27.6 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Kasus Penjualan Barang Bukti Sabu yang Melibatkan Pati & Pamen Polri

AKBP Dody Berani Sumpah, Sebut Irjen Pol Teddy Minahasa Bohong Saat Konfrontasi

MANTAN Kapolsek Kuta dan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara (perwina menengah/pamen Polri) yang kini ditetapkan sebagai tersangka penjualan barang bukti (BB) sabu-sabu, bicara blak-blakan saat dilakukan konfrontasi dengan Irjen Pol Teddy Minahasa (perwira tinggi/pati Polri).

Tersangka Dody menyebut jika Teddy telah berbohong terkait barang bukti sabu sebanyak 5 kilogram yang diminta untuk disisihkan. “Dalam pemeriksaan konfrontasi, klien kami mengeluarkan pernyataan jelas dan tegas bahwa Pak Teddy berbohong ketika dikonfrontasi. Dody berani bersumpah bahwa semua perkataannya dalam pemeriksaan konfrontasi dan BAP adalah benar. Dia siap membuktikan semua di pengadilan nanti,” kata Pengacara AKBP Dody, Adriel Viari Purba kepada wartawan, Sabtu kemarin (26/11).

Adriel menuturkan, dalam pemeriksaan konfrontasi itu, Teddy mengakui mengirimkan pesan lewat Whatsapp kepada Dody. Dari situ Teddy memerintahkan Dody untuk menyisihkan seperempat dari barang bukti sabu hasil tangkapan Polres Bukittinggi lalu ditukar tawas.

Baca Juga:  Ngaku Mantan Paspampres Presiden Suharto, Tukang Urut Dituntut 3 Tahun

Sabu tersebut merupakan bonus untuk anggota dan disebut sebagai cara Teddy menguji Dody dalam rangka pengawasan dengan bercanda. “Saya baru tahu, di kepolisian ada Jenderal yang juga seorang Kapolda menguji bawahan dengan menyuruhnya melakukan perbuatan melawan hukum dan tindak pidana berat. Kami menduga bahwa Pak Teddy terlalu mengada-ada,” tegas Adriel.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menaikan status hukum para pelaku penjualan narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Seluruhnya kini berstatus tersangka, baik itu warga sipil maupun anggota polisi.

“Total ada 11 tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, Sabtu lalu (15/10).

Kesebelas tersangka itu adalah HE, AR, AD, KS, J, L, A, AW, DG, D, dan TM. Dari 11 tersangka ini, lima di antaranya adalah polisi. Mereka adalah Irjen Teddy Minahasa, AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Situmorang, dan Aipda AD.

Baca Juga:  Mantan Kapolsek Kuta, AKBP Dody Prawiranegara Ngaku Disuruh Irjen Teddy Jual Sabu

Atas perbuatannya, Teddy dikenakan Pasal 114 Ayat (3) sub Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara. (jpg)

 



MANTAN Kapolsek Kuta dan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara (perwina menengah/pamen Polri) yang kini ditetapkan sebagai tersangka penjualan barang bukti (BB) sabu-sabu, bicara blak-blakan saat dilakukan konfrontasi dengan Irjen Pol Teddy Minahasa (perwira tinggi/pati Polri).

Tersangka Dody menyebut jika Teddy telah berbohong terkait barang bukti sabu sebanyak 5 kilogram yang diminta untuk disisihkan. “Dalam pemeriksaan konfrontasi, klien kami mengeluarkan pernyataan jelas dan tegas bahwa Pak Teddy berbohong ketika dikonfrontasi. Dody berani bersumpah bahwa semua perkataannya dalam pemeriksaan konfrontasi dan BAP adalah benar. Dia siap membuktikan semua di pengadilan nanti,” kata Pengacara AKBP Dody, Adriel Viari Purba kepada wartawan, Sabtu kemarin (26/11).

Adriel menuturkan, dalam pemeriksaan konfrontasi itu, Teddy mengakui mengirimkan pesan lewat Whatsapp kepada Dody. Dari situ Teddy memerintahkan Dody untuk menyisihkan seperempat dari barang bukti sabu hasil tangkapan Polres Bukittinggi lalu ditukar tawas.

Baca Juga:  Bos Arisan Online Kena 2 Tahun Bui, Sudah Ditunggu Kasus Lain

Sabu tersebut merupakan bonus untuk anggota dan disebut sebagai cara Teddy menguji Dody dalam rangka pengawasan dengan bercanda. “Saya baru tahu, di kepolisian ada Jenderal yang juga seorang Kapolda menguji bawahan dengan menyuruhnya melakukan perbuatan melawan hukum dan tindak pidana berat. Kami menduga bahwa Pak Teddy terlalu mengada-ada,” tegas Adriel.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menaikan status hukum para pelaku penjualan narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Seluruhnya kini berstatus tersangka, baik itu warga sipil maupun anggota polisi.

“Total ada 11 tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, Sabtu lalu (15/10).

Kesebelas tersangka itu adalah HE, AR, AD, KS, J, L, A, AW, DG, D, dan TM. Dari 11 tersangka ini, lima di antaranya adalah polisi. Mereka adalah Irjen Teddy Minahasa, AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Situmorang, dan Aipda AD.

Baca Juga:  Irjen Pol Teddy Minahasa Ditahan di Polda Metro Jaya, Hotman Paris: Selanjutnya Diproses Pidana

Atas perbuatannya, Teddy dikenakan Pasal 114 Ayat (3) sub Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara. (jpg)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru