alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Sebelum Buat Mikol Palsu, Putrawan Sempat Kerja di Pabrik Mikol

DENPASAR –  Pemalsu minuman beralkohol merek terkenal atau branded, I Wayan Putrawan, 43, ternyata mantan pekerja di pabrik mikol di Singaraja, Bali. Dia memalsukan beragam mikol merek macam Black Label, Red Label, Chivas Regal, dan Jack Daniel’s.

 

Informasi yang dirangkum radarbali.id dari berbagai sumber, tersangka sendiri pada 2014-2015 bekerja di pabrik minuman beralkohol merek King House dan Green House yang diproduksi PT Akar Sukses, Singaraja.

 

Pada 2016, tersangka mulai menjual minuman alkohol kualitas KW alias palsu. Tersangka mendapat minuman itu dari sejumlah pihak di Kota Denpasar.

 

Pada April 2020, saat pandemi melanda, tersangka mulai memiliki ide memproduksi sendiri minuman alkohol palsu. Ia membeli botol kosong, membeli alkohol, dan membeli bahan kimia di sejumlah toko.

Baca Juga:  Dieksekusi, Winasa Debat Kusir dengan Jaksa, Sebut Dirinya Digantung…

 

Agar kemasan minumannya menyerupai aslinya, tersangka juga membeli stiker dan pita cukai ilegal. Merek yang dipalsukan adalah merek-merek terkenal. Misalnya Black Label, Red Label, Chivas Regal, dan Jack Daniel’s.

 

Tersangka memproduksi minuman palsu itu di sebuah rumah kontrakan di wilayah Pemogan, Denpasar Selatan.

 

Berdasar hasil pengujian laboratorium, barang yang diujikan merupakan barang kena cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang memiliki kadar etil alkohol antara 35,21 persen sampai dengan 37,69 persen. Hal itu menunjukkan bahwa BKC MMEA tersebut termasuk golongan C.

 

Kasi Penkum Kejati Bali, A. Luga Harlianto kepada radarbali.id, Minggu (27/2), menjelaskan sambil menunggu persidangan, pria kelahiran Sangsit, Buleleng, itu saat ini dititipkan di Rutan Kelas IIB Gianyar.

Baca Juga:  Pemalsu Miras Impor Merek Terkenal Terancam Lima Tahun Penjara

 

“Berkas I Wayan Putrawan akan kami limpahkan ke PN Denpasar setelah Nyepi,” ujar

 

Luga mengatakan, tersangka I Wayan Putrawan dijerat UU Nomor 39/2007 tentang Cukai. Ada beberapa pasal yang disangkakan.

 

Salah satunya Pasal 14 UU Cukai dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun penjara. Perbuatan tersangka tidak memiliki izin berupa nomor pokok pengusaha barang kena cukai dari Menteri Keuangan Republik Indonesia.

 

“Untuk kerugian jumlahnya ratusan juta,” jelas Luga.



DENPASAR –  Pemalsu minuman beralkohol merek terkenal atau branded, I Wayan Putrawan, 43, ternyata mantan pekerja di pabrik mikol di Singaraja, Bali. Dia memalsukan beragam mikol merek macam Black Label, Red Label, Chivas Regal, dan Jack Daniel’s.

 

Informasi yang dirangkum radarbali.id dari berbagai sumber, tersangka sendiri pada 2014-2015 bekerja di pabrik minuman beralkohol merek King House dan Green House yang diproduksi PT Akar Sukses, Singaraja.

 

Pada 2016, tersangka mulai menjual minuman alkohol kualitas KW alias palsu. Tersangka mendapat minuman itu dari sejumlah pihak di Kota Denpasar.

 

Pada April 2020, saat pandemi melanda, tersangka mulai memiliki ide memproduksi sendiri minuman alkohol palsu. Ia membeli botol kosong, membeli alkohol, dan membeli bahan kimia di sejumlah toko.

Baca Juga:  Minta Oknum Dokter Pungli Dimutasi, Dewan Segera Panggil Manajemen RS

 

Agar kemasan minumannya menyerupai aslinya, tersangka juga membeli stiker dan pita cukai ilegal. Merek yang dipalsukan adalah merek-merek terkenal. Misalnya Black Label, Red Label, Chivas Regal, dan Jack Daniel’s.

 

Tersangka memproduksi minuman palsu itu di sebuah rumah kontrakan di wilayah Pemogan, Denpasar Selatan.

 

Berdasar hasil pengujian laboratorium, barang yang diujikan merupakan barang kena cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang memiliki kadar etil alkohol antara 35,21 persen sampai dengan 37,69 persen. Hal itu menunjukkan bahwa BKC MMEA tersebut termasuk golongan C.

 

Kasi Penkum Kejati Bali, A. Luga Harlianto kepada radarbali.id, Minggu (27/2), menjelaskan sambil menunggu persidangan, pria kelahiran Sangsit, Buleleng, itu saat ini dititipkan di Rutan Kelas IIB Gianyar.

Baca Juga:  Usai Sita Kendaraan, Eks Kepala BPN Badung Serahkan 250 Hektare Tanah

 

“Berkas I Wayan Putrawan akan kami limpahkan ke PN Denpasar setelah Nyepi,” ujar

 

Luga mengatakan, tersangka I Wayan Putrawan dijerat UU Nomor 39/2007 tentang Cukai. Ada beberapa pasal yang disangkakan.

 

Salah satunya Pasal 14 UU Cukai dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun penjara. Perbuatan tersangka tidak memiliki izin berupa nomor pokok pengusaha barang kena cukai dari Menteri Keuangan Republik Indonesia.

 

“Untuk kerugian jumlahnya ratusan juta,” jelas Luga.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/