alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

26 Napi Asing Dapat Remisi Natal, Dua Langsung Bebas

DENPASAR– Hari Raya Natal 2021 tidak hanya membawa kebahagiaan bagi umat Nasrani yang merayakan.

Namun, berkah Natal juga dirasakan langsung bagi para narapidana (napi) atau warga binaan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan.

Para warga binaan Lapas Kerobokan, itu menerima remisi atau pengurangan masa pidana.

Total ada 238 napi di dalam lapas atau rutan se-Bali yang mendapat remisi. Dari 238 napi tersebut, ada 26 orang narapidana (napi) dengan status warga negara asing (WNA).  

“Napi asing yang mendapat remisi Natal 2021, dari Lapas Kerobokan ada 14 orang, Lapas Perempuan Kerobokan 5 orang, Lapas Singarja 1 orang, Lapastik Bangli 6 orang,” ujar Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, Minggu (26/12).

Dijelaskan lebih lanjut, pemberian remisi diatur dalam Undang-Undang Nomor 12/1995 tentang Pemasyarakatan, tepatnya pada Pasal 14 ayat 1A.

Dasar lainnya adalah Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan perihal Pelaksanaan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2021, tanggal 4 November 2021.

Menindaklanjuti surat tersebut, lapas dan rutan se-Bali melakukan verifikasi terhadap napi yang telah memenuhi syarat-syarat adminstrasi. Setelah itu mengajukan remisi ke pusat.

Dari 238 napi se-Bali yang mendapat pengurangan masa hukuman, Lapas Kelas IIA Kerobokan paling banyak mendapat remisi, yakni 125 orang.

Sedangkan Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan sebanyak 20 orang, Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli sebanyak 48 orang, dan Lapas Kelas IIB Karangasem sebanyak 9 orang.

Sedangkan Lapas Kelas IIB Tabanan sebanyak 7 orang, Lapas Kelas IIB Singaraja sebanyak 6 orang, LPKA Kelas II Karangasem sebanyak 2 orang, Rutan Kelas IIB Bangli sebanyak 10 orang, Rutan Kelas IIB Gianyar sebanyak 9 orang, serta Rutan Kelas IIB Negara sebanyak 2 orang.

“Penyerahan remisi khusus Natal ini adalah hak warga binaan (napi) yang diberikan oleh negara, bagi yang telah memenuhi syarat atau berperilaku baik,” jelas Jamaruli.

Dari 238 orang yang tersebar di lapas dan rutan se-Bali, dua orang di antaranya dinyatakan langsung bebas. “Dua orang itu warga binaan dari Lapas Kerobokan,” imbuh pria asal Medan itu.

Remisi diberikan kepada napi yang sudah memenuhi kriteria dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mereka juga mengikuti kegiatan pembinaan yang dilakukan secara rutin di lapas/rutan.

“Kegiatan tersebut di antaranya pelatihan peternakan, pertanian, tata boga, sablon, melukis, kerajinan perak, menjahit, teknik las dan lainnya,” beber Jamaruli.

Pembinaan tersebut penting bagi mereka setelah keluar dari lapas/rutan. Pembinaan tersebut bisa sebagai bekal untuk dapat hidup secara normal dan berbuat lebih baik.

“Serta tidak mengulangi tindak pidananya, sehingga nantinya mereka siap untuk dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.



DENPASAR– Hari Raya Natal 2021 tidak hanya membawa kebahagiaan bagi umat Nasrani yang merayakan.

Namun, berkah Natal juga dirasakan langsung bagi para narapidana (napi) atau warga binaan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan.

Para warga binaan Lapas Kerobokan, itu menerima remisi atau pengurangan masa pidana.

Total ada 238 napi di dalam lapas atau rutan se-Bali yang mendapat remisi. Dari 238 napi tersebut, ada 26 orang narapidana (napi) dengan status warga negara asing (WNA).  

“Napi asing yang mendapat remisi Natal 2021, dari Lapas Kerobokan ada 14 orang, Lapas Perempuan Kerobokan 5 orang, Lapas Singarja 1 orang, Lapastik Bangli 6 orang,” ujar Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, Minggu (26/12).

Dijelaskan lebih lanjut, pemberian remisi diatur dalam Undang-Undang Nomor 12/1995 tentang Pemasyarakatan, tepatnya pada Pasal 14 ayat 1A.

Dasar lainnya adalah Surat Edaran dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan perihal Pelaksanaan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2021, tanggal 4 November 2021.

Menindaklanjuti surat tersebut, lapas dan rutan se-Bali melakukan verifikasi terhadap napi yang telah memenuhi syarat-syarat adminstrasi. Setelah itu mengajukan remisi ke pusat.

Dari 238 napi se-Bali yang mendapat pengurangan masa hukuman, Lapas Kelas IIA Kerobokan paling banyak mendapat remisi, yakni 125 orang.

Sedangkan Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan sebanyak 20 orang, Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli sebanyak 48 orang, dan Lapas Kelas IIB Karangasem sebanyak 9 orang.

Sedangkan Lapas Kelas IIB Tabanan sebanyak 7 orang, Lapas Kelas IIB Singaraja sebanyak 6 orang, LPKA Kelas II Karangasem sebanyak 2 orang, Rutan Kelas IIB Bangli sebanyak 10 orang, Rutan Kelas IIB Gianyar sebanyak 9 orang, serta Rutan Kelas IIB Negara sebanyak 2 orang.

“Penyerahan remisi khusus Natal ini adalah hak warga binaan (napi) yang diberikan oleh negara, bagi yang telah memenuhi syarat atau berperilaku baik,” jelas Jamaruli.

Dari 238 orang yang tersebar di lapas dan rutan se-Bali, dua orang di antaranya dinyatakan langsung bebas. “Dua orang itu warga binaan dari Lapas Kerobokan,” imbuh pria asal Medan itu.

Remisi diberikan kepada napi yang sudah memenuhi kriteria dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Mereka juga mengikuti kegiatan pembinaan yang dilakukan secara rutin di lapas/rutan.

“Kegiatan tersebut di antaranya pelatihan peternakan, pertanian, tata boga, sablon, melukis, kerajinan perak, menjahit, teknik las dan lainnya,” beber Jamaruli.

Pembinaan tersebut penting bagi mereka setelah keluar dari lapas/rutan. Pembinaan tersebut bisa sebagai bekal untuk dapat hidup secara normal dan berbuat lebih baik.

“Serta tidak mengulangi tindak pidananya, sehingga nantinya mereka siap untuk dapat diterima kembali di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/