alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Mandi di Muara Sungai, Digulung Ombak, Warga Tulikup Ditemukan Tewas

GIANYAR – Agenda mandi yang dilakukan sekelompok pemuda di aliran muara sungai Sangsang Rabu (27/5) kemarin menjadi petaka.

Seorang pemuda bernama Putu Angga Wisargawan, 20, asal Banjar Pande, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, ditemukan tewas tenggelam.

Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika menyatakan, awalnya korban datang ke areal muara bersama delapan temannya.

Mereka mandi di perbatasan Pantai Siyut, Desa Tulikup dengan pantai Lebih. “Ini ada beberapa anak muda. Mereka berniat mandi,” ujar Kompol Suastika kemarin.

Tiba di lokasi kejadian, korban langsung mandi di pantai. Namun, tak lama kemudian para pemuda itu digulung ombak.

Setidaknya ada empat orang sempat digulung ombak. “Kemudian korban tergulung ke muara sungai ini,” jelas Kompol Suastika.

Ternyata korban tak muncul ke permukaan. Teman-temannya serta saudaranya sempat mencari ke muara. Mereka menelusuri muara.

Lantaran tak membuahkan hasil, mereka  kemudian melaporkan kejadian itu ke prajuru desa. Polisi sendiri awalnya menerima informasi dari Bendesa Tulikup.

Baca Juga:  Korban Penyekapan Diteror, Pelaku Penyekapan Masih Bebas Berkeliaran

“Kemudian kami tiba di lokasi dan benar ada orang tenggelam,” ungkap Kapolsek. Untuk pencarian, dilakukan oleh petugas gabungan.

Di antaranya Balawista Kabupaten Gianyar, Satuan Polair Polres Gianyar, dan TNI. “Juga dibantu oleh tim SAR,” ungkapnya.

Petugas juga dibantu warga yang ikut nyemplung ke dalam muara. Petugas memasang jaring pembatas untuk menghalau kemungkinan korban tersangkut jaring.

Sekitar pukul 14.30, korban akhirnya ditemukan di dasar sungai sedalam kurang lebih 5 meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali Gede Darmada mengaku, menerjunkan 8 penyelam untuk mengobok-obok muara sungai.

Penyisiran dilakukan mulai pukul 11.00. Tim juga dibantu masyarakat setempat yang sukarela ikut nyemplung ke muara sungai.

“Awalnya kaki korban tak sengaja tersentuh oleh masyarakat yang membantu pencarian. Langsung diselami dan ditemukan tubuh korban,” ujarnya.

Tubuh korban ditemukan di kedalaman 5 meter. Itu setelah air sungai surut. “Karena pergerakan arus yang dinamis. Ombak dari arah laut mengakibatkan jenazahnya terombang-ambing di laut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Menyedihkan, Sejam Sebelum Ditemukan Tewas Terbakar, Korban Sempat..

Selanjutnya, jasad korban langsung dievakuasi. Dibungkus dan dimasukkan ke ambulance. Selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Di tepi muara, pemuda yang selamat tampak terdiam melihat situasi tersebut. Pemuda yang sempat mandi bersama korban itu berusia beragam. Ada pelajar 15 tahun hingga pemuda 25 tahun.

Sementara itu, salah seorang kerabat korban, Pande Suartini yang tiba di tepi muara mengaku korban ini bekerja di salah satu tempat bimbingan belajar.

Korban awalnya ke pantai bersama anaknya dan beberapa teman. “Sebelum pergi sudah saya ingatkan. Jangan mandi di pantai, cuaca begini (hujan dan mendung, red),” ujarnya.

Namun, mereka tetap janjian via WhatsApp. Kemudian mereka berkumpul di pantai. “Sudah saya ingatkan, ombaknya besar. Tapi masih saja mereka mandi,” pungkasnya. 



GIANYAR – Agenda mandi yang dilakukan sekelompok pemuda di aliran muara sungai Sangsang Rabu (27/5) kemarin menjadi petaka.

Seorang pemuda bernama Putu Angga Wisargawan, 20, asal Banjar Pande, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, ditemukan tewas tenggelam.

Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika menyatakan, awalnya korban datang ke areal muara bersama delapan temannya.

Mereka mandi di perbatasan Pantai Siyut, Desa Tulikup dengan pantai Lebih. “Ini ada beberapa anak muda. Mereka berniat mandi,” ujar Kompol Suastika kemarin.

Tiba di lokasi kejadian, korban langsung mandi di pantai. Namun, tak lama kemudian para pemuda itu digulung ombak.

Setidaknya ada empat orang sempat digulung ombak. “Kemudian korban tergulung ke muara sungai ini,” jelas Kompol Suastika.

Ternyata korban tak muncul ke permukaan. Teman-temannya serta saudaranya sempat mencari ke muara. Mereka menelusuri muara.

Lantaran tak membuahkan hasil, mereka  kemudian melaporkan kejadian itu ke prajuru desa. Polisi sendiri awalnya menerima informasi dari Bendesa Tulikup.

Baca Juga:  Kematian Pengemudi Ford Masih Misterius, Baju Adat Jadi Bukti Polisi

“Kemudian kami tiba di lokasi dan benar ada orang tenggelam,” ungkap Kapolsek. Untuk pencarian, dilakukan oleh petugas gabungan.

Di antaranya Balawista Kabupaten Gianyar, Satuan Polair Polres Gianyar, dan TNI. “Juga dibantu oleh tim SAR,” ungkapnya.

Petugas juga dibantu warga yang ikut nyemplung ke dalam muara. Petugas memasang jaring pembatas untuk menghalau kemungkinan korban tersangkut jaring.

Sekitar pukul 14.30, korban akhirnya ditemukan di dasar sungai sedalam kurang lebih 5 meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali Gede Darmada mengaku, menerjunkan 8 penyelam untuk mengobok-obok muara sungai.

Penyisiran dilakukan mulai pukul 11.00. Tim juga dibantu masyarakat setempat yang sukarela ikut nyemplung ke muara sungai.

“Awalnya kaki korban tak sengaja tersentuh oleh masyarakat yang membantu pencarian. Langsung diselami dan ditemukan tubuh korban,” ujarnya.

Tubuh korban ditemukan di kedalaman 5 meter. Itu setelah air sungai surut. “Karena pergerakan arus yang dinamis. Ombak dari arah laut mengakibatkan jenazahnya terombang-ambing di laut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Miris! Siswi SMP Diperkosa Bergiliran oleh Empat Pemuda Bejat

Selanjutnya, jasad korban langsung dievakuasi. Dibungkus dan dimasukkan ke ambulance. Selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Di tepi muara, pemuda yang selamat tampak terdiam melihat situasi tersebut. Pemuda yang sempat mandi bersama korban itu berusia beragam. Ada pelajar 15 tahun hingga pemuda 25 tahun.

Sementara itu, salah seorang kerabat korban, Pande Suartini yang tiba di tepi muara mengaku korban ini bekerja di salah satu tempat bimbingan belajar.

Korban awalnya ke pantai bersama anaknya dan beberapa teman. “Sebelum pergi sudah saya ingatkan. Jangan mandi di pantai, cuaca begini (hujan dan mendung, red),” ujarnya.

Namun, mereka tetap janjian via WhatsApp. Kemudian mereka berkumpul di pantai. “Sudah saya ingatkan, ombaknya besar. Tapi masih saja mereka mandi,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/