alexametrics
30.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Polisi Mulai Usut Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus Unud Bali

DENPASAR – Mencuatnya data dugaan kasus kekerasan di kampus Universitas Udayana kini mulai diusut oleh kepolisian Polresta Denpasar. Guna membuat kasus ini terang benderang, Polresta Denpasar mulai meminta keterangan sejumlah pihak. 

Yang pertama dimintai keterangan adalah Ketua Komite Persiapan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) Bali, Ulfiya Amirah. Sebelumnya Seruni merupakan salah satu pihak yang memang menyimpan data tersebut.

 

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal (PPA Satreskrim) Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sidia mengatakan, pihak Seruni Bali dimintai keterangan untuk mengklarifikasi terkait mencuatnya data tersebut. Bahkan di media konvensional dan media sosial, data itu sempat membuat geger. 

 

“Kami panggil yang bersangkutan sebagai klarifikasi terkait apa yang ada di media sosial itu,” katanya pada Minggu (26/12/2021).

Baca Juga:  Datang Telat, Oknum Anggota DPRD Ende Aniaya Petugas Boarding Bandara

Tak hanya Seruni Bali yang memiliki data tersebut. Pihak dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali juga menyimpan dan membeberkan data jumlah kasus kekerasan seksual itu kepada awak media beberapa waktu lalu.

- Advertisement -

  

“Sementara itu dari pihak Seruni sudah cukup,” tambah Iptu Ketut Sidia.

Sementara itu, terkait pemanggilan tersebut, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Bali Woman Crisis Centre (LBH BWCC), Ni Nengah Budawati yang mendampingi Ulfiya Amirah dari Seruni mengaku kliennya sangat siap jika polisi menginginkan kelengkapan data yang dimiliki oleh Seruni.

 

Lanjut dia, bahwa Seruni hanya menjawab jika pihaknya hanya mendapatkan 29 data kasus. Karena jumlah 42 kasus didapat oleh pihak berbeda, dalam hal ini LBH Bali.

Baca Juga:  Unud Deklarasikan Forum Guru Besar

“Sepanjang memang klien kami memiliki keterangan apapun bentuknya demi terungkapnya kasus ini klien kami mengatakan sangat siap untuk memberikan buktinya tanpa ada yang harus ditutupi,” pungkasnya. 

- Advertisement -

DENPASAR – Mencuatnya data dugaan kasus kekerasan di kampus Universitas Udayana kini mulai diusut oleh kepolisian Polresta Denpasar. Guna membuat kasus ini terang benderang, Polresta Denpasar mulai meminta keterangan sejumlah pihak. 

Yang pertama dimintai keterangan adalah Ketua Komite Persiapan Serikat Perempuan Indonesia (Seruni) Bali, Ulfiya Amirah. Sebelumnya Seruni merupakan salah satu pihak yang memang menyimpan data tersebut.

 

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal (PPA Satreskrim) Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sidia mengatakan, pihak Seruni Bali dimintai keterangan untuk mengklarifikasi terkait mencuatnya data tersebut. Bahkan di media konvensional dan media sosial, data itu sempat membuat geger. 

 

“Kami panggil yang bersangkutan sebagai klarifikasi terkait apa yang ada di media sosial itu,” katanya pada Minggu (26/12/2021).

Baca Juga:  Gudang dan Asrama Santri di Negara Bali Terbakar, Diduga Ini Pemicunya

Tak hanya Seruni Bali yang memiliki data tersebut. Pihak dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali juga menyimpan dan membeberkan data jumlah kasus kekerasan seksual itu kepada awak media beberapa waktu lalu.

  

“Sementara itu dari pihak Seruni sudah cukup,” tambah Iptu Ketut Sidia.

Sementara itu, terkait pemanggilan tersebut, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Bali Woman Crisis Centre (LBH BWCC), Ni Nengah Budawati yang mendampingi Ulfiya Amirah dari Seruni mengaku kliennya sangat siap jika polisi menginginkan kelengkapan data yang dimiliki oleh Seruni.

 

Lanjut dia, bahwa Seruni hanya menjawab jika pihaknya hanya mendapatkan 29 data kasus. Karena jumlah 42 kasus didapat oleh pihak berbeda, dalam hal ini LBH Bali.

Baca Juga:  Datang Telat, Oknum Anggota DPRD Ende Aniaya Petugas Boarding Bandara

“Sepanjang memang klien kami memiliki keterangan apapun bentuknya demi terungkapnya kasus ini klien kami mengatakan sangat siap untuk memberikan buktinya tanpa ada yang harus ditutupi,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/