alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Alamak…Dikeroyok Oknum Anggota Ormas, Penghuni Kos Babak Belur

DENPASAR – Aksi anarkis oknum ormas (organisasi masyarakat) kembali memakan korban. Kali ini seorang penghuni kos bernama Nyoman Sudiana alias Nion, 39,

yang tinggal di Jalan Danau Beratan,  Gang 11/1 Sanur, Denpasar Selatan yang menjadi korban pengeroyokan sekitar 30 oknum anggota ormas pada Minggu (24/12) dini hari.

Aksi pengeroyokan ini berawal saat korban pulang kerja menunju kos-kosan pada Minggu dinihari sekitar pukul 01.00.

Saat masuk di Jalan Danau Beratan Gang 11/1, korban berpapasan dengan beberapa ABG (Anak Baru Gede).

“Waktu itu mereka teriak woei dan saya langsung berhenti. Saya sempat adu mulut dengan ABG ini,” jelas korban Sudiana yang ditemui Selasa (26/12).

Baca Juga:  Polisi Tangkap Perekam dan Penyebar Adegan Wikwik Pelajar di Gianyar

Korban lalu mengalah dan pulang ke kosnya. Sekitar 10 menit kemudian, datang sekitar 30 orang yang diketahui merupakan anggota ormas.

Dengan membawa senjata tajam, puluhan orang tersebut masuk ke areal kos. Empat di antaranya langsung masuk ke dalam kamar kos korban.

Tanpa babibu, dua pelaku yang berbadan kekar langsung menghajar korban asal Renon, Denpasar ini hingga babak belur.

Meski korban sudah minta maaf, para pelaku masih terus menghajar korban hingga terkapar.

“Yang masuk ke kamar saya ada empat orang. Tapi, yang memukul ada dua orang, lainnya hanya ikut-ikutan saja. Ada juga puluhan orang lainnya menunggu di areal kos sambil bawa pedang,” beber Sudiana.

Baca Juga:  Ternyata Residivis, Pembunuh Warga Sumba Dua Kali Ditahan di Kerobokan

Karena luka parah, Sudiana sempat dibawa ke RS Bross di Renon untuk mendapat perawatan. Selanjutnya, Sudiana diantar keluarganya melaporkan aksi pengeroyokan ini ke Polsek Denpasar Selatan.

“Saya mengalami luka berat di wajah. Saya juga sudah sempat divisum di RS Trijata Polda Bali,” pungkasnya.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Bangkit Dananjaya membenarkan aksi pengeroyokan tersebut.

Namun, dia mengatakan sampai saat ini belum mengamankan satupun pelaku yang disebut berasal dari salah satu ormas.

“Kami sudah terima laporannya, tapi saya belum baca BAP-nya. Nanti kita tindak lanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi. 



DENPASAR – Aksi anarkis oknum ormas (organisasi masyarakat) kembali memakan korban. Kali ini seorang penghuni kos bernama Nyoman Sudiana alias Nion, 39,

yang tinggal di Jalan Danau Beratan,  Gang 11/1 Sanur, Denpasar Selatan yang menjadi korban pengeroyokan sekitar 30 oknum anggota ormas pada Minggu (24/12) dini hari.

Aksi pengeroyokan ini berawal saat korban pulang kerja menunju kos-kosan pada Minggu dinihari sekitar pukul 01.00.

Saat masuk di Jalan Danau Beratan Gang 11/1, korban berpapasan dengan beberapa ABG (Anak Baru Gede).

“Waktu itu mereka teriak woei dan saya langsung berhenti. Saya sempat adu mulut dengan ABG ini,” jelas korban Sudiana yang ditemui Selasa (26/12).

Baca Juga:  4 Bulan Jadi ART, Tutupi Kehamilan dengan Pakai Celana Sampai ke Pusar

Korban lalu mengalah dan pulang ke kosnya. Sekitar 10 menit kemudian, datang sekitar 30 orang yang diketahui merupakan anggota ormas.

Dengan membawa senjata tajam, puluhan orang tersebut masuk ke areal kos. Empat di antaranya langsung masuk ke dalam kamar kos korban.

Tanpa babibu, dua pelaku yang berbadan kekar langsung menghajar korban asal Renon, Denpasar ini hingga babak belur.

Meski korban sudah minta maaf, para pelaku masih terus menghajar korban hingga terkapar.

“Yang masuk ke kamar saya ada empat orang. Tapi, yang memukul ada dua orang, lainnya hanya ikut-ikutan saja. Ada juga puluhan orang lainnya menunggu di areal kos sambil bawa pedang,” beber Sudiana.

Baca Juga:  Keterlaluan! Kedua Tersangka Bobol Dana LPD Tamansari hingga Kolaps

Karena luka parah, Sudiana sempat dibawa ke RS Bross di Renon untuk mendapat perawatan. Selanjutnya, Sudiana diantar keluarganya melaporkan aksi pengeroyokan ini ke Polsek Denpasar Selatan.

“Saya mengalami luka berat di wajah. Saya juga sudah sempat divisum di RS Trijata Polda Bali,” pungkasnya.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Bangkit Dananjaya membenarkan aksi pengeroyokan tersebut.

Namun, dia mengatakan sampai saat ini belum mengamankan satupun pelaku yang disebut berasal dari salah satu ormas.

“Kami sudah terima laporannya, tapi saya belum baca BAP-nya. Nanti kita tindak lanjuti,” ujarnya saat dikonfirmasi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/