alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Penganiaya Polisi dan Satpam di Bandara Ngurah Rai Asal Yordania

Warga negara asing (WNA) yang menganiaya dengan cara memukul polisi dan satpam di Bandara Ngurah Rai ternyata asal Yordania. Namun, kasus pemukulan ini berakhir damai.

ANDRE SULLA, Kuta

 

GATE 5 Terminal Keberangkatan Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mendadak gaduh, Selasa (25/1) sekitar pukul 19.20 Wita. Kegaduhan terjadi ketika 8 orang calon penumpang dilarang masuk bording ke pesawat penerbangan Lion Air JT 041 tujuan Jakarta.

Delapan calon penumpang yang ketinggalan pesawat itu tidak terima tidak bisa masuk boarding. Keributan tak terhindarkan, bahkan berujung penganiayaan.

“Karena itu cekcok mulutpun tak terhindarkan. Melihat adanya cekcok mulut, security Lion Air Group I Nyoman Sudiasa mendekat dan melerai,” beber sumber.

Lantaran para calon penumpang tidak mendapatkan jawaban terkait alasan dilarang mengikuti bording, terjadi saling dorong dengan perugas bording dan  security Lion Air Group I Nyoman Sudiasa terkena imbas pukulan. 

“Sebenarnya delapan calon penumpang pesawat Batik Air ID 8501 boarding jam 15.00, namun ketinggalan pesawat tersebut. Keributan pemukulan terhadap petugas lion Air JT 041 di area ruang tunggu gate 5,” timpal sumber.

Karena dipukul, pihak bandara menghubungi pihak Polsek Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Lalau petugas kepolisian Aiptu Gatut Suryadi bergegas datangi TKP. Ia sempat melerai namun terkena pukulan nyasar,” bebernya.

Baca Juga:  Tertangkap Bawa Narkoba, Eks Kasat Tahti Baru Pensiun 2 Bulan Lalu

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkan terkait adanya peristiwa tersebut. Diakui, 8 orang yang ketinggalan pesawat di diamankan ke Polsek.

Adapun nama-nama calon penumpang pesawat yang sempat diamankan, Naji Zain M, seat 19A. Astri Nindya seat 19B. Faustin Bryan, seat 19C. Naji Mohamad D.M, seat 19D. Naji Zidam Muhammad Dawod, seat 19E. Sukatmi, seat 25 A. Dan Zuriah Nurfika, seat 25B.

Keributan yang berujung pemukulan terhadap petugas itu dipicu karena petugas Avsec dari Lion Air melarang Naji Mohamad D.M, bersama tujuh orang anggota rombongannya untuk boarding.

Naji Mohamad D.M, yang merupakan warga negara Yordania yang tinggal di Cluster Mayfield A3 Nomor 3 Greenwich Park BSD, Tanggerang, Jakarta itu tidak terima karena pesawat sudah terbang meninggalkan Bali menuju Jakarta.

“Korban sapaan Tio dipukul pada bagian tengkuk, Nyoman Sudiasa dipukul pada bagian mulut, dan Gatut dipukul pada pipi kanan. Ketiganya dipukul karena sebelumnya cekcok mulut dengan Naji Mohamad D.M,” bebernya.

Mereka tidak terima karena sejam sebelum boarding, Naji Mohamad D.M bersama rombongannya sudah berada di ruang tunggu gate 5 terminal keberangkatan domestik.

Berdalih karena tidak ada panggilan untuk boarding. Sedangkan petugas bilang sudah dipanggil bahkan sudah sesuai sesuai SOP itu memicu kemaraham lantaran diduga berbohong.

Baca Juga:  Pelototi Objek Wisata, Polres Badung Gencar Patroli Malam

“Naji Mohamad D.M berusaha terobos namun dihalang halangi sehingga ia memukul ketiga orang itu dengan tangan kosong,” lagi jelasnya.

Peristiwa itupun jadi tontonan calon penumpang lainnya yang sedang menunggu jadwal keberangkatan.

Demi menghindari kekacauan meluas dan tidak terjadi gangguan pada penerbangan lainya kedua belah pihak dibawa ke Mapolsek Kawasan Ngurah Rai. Di Mapolsek Kawasan Ngurah Rai kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

Naji Mohamad D.M mengakui kesalahannya dan langsung menyampaikan permohonan maaf kepada petugas yang dipukulnya.

Naji Mohamad D.M mengaku emosi karena panik tidak bisa segera berangkat ke Jakarta. Sebab, dia sudah mengagendakan, Rabu (26/1) terbang ke Yordania untuk menjenguk ibunya yang sedang menderita sakit berat.

“Keberangkatan bersama rombongannya pun ditunda keesokan harinya,” beber Iptu Ketut Sukadi.

Akhirnya dilakukan mediasi dari pihak staf lion Air Group Asisten Manajer lwan Setiawan dan calon penumpang pesawat Batik Air ID 8501 ruang tiketing terminal keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Ya dapat diselesaikan dengan baik, 8 orang calon penumpang Batik Air, diubah keberangkatannya  Rabu tanggal 26 Januari 2022, sekitar 07.00, dengan Batik Air ID 6060. Mereka damai tanpa tuntutan,” pungkas dia.

- Advertisement -

- Advertisement -

Warga negara asing (WNA) yang menganiaya dengan cara memukul polisi dan satpam di Bandara Ngurah Rai ternyata asal Yordania. Namun, kasus pemukulan ini berakhir damai.

ANDRE SULLA, Kuta


 

GATE 5 Terminal Keberangkatan Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mendadak gaduh, Selasa (25/1) sekitar pukul 19.20 Wita. Kegaduhan terjadi ketika 8 orang calon penumpang dilarang masuk bording ke pesawat penerbangan Lion Air JT 041 tujuan Jakarta.

Delapan calon penumpang yang ketinggalan pesawat itu tidak terima tidak bisa masuk boarding. Keributan tak terhindarkan, bahkan berujung penganiayaan.

“Karena itu cekcok mulutpun tak terhindarkan. Melihat adanya cekcok mulut, security Lion Air Group I Nyoman Sudiasa mendekat dan melerai,” beber sumber.

Lantaran para calon penumpang tidak mendapatkan jawaban terkait alasan dilarang mengikuti bording, terjadi saling dorong dengan perugas bording dan  security Lion Air Group I Nyoman Sudiasa terkena imbas pukulan. 

“Sebenarnya delapan calon penumpang pesawat Batik Air ID 8501 boarding jam 15.00, namun ketinggalan pesawat tersebut. Keributan pemukulan terhadap petugas lion Air JT 041 di area ruang tunggu gate 5,” timpal sumber.

Karena dipukul, pihak bandara menghubungi pihak Polsek Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Lalau petugas kepolisian Aiptu Gatut Suryadi bergegas datangi TKP. Ia sempat melerai namun terkena pukulan nyasar,” bebernya.

Baca Juga:  Bayi Mungil Itu Tewas Setelah Dibekap Celana Dalam, Si Ibu Resmi TSK

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkan terkait adanya peristiwa tersebut. Diakui, 8 orang yang ketinggalan pesawat di diamankan ke Polsek.

Adapun nama-nama calon penumpang pesawat yang sempat diamankan, Naji Zain M, seat 19A. Astri Nindya seat 19B. Faustin Bryan, seat 19C. Naji Mohamad D.M, seat 19D. Naji Zidam Muhammad Dawod, seat 19E. Sukatmi, seat 25 A. Dan Zuriah Nurfika, seat 25B.

Keributan yang berujung pemukulan terhadap petugas itu dipicu karena petugas Avsec dari Lion Air melarang Naji Mohamad D.M, bersama tujuh orang anggota rombongannya untuk boarding.

Naji Mohamad D.M, yang merupakan warga negara Yordania yang tinggal di Cluster Mayfield A3 Nomor 3 Greenwich Park BSD, Tanggerang, Jakarta itu tidak terima karena pesawat sudah terbang meninggalkan Bali menuju Jakarta.

“Korban sapaan Tio dipukul pada bagian tengkuk, Nyoman Sudiasa dipukul pada bagian mulut, dan Gatut dipukul pada pipi kanan. Ketiganya dipukul karena sebelumnya cekcok mulut dengan Naji Mohamad D.M,” bebernya.

Mereka tidak terima karena sejam sebelum boarding, Naji Mohamad D.M bersama rombongannya sudah berada di ruang tunggu gate 5 terminal keberangkatan domestik.

Berdalih karena tidak ada panggilan untuk boarding. Sedangkan petugas bilang sudah dipanggil bahkan sudah sesuai sesuai SOP itu memicu kemaraham lantaran diduga berbohong.

Baca Juga:  Traffic ke Bali Naik, Bandara Tambah Fasilitas Rapid Tes Antigen

“Naji Mohamad D.M berusaha terobos namun dihalang halangi sehingga ia memukul ketiga orang itu dengan tangan kosong,” lagi jelasnya.

Peristiwa itupun jadi tontonan calon penumpang lainnya yang sedang menunggu jadwal keberangkatan.

Demi menghindari kekacauan meluas dan tidak terjadi gangguan pada penerbangan lainya kedua belah pihak dibawa ke Mapolsek Kawasan Ngurah Rai. Di Mapolsek Kawasan Ngurah Rai kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

Naji Mohamad D.M mengakui kesalahannya dan langsung menyampaikan permohonan maaf kepada petugas yang dipukulnya.

Naji Mohamad D.M mengaku emosi karena panik tidak bisa segera berangkat ke Jakarta. Sebab, dia sudah mengagendakan, Rabu (26/1) terbang ke Yordania untuk menjenguk ibunya yang sedang menderita sakit berat.

“Keberangkatan bersama rombongannya pun ditunda keesokan harinya,” beber Iptu Ketut Sukadi.

Akhirnya dilakukan mediasi dari pihak staf lion Air Group Asisten Manajer lwan Setiawan dan calon penumpang pesawat Batik Air ID 8501 ruang tiketing terminal keberangkatan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Ya dapat diselesaikan dengan baik, 8 orang calon penumpang Batik Air, diubah keberangkatannya  Rabu tanggal 26 Januari 2022, sekitar 07.00, dengan Batik Air ID 6060. Mereka damai tanpa tuntutan,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/