alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Dilarang Bawa Motor, Pemuda di Tabanan Mengamuk di UGD Rumah Sakit

TABANAN– Pengunjung dan petugas BRSU Tabanan, Jumat pagi (28/6) sekitar pukul 09.00 WITA dibuat heboh.

Geger warga, ini menyusul dengan ulah satu pasien bernama Kadek Erwin Adijaya.

Pemuda 23 tahun asal Banjar Subamia Dencarik, Desa Subamia, Kecamatan Tabanan, ini tiba-tiba mengamuk sambil berteriak saat hendak diberikan obat penenang oleh tim medis di ruang UGD BRSU Tabanan.

Beruntung aksi tersebut bisa segera diatasi usai petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan berhasil menenangkan dan mengamankan Erwin.

Seperti dibenarkan Komandan Pleton Pengendalian Masyarakat Satpol PP Tabanan I Wayan Ardika.

Dijelaskan, sebelum mengamuk di RS, pasien dengan riwayat epilepsi ini juga sempat mengamuk di rumah.

“Jadi kami mendapatkan informasi Jumat pagi bahwa kami diminta mengevakuasi pasien ODGJ yang mengamuk,” jelasnya.

Kemudian sampai di rumah pasien, dia bersama dengan anggota mendapati tangan pasien sudah terborgol dan duduk di depan Pos Kamling banjar setempat.

Baca Juga:  Cakar Mantan Suami, Ibu Muda Ini Diganjar Hukuman Percobaan

Kadek Erwin yang mengamuk sempat diamankan langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Subamia. Sehingga dibawa ke rumah sakit untuk diobati.

Selanjutnya, setiba di rumah sakit, saat petugas hendak memberikan obat penenang, pasien kembali meronta dan melawan. Bahkan meski sudah diberikan obat penenang, Erwin justru meracau. “Matiang Cang Neh” (bunuh saya),”teriak Erwin berulang sambil berlari keluar ruang UGD.

Kontan, akibat teriakan dan perlawanan dari pasien, sejumlah pengunjung Rs sempat dibuat ketakutan.

Sementara itu, terkait kondisi pasien, ayah Erwin, I Wayan Sukantra menyatakan jika pemicu anaknya kumat, gegara tidak diizinkan bermain keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor keluar rumah.

Larangan itu, imbih Sukantra, lebih karena ia tak ingin terjadi sesuatu terhadap Kadek Erwin yang memiliki riwayat epilepsi.

Namun tak terima dilarang bermain, Erwin akhirnya mengamuk dan bahkan sempat memecahkan kaca jendela rumah.

Selain itu, masih kata Sukantra, anaknya ini memiliki riwayat epilepsi sejak kelas I SMP.

Baca Juga:  Tak Pulang Empat Hari, Warga Busungbiu Ditemukan Tewas di Dasar Jurang

Sempat pingsan di sekolah kemudian sering kali kambuh.

Bahkan sempat jatuh dari sepeda motor karena epilepsinya kumat. “Kalau melali itu harus kita ikuti,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penyakit kejiwaannya sekitar 6 bulan lalu dan sempat sembuh. Setelah rajin berobat ke rumah sakit.

Sukantra menambahkan ngamuknya Kadek Erwin bukan kali pertama. Empat bulan lalu dia sempat ngamuk kemudian dievakuasi atau ditenangkan di Panti Laras dibawah naungan Dinas Sosial Tabanan.

“Tetapi saat itu hanya dirawat sehari, kemudian besoknya sudah pulang karena sudah tenang,” ungkapnya.

Penyakit epilepsi diderita anaknya membuat pihak keluarga memutuskan ruang gerak Kadek Erwin dibatasi.

Keluarga khawatir saat bermain kambuh epilepsi dan keluarga takut terjadi apa-apa nantinya pada dirinya.

“Mungkin saya dan keluarga terlalu menekan dia dan tidak boleh kemana-mana, mungkin itu yang membuat dia depresi dan kambuh kejiwaannya. Sehingga kami berencana membawa ke RSJ Bangli untuk pengobatan kejiwaannya,” pungkasnya. 


TABANAN– Pengunjung dan petugas BRSU Tabanan, Jumat pagi (28/6) sekitar pukul 09.00 WITA dibuat heboh.

Geger warga, ini menyusul dengan ulah satu pasien bernama Kadek Erwin Adijaya.

Pemuda 23 tahun asal Banjar Subamia Dencarik, Desa Subamia, Kecamatan Tabanan, ini tiba-tiba mengamuk sambil berteriak saat hendak diberikan obat penenang oleh tim medis di ruang UGD BRSU Tabanan.

Beruntung aksi tersebut bisa segera diatasi usai petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan berhasil menenangkan dan mengamankan Erwin.

Seperti dibenarkan Komandan Pleton Pengendalian Masyarakat Satpol PP Tabanan I Wayan Ardika.

Dijelaskan, sebelum mengamuk di RS, pasien dengan riwayat epilepsi ini juga sempat mengamuk di rumah.

“Jadi kami mendapatkan informasi Jumat pagi bahwa kami diminta mengevakuasi pasien ODGJ yang mengamuk,” jelasnya.

Kemudian sampai di rumah pasien, dia bersama dengan anggota mendapati tangan pasien sudah terborgol dan duduk di depan Pos Kamling banjar setempat.

Baca Juga:  Polisi Pemeras Cewek MiChat Dijerat 3 Pasal KUHP, Ini yang Terungkap

Kadek Erwin yang mengamuk sempat diamankan langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Subamia. Sehingga dibawa ke rumah sakit untuk diobati.

Selanjutnya, setiba di rumah sakit, saat petugas hendak memberikan obat penenang, pasien kembali meronta dan melawan. Bahkan meski sudah diberikan obat penenang, Erwin justru meracau. “Matiang Cang Neh” (bunuh saya),”teriak Erwin berulang sambil berlari keluar ruang UGD.

Kontan, akibat teriakan dan perlawanan dari pasien, sejumlah pengunjung Rs sempat dibuat ketakutan.

Sementara itu, terkait kondisi pasien, ayah Erwin, I Wayan Sukantra menyatakan jika pemicu anaknya kumat, gegara tidak diizinkan bermain keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor keluar rumah.

Larangan itu, imbih Sukantra, lebih karena ia tak ingin terjadi sesuatu terhadap Kadek Erwin yang memiliki riwayat epilepsi.

Namun tak terima dilarang bermain, Erwin akhirnya mengamuk dan bahkan sempat memecahkan kaca jendela rumah.

Selain itu, masih kata Sukantra, anaknya ini memiliki riwayat epilepsi sejak kelas I SMP.

Baca Juga:  Cemari Lingkungan, Satpol PP Tutup Usaha Sablon Bodong

Sempat pingsan di sekolah kemudian sering kali kambuh.

Bahkan sempat jatuh dari sepeda motor karena epilepsinya kumat. “Kalau melali itu harus kita ikuti,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penyakit kejiwaannya sekitar 6 bulan lalu dan sempat sembuh. Setelah rajin berobat ke rumah sakit.

Sukantra menambahkan ngamuknya Kadek Erwin bukan kali pertama. Empat bulan lalu dia sempat ngamuk kemudian dievakuasi atau ditenangkan di Panti Laras dibawah naungan Dinas Sosial Tabanan.

“Tetapi saat itu hanya dirawat sehari, kemudian besoknya sudah pulang karena sudah tenang,” ungkapnya.

Penyakit epilepsi diderita anaknya membuat pihak keluarga memutuskan ruang gerak Kadek Erwin dibatasi.

Keluarga khawatir saat bermain kambuh epilepsi dan keluarga takut terjadi apa-apa nantinya pada dirinya.

“Mungkin saya dan keluarga terlalu menekan dia dan tidak boleh kemana-mana, mungkin itu yang membuat dia depresi dan kambuh kejiwaannya. Sehingga kami berencana membawa ke RSJ Bangli untuk pengobatan kejiwaannya,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/