganan Polsek,” timpal Carlos.


DENPASAR – Kasus pengeroyokan di Jalan Gatot Subroto VI.J, Lumintang, Denpasar (25/10) kian terkuak. Kasus penganiayaan ini berawal dari jual beli mobil. Radarbali.id pun mendapatkan kronologi lengkap pengeroyokan tersebut.

Hal itu terungkap dari pemeriksaan para pelaku dan korban di Polsek Denpasar Utara setelah video penganiayaan itu viral di media sosial.

 

Dari informasi yang dihimpun radarbali.id di kepolisian, peristiwa itu bermotif jual beli mobil jenis Toyota Inova dengan harga murah.

Awalnya, korban bernama I Made Pande Windu Merta, 28, warga Perumahan Gria Anyar, Desa Bongan, Tabanan, berminat membeli mobil. Lalu ditawari mobil Kijang Inova oleh pelaku bernama Andi Masait alias Asep, 42, pebisnis properti, warga Tukad Banyuning A, Nomor 12, Lingkungan Kerta Sari, Desa Panjer, Denpasar Selatan.

 

“Korban (Merta) dan Asep memang saling kenal karena keduanya terus komunikasi untuk jual beli mobil,” jelas sumber petugas di Polsek Denpasar Utara, Selasa (26/10).

 

Singkat cerita, keduanya  sepakat bertemu dan bertransaksi di kawasan Lumintang, Denpasar, Senin (25/10). Setelah bertransaksi di dalam mobil, Merta diajak Asep membeli minum di minimarket dekat TKP, persisnya di depan Kantor PU Kota Denpasar.

 

Saat itu juga, Merta terus menanyakan mobil dan kunci mobilnya karena ia sudah membayar. Bukannya memberikan mobil yang dijualnya, Asep justru marah-marah.

Baca Juga:  Overstay, Empat Warga Negara Asing Diusir dari Bali

 

Merta pun meminta agar uangnya dikembalikan saja. Namun, Asep tak juga memberikan kunci mobil yang dijualnya. Malah, Asep memanggil dua orang temannya bernama Oter Ali, 55, dan Samuel Aerik Mekolie alias Oscar, 46.

 

Oter Ali adalah warga Jalan Gunung Lempuyang VI/20, Bhuana Sari (Monang Maning), Desa Tegal Kerta, Denpasar Barat dan Samuel Erik Mekolie alias Oscar merupakan warga Jalan Taman Pancing Timur, Nomor 98A, Pedungan, Denpasar Selatan.

Kedatangan Oter Ali dan Oscar membuat Merta dan Asep kian tegang. Diduga untuk mengelabui keributan di jalan umum, ketiganya, Asep, Ali dan Oscar berusaha menarik dan menyeret Merta ke dalam mobil. Bahkan ia sempat disekap di mobil.

 

Tak terima, Merta berusaha berontak dan keluar dari mobol Toyota Inova bernopol 1667 CW itu. Setelah keluar dari mobil Merta langsung berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan.

Mirisnya lagi, di hadapan warga Merta dianiaya hingga babak belur. Seolah-olah di depan warga Merta lah yang bersalah. Warga pun melerai. Sejumlah warga merekam aksi kekerasan itu menggunakan ponsel sehingga aksi layak premanisme itu viral di media sosial.

 

“Ya terjadi tarik-menarik dan pelaku memukul korban dengan tangan mengepal mengenai bibir, rahang dan wajah. Pelaku lainnya membekap leher korban, namun korban hanya bisa meronta,” jelas sumber ini.

Baca Juga:  Telusuri Dugaan Keterlibatan Oknum LP, Kadivpas Janji Tak Tebang Pilih

 

Beruntung ada beberapa warga yang melerai. Mengetahui warga berdatangan, ketiganya berusaha kabur. Namun, ada beberapa kendaraan sepeda motor diparkir menghalangi jalur mobil tersebut.

 

Selain itu, pintu depan bagian pengemudi terus dipegang oleh Merta sembari meminta uang dan HP miliknya. Alhasil pengemudi yang sudah berada di dalam mobilpun tidak bisa menutup pintu.

 

“Ya dengan terpaksa uang diduga mencapai Rp50 juta tidak bisa dibawa pergi. Dengan terpaksa dikembalikan,” tukas sumber.

Beruntung saat itu anggota Polsek Denpasar Utara tiba di TKP sehingga ketiganya segera dibawa ke Polsek Denpasar Utara. Petugas membawa tiga terduga pelaku, juga korban penipuan dan penganiayaan itu ke Makopolsek Denpasar Utara.

 

Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menyebutkan, ketika di Polsek Denut, korban memaafkan perbuatan ketiga pelaku. Juga membuat surat pernyataan perdamaian. Namun, selang beberapa saat, korban mencabut surat perdamaian, dan melapor ke Polsek Denpasar Utara.

 

“Setelah pelaku dan korban berada di Polsek Denpasar Utara, korban memaafkan perbuatan tiga terlapor. Namun proses hukum terus berjalan. Dia (korban) membuat laporan resmi di Polsek,” jelas Sukadi.

 

Kapolsek Denpasar Utara AKP I Putu Carlos Dolesgit membenarkan kejadian tersebut. Katanya, kasus tersebut telah ditangani.

 

“Benar sudah melapor dan sementara dalam penanganan Polsek,” timpal Carlos.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/