alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Tetap Transaksi Saat Pandemi, Polisi Gulung Empat ‘Pemain’ Narkoba

TABANAN-Meski dimasa pandemi Covid-19, peredaran atau transaksi narkoba di wilayah hukum Polres Tabanan masih tetap marak.

Terbukti, di Awal tahun 2021, Satuan Reserse Narkoba Polres Tabanan membekuk empat pelaku penyalahguna narkotika.

Bahkan dari keempat pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dua diantaranya merupakan pengedar.

Seperti disampaikan Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiana Putra, Kamis (28/1). Didampingi Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, ia menyebutkan jika keempat tersangka itu yakni,

masing-masing Fitnadi Sarwono alias Fitnadi, 24, asal Lampung; I Made Ambara alias Bebek, 32 asal Banjar Antap Dinas Lebah, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg; serta Ida Bagus Putu Artawan alias Gustu, 41;

dan Ida Bagus Putu Widnyana alias Widnyana, 38. (Keduanya asal Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar).

Keempat tersangka, kata AKP Gede Sudiana ditangkap di lokasi terpisah.

Fitnadi yang berperan sebagai pengedar sabu-sabu dibekuk Rabu (6/1) di pinggir perumahan Taman Permainan masuk wilayah Banjar Taman, Desa Gubug, Tabanan.

Baca Juga:  Bobol rumah, Oknum Ojek Online Didor

Dari tangan Fitnadi polisi berhasil mengamankan enam buah paket sabu seberat 2,12 gram bruto yang sudah dikemas dan siap edar.

“Fitnadi sudah setahun sebagai sebagai pengedar sekaligus pengguna. Pelaku edarkan sabu-sabu di Tabanan yang dipasok dari wilayah Denpasar sejak Agustus 2020 lalu,” ujar AKP Sudiana, Kamis (28/1).

Sedangkan tersangka Ida Bagus Putu Artawan alias Gustu, 41 dan Ida Bagus Putu Widnyana alias Gustu  dibekuk di Jalan Bingin Ambe Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan Rabu (13/1).

Saat ditangkap, polisi mengamankan 12 paket sabu dengan berat masing-masing 3,57 gram bruto terbungkus dalam plastik klip di dalam pembungkus rokok sampoerna.

Kedua tersangka aktif sebagai pengguna.

“Gustu dan Widnyana saat tertangkap mengaku mendapat sabu-sabu dari daerah Denpasar,” ujarnya.

Baca Juga:  Temukan Nama Pemilik Scoopy, Jasad Membusuk Diduga Lestari Mulyani?

Kemudian tersangka terakhir adalah I Made Ambara alias Bebek, 32 yang merupakan residivis dan baru bebas dari Lapas Tabanan 2019 lalu.

Residivis yang masih berstatus bebas bersyarat ini diringkus di BTN Kembang Fajar Timur, Banjar Sema, Desa/Kecamatan Kediri, Tabanan (19/1).

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita 13 paket sabu dengan berat bersih 2 gram.

 

“Khusus tersangka Bebek, kami melakukan pemantauan selama 6 bulan Dia merupakan pelaku pengedar narkoba antar kabupaten. Dia merupakan residivis dan baru tahun lalu keluar penjara karena lakukan hal serupa,” tegasnya.

Selain itu, masih kata kasat Narkoba, dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, para tersangka ini mengaku mendapat barang haram dari Denpasar.

 

“Mereka beli dengan sistem tempel. Khusus pelaku Bebek dia pecah barangnya di Tabanan kemudian dijual kembali ke Badung dan Denpasar dengan sistem tempel,”jelasnya.



TABANAN-Meski dimasa pandemi Covid-19, peredaran atau transaksi narkoba di wilayah hukum Polres Tabanan masih tetap marak.

Terbukti, di Awal tahun 2021, Satuan Reserse Narkoba Polres Tabanan membekuk empat pelaku penyalahguna narkotika.

Bahkan dari keempat pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, dua diantaranya merupakan pengedar.

Seperti disampaikan Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Gede Sudiana Putra, Kamis (28/1). Didampingi Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia, ia menyebutkan jika keempat tersangka itu yakni,

masing-masing Fitnadi Sarwono alias Fitnadi, 24, asal Lampung; I Made Ambara alias Bebek, 32 asal Banjar Antap Dinas Lebah, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg; serta Ida Bagus Putu Artawan alias Gustu, 41;

dan Ida Bagus Putu Widnyana alias Widnyana, 38. (Keduanya asal Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar).

Keempat tersangka, kata AKP Gede Sudiana ditangkap di lokasi terpisah.

Fitnadi yang berperan sebagai pengedar sabu-sabu dibekuk Rabu (6/1) di pinggir perumahan Taman Permainan masuk wilayah Banjar Taman, Desa Gubug, Tabanan.

Baca Juga:  Awas! Tiga Kecamatan di Tabanan Masuk Zona Rawan Peredaran Narkoba

Dari tangan Fitnadi polisi berhasil mengamankan enam buah paket sabu seberat 2,12 gram bruto yang sudah dikemas dan siap edar.

“Fitnadi sudah setahun sebagai sebagai pengedar sekaligus pengguna. Pelaku edarkan sabu-sabu di Tabanan yang dipasok dari wilayah Denpasar sejak Agustus 2020 lalu,” ujar AKP Sudiana, Kamis (28/1).

Sedangkan tersangka Ida Bagus Putu Artawan alias Gustu, 41 dan Ida Bagus Putu Widnyana alias Gustu  dibekuk di Jalan Bingin Ambe Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan Rabu (13/1).

Saat ditangkap, polisi mengamankan 12 paket sabu dengan berat masing-masing 3,57 gram bruto terbungkus dalam plastik klip di dalam pembungkus rokok sampoerna.

Kedua tersangka aktif sebagai pengguna.

“Gustu dan Widnyana saat tertangkap mengaku mendapat sabu-sabu dari daerah Denpasar,” ujarnya.

Baca Juga:  Jadi Gunjingan Warga, Ortu Korban Tertekan dan Takut Diintimidasi

Kemudian tersangka terakhir adalah I Made Ambara alias Bebek, 32 yang merupakan residivis dan baru bebas dari Lapas Tabanan 2019 lalu.

Residivis yang masih berstatus bebas bersyarat ini diringkus di BTN Kembang Fajar Timur, Banjar Sema, Desa/Kecamatan Kediri, Tabanan (19/1).

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita 13 paket sabu dengan berat bersih 2 gram.

 

“Khusus tersangka Bebek, kami melakukan pemantauan selama 6 bulan Dia merupakan pelaku pengedar narkoba antar kabupaten. Dia merupakan residivis dan baru tahun lalu keluar penjara karena lakukan hal serupa,” tegasnya.

Selain itu, masih kata kasat Narkoba, dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, para tersangka ini mengaku mendapat barang haram dari Denpasar.

 

“Mereka beli dengan sistem tempel. Khusus pelaku Bebek dia pecah barangnya di Tabanan kemudian dijual kembali ke Badung dan Denpasar dengan sistem tempel,”jelasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/