alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

MIRIS! Geng Cewek di Gianyar Aniaya Pelajar Gara-gara Rebutan Cowok

GIANYAR – Gara-gara rebutan cowok, geng cewek menganiaya pelajar tamatan SMP berinisial Ni KAR, 16, warga Desa/Kecamatan Sukawati, Rabu (26/6).

Kejadian itu berlangsung di areal persawahan Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. Korban dicakar dan disiram air got.

Atas perbuatannya, Kamis (27/6) polisi mengamankan tiga pelaku penganiayaan. Polisi mengamankan pelaku setelah keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Sebelumnya, ayah korban bersama kelian banjar sempat mencari pelaku utama geng cewek yang tinggal di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.

“Dia (pelaku, red) tidak ada di rumahnya. Katanya belum pulang,” jelasnya. Dari informasi yang dihimpun pihak keluarga, pelaku utama dikenal nakal.

“Dulu pernah bermasalah dia. Anaknya memang nakal,” terangnya. “Kami serahkan sepenuhnya (proses, red) ke Polsek,” ungkap kakak korban, Ni Wayan D.

Baca Juga:  Kadisbud Ngaku Korupsi, Janji Kembalikan Uang Negara

Kanitreskrim Polsek Sukawati, Iptu Gusti Ngurah Jaya Winangun mengaku telah mengamankan tiga pelaku geng cewek.

Tiga pelaku berinisial AG, 17, warga Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati; DSK, 16, warga Desa Lodtunduh Kecamatan Ubud; dan VNA, 17, warga Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, diamankan pada Kamis pagi.

“Mereka diamankan karena melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap barang atau orang,” ujarnya, kemarin.

Tiga pelaku dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman lima tahun. “Kalau nanti diversi,

nanti tergantung putusan hakim. Sementara dikembalikan ke orang tua dulu untuk dibina, sembari menunggu sidang,” terangnya.

Iptu Winangun mengaku penganiayaan itu didasari motif asmara. “Pelaku AG melakukan kekerasan dilatarbelakangi masalah cowok.

Baca Juga:  Bule Curi Helm di Kuta, Kapolsek Kuta: Mau WNA atau WNI Kami Tindak Tegas

Korban (KAR) mendatangi pelaku (AG) agar tidak pacaran dengan cowoknya karena antarkorban dengan si cowok masih ada hubungan pacaran,” ujarnya.

Karena tidak terima, maka pelaku mencari korban ke rumahnya di bilangan Sukawati. Pelaku mengajak korban ke Kemenuh untuk membicarakan permasalahan antara mereka berdua.

“Di lokasi, ada 2 orang teman pelaku yang menunggu di sana. Kedua orang temannya memaksa kepada korban untuk meminta maaf kepada pelaku dan melakukan penganiayaan kepada korban,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, tidak saja para anggota geng cewek yang dikeler ke Polsek Sukawati. Kamis kemarin, tampak para orang tua pelaku hadir di Polsek.

Namun orang tua pelaku menghindar dari pertanyaan wartawan



GIANYAR – Gara-gara rebutan cowok, geng cewek menganiaya pelajar tamatan SMP berinisial Ni KAR, 16, warga Desa/Kecamatan Sukawati, Rabu (26/6).

Kejadian itu berlangsung di areal persawahan Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. Korban dicakar dan disiram air got.

Atas perbuatannya, Kamis (27/6) polisi mengamankan tiga pelaku penganiayaan. Polisi mengamankan pelaku setelah keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Sebelumnya, ayah korban bersama kelian banjar sempat mencari pelaku utama geng cewek yang tinggal di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.

“Dia (pelaku, red) tidak ada di rumahnya. Katanya belum pulang,” jelasnya. Dari informasi yang dihimpun pihak keluarga, pelaku utama dikenal nakal.

“Dulu pernah bermasalah dia. Anaknya memang nakal,” terangnya. “Kami serahkan sepenuhnya (proses, red) ke Polsek,” ungkap kakak korban, Ni Wayan D.

Baca Juga:  Pingin Kaya, Penyedia Website Malah Dituntut 3 Tahun dan Denda Rp4,5 M

Kanitreskrim Polsek Sukawati, Iptu Gusti Ngurah Jaya Winangun mengaku telah mengamankan tiga pelaku geng cewek.

Tiga pelaku berinisial AG, 17, warga Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati; DSK, 16, warga Desa Lodtunduh Kecamatan Ubud; dan VNA, 17, warga Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, diamankan pada Kamis pagi.

“Mereka diamankan karena melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap barang atau orang,” ujarnya, kemarin.

Tiga pelaku dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman lima tahun. “Kalau nanti diversi,

nanti tergantung putusan hakim. Sementara dikembalikan ke orang tua dulu untuk dibina, sembari menunggu sidang,” terangnya.

Iptu Winangun mengaku penganiayaan itu didasari motif asmara. “Pelaku AG melakukan kekerasan dilatarbelakangi masalah cowok.

Baca Juga:  Psikiater Sebut Jika Korban Takut, Kepuasan Pelaku Makin Dahsyat

Korban (KAR) mendatangi pelaku (AG) agar tidak pacaran dengan cowoknya karena antarkorban dengan si cowok masih ada hubungan pacaran,” ujarnya.

Karena tidak terima, maka pelaku mencari korban ke rumahnya di bilangan Sukawati. Pelaku mengajak korban ke Kemenuh untuk membicarakan permasalahan antara mereka berdua.

“Di lokasi, ada 2 orang teman pelaku yang menunggu di sana. Kedua orang temannya memaksa kepada korban untuk meminta maaf kepada pelaku dan melakukan penganiayaan kepada korban,” jelasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, tidak saja para anggota geng cewek yang dikeler ke Polsek Sukawati. Kamis kemarin, tampak para orang tua pelaku hadir di Polsek.

Namun orang tua pelaku menghindar dari pertanyaan wartawan


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/