alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Kuburan Anak Gadis Dibongkar Orang Misterius, Warga Buleleng Gempar

SUKASADA–Warga di Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Panji, Sukasada, Buleleng, Rabu (27/5) sore dibuat gempar.

Geger warga ini menyusul adanya insiden pembongkaran salah satu kuburan di Setra Desa Adat Panji oleh orang tak bertanggungjawab.

Meski taka kerugian materi, namun akibat peristiwa yang diakui warga baru pertama kali terjadi ini sempat membuat warga heboh.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kuburan itu merupakan milik Made Nosen, 30, warga Banjar Dinas Abasan, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada. Ia menguburkan putrinya, Dita Asriani, 11, pada Selasa (26/5).

Putrinya meninggal karena mengalami kecelakaan tunggal. Saat itu putrinya terjatuh dari sepeda dan kepalanya membentur batu, sehingga mengalami luka parah yang memicu mendiang meninggal dunia.

Sekitar pukul 17.30 Rabu (27/5) sore, Made Karma, 35, warga Banjar Dinas Mekarsari, Desa Panji sempat datang ke areal setra.

Made Karma mengais sisa upakara yang sekiranya dapat digunakan pakan ternak.

Baca Juga:  Ugal-Ugalan, Truk Tangki BBM Tabrak Pemotor Hingga Tewas di Tempat

Namun saat mengais sisa upakara, saksi Karma dikejutkan dengan kuburan yang liangnya menganga.

Baru pada Kamis pagi, ia menyampaikan pada pemilik kuburan. Peristiwa itu pun segera dilaporkan pada aparat desa dan pihak kepolisian.

Perbekel Panji Anom I Made Gina mengatakan, secara kedinasan setra berada di Desa Panji. Namun secara adat, Desa Panji Anom berada pada satu desa adat, yakni Desa Adat Panji. Saat terjadi upacara kematian, warga yang tinggal di wilayah Abasan, menguburkan jenazah di setra yang terletak di Mekarsari.

“Memang itu kuburan milik warga kami. Kami sudah cek tadi. Itu kuburannya memang digali, tapi tidak ada barang-barang yang diambil. Tidak ada yang hilang sama sekali. Sudah kami laporkan ke pihak kepolisian juga,” kata Gina.

Bendesa Adat Panji Gusti Ketut Susila Darma yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, jenazah yang dikubur masih utuh. Peti jenazah juga tidak dibongkar. “Tidak ada barang-barang yang hilang. Semuanya utuh. Petinya juga tidak bergeser. Sehingga hanya dibuatkan upacara ngulapin saja,” jelas Susila.

Baca Juga:  BEH! Pukul Ayah Pakai Linggis, Gede hanya Dituntut Jaksa 5 Tahun Bui

Ia mengaku tak tahu secara pasti apa motif penggalian kubur itu.

 “Mungkin yang menggali ini mau nyari bekal. Dikira di lubang kubur itu ada uang. Tapi tadi dicek sama keluarga, tidak ada yang tersentuh. Sudah ditutup kembali lubang kuburnya tadi,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan dalam peristiwa tersebut. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sebuah cangkul. Cangkul ditemukan di sebuah areal perkebunan yang terletak tak jauh dari Setra Desa Adat Panji. Diduga kuat cangkul itu yang digunakan untuk menggali kubur.

Belum diketahui secara pasti apa motif pembongkaran kuburan itu. “Kami cari tahu dulu motifnya seperti apa. Kalau memang ada barang yang dicuri, bisa kami kenakan pasal pencurian. Bisa juga kenakan tindak pidana ringan, karena memicu keresahan di tengah pandemi,” kata Landung



SUKASADA–Warga di Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Panji, Sukasada, Buleleng, Rabu (27/5) sore dibuat gempar.

Geger warga ini menyusul adanya insiden pembongkaran salah satu kuburan di Setra Desa Adat Panji oleh orang tak bertanggungjawab.

Meski taka kerugian materi, namun akibat peristiwa yang diakui warga baru pertama kali terjadi ini sempat membuat warga heboh.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kuburan itu merupakan milik Made Nosen, 30, warga Banjar Dinas Abasan, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada. Ia menguburkan putrinya, Dita Asriani, 11, pada Selasa (26/5).

Putrinya meninggal karena mengalami kecelakaan tunggal. Saat itu putrinya terjatuh dari sepeda dan kepalanya membentur batu, sehingga mengalami luka parah yang memicu mendiang meninggal dunia.

Sekitar pukul 17.30 Rabu (27/5) sore, Made Karma, 35, warga Banjar Dinas Mekarsari, Desa Panji sempat datang ke areal setra.

Made Karma mengais sisa upakara yang sekiranya dapat digunakan pakan ternak.

Baca Juga:  Ugal-Ugalan, Truk Tangki BBM Tabrak Pemotor Hingga Tewas di Tempat

Namun saat mengais sisa upakara, saksi Karma dikejutkan dengan kuburan yang liangnya menganga.

Baru pada Kamis pagi, ia menyampaikan pada pemilik kuburan. Peristiwa itu pun segera dilaporkan pada aparat desa dan pihak kepolisian.

Perbekel Panji Anom I Made Gina mengatakan, secara kedinasan setra berada di Desa Panji. Namun secara adat, Desa Panji Anom berada pada satu desa adat, yakni Desa Adat Panji. Saat terjadi upacara kematian, warga yang tinggal di wilayah Abasan, menguburkan jenazah di setra yang terletak di Mekarsari.

“Memang itu kuburan milik warga kami. Kami sudah cek tadi. Itu kuburannya memang digali, tapi tidak ada barang-barang yang diambil. Tidak ada yang hilang sama sekali. Sudah kami laporkan ke pihak kepolisian juga,” kata Gina.

Bendesa Adat Panji Gusti Ketut Susila Darma yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, jenazah yang dikubur masih utuh. Peti jenazah juga tidak dibongkar. “Tidak ada barang-barang yang hilang. Semuanya utuh. Petinya juga tidak bergeser. Sehingga hanya dibuatkan upacara ngulapin saja,” jelas Susila.

Baca Juga:  Keluarga Korban Laka Geruduk Polres, Sentil Anggota DPRD Bali Somvir

Ia mengaku tak tahu secara pasti apa motif penggalian kubur itu.

 “Mungkin yang menggali ini mau nyari bekal. Dikira di lubang kubur itu ada uang. Tapi tadi dicek sama keluarga, tidak ada yang tersentuh. Sudah ditutup kembali lubang kuburnya tadi,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan dalam peristiwa tersebut. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sebuah cangkul. Cangkul ditemukan di sebuah areal perkebunan yang terletak tak jauh dari Setra Desa Adat Panji. Diduga kuat cangkul itu yang digunakan untuk menggali kubur.

Belum diketahui secara pasti apa motif pembongkaran kuburan itu. “Kami cari tahu dulu motifnya seperti apa. Kalau memang ada barang yang dicuri, bisa kami kenakan pasal pencurian. Bisa juga kenakan tindak pidana ringan, karena memicu keresahan di tengah pandemi,” kata Landung


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/