alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Miris!!! Selama Enam Bulan, 10 Bayi Dibuang Orangtuanya

DENPASAR – Kasus pembuangan bayi kembali terjadi dan menggegerkan warga Banjar Pancayasa, Mengwitani, Mengwi, Badung Jumat (27/7) sekitar pukul 02.30.

Bayi itu ditemukan dalam dus tepat di belakang dapur rumah milik warga bernama I Nyoman Sadya, 54. Kini polisi masih dalami siapa orang tua yang membuang darah dagingnya ini.

Atas penemuan bayi di Mengwitani, komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini menegaskan, yang utama saat ini adalah merawat dan menjaga kesehatan si bayi.

Dia pun mendesak aparat kepolisian dapat mengungkap kasus ini dan pelaku harus dihukum atas perbuatannya.

“Di Bali sudah ada gugus tugas perlindungan anak,  saya harap peran dan fungsi gugus tugas ini bisa dioptimalkan untuk menyusun langkah strategis terhadap persoalan-persoalan kejahatan terhadap anak,” terangnya. 

Baca Juga:  Frustasi Usai Bercerai, Janda Cantik Nekat Jadi Pengedar

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli lagi akan kejadian seperti ini. Sebab, kasus pembuangan bayi memang marak terjadi.

Hingga pertengahan tahun 2018 ini, sudah ada 10 kasus yang terjadi dan baru dua kasus yang terungkap siapa pelakunya.

“Kami harap agar kasus-kasus ini dapat terungkap untuk mengetahui motif di balik perbuatannya. Sehingga, intervensi yang dilakukan juga tepat,” jelas mantan direktur LBH Bali ini.



DENPASAR – Kasus pembuangan bayi kembali terjadi dan menggegerkan warga Banjar Pancayasa, Mengwitani, Mengwi, Badung Jumat (27/7) sekitar pukul 02.30.

Bayi itu ditemukan dalam dus tepat di belakang dapur rumah milik warga bernama I Nyoman Sadya, 54. Kini polisi masih dalami siapa orang tua yang membuang darah dagingnya ini.

Atas penemuan bayi di Mengwitani, komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini menegaskan, yang utama saat ini adalah merawat dan menjaga kesehatan si bayi.

Dia pun mendesak aparat kepolisian dapat mengungkap kasus ini dan pelaku harus dihukum atas perbuatannya.

“Di Bali sudah ada gugus tugas perlindungan anak,  saya harap peran dan fungsi gugus tugas ini bisa dioptimalkan untuk menyusun langkah strategis terhadap persoalan-persoalan kejahatan terhadap anak,” terangnya. 

Baca Juga:  Pacar Pembunuh Bayi Diperiksa, Hubungan Gelap Dilakukan Saat SMA

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli lagi akan kejadian seperti ini. Sebab, kasus pembuangan bayi memang marak terjadi.

Hingga pertengahan tahun 2018 ini, sudah ada 10 kasus yang terjadi dan baru dua kasus yang terungkap siapa pelakunya.

“Kami harap agar kasus-kasus ini dapat terungkap untuk mengetahui motif di balik perbuatannya. Sehingga, intervensi yang dilakukan juga tepat,” jelas mantan direktur LBH Bali ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/