alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Potong Dahan Pohon Albesia, Jatuh Setinggi 20 M, Petani Sulahan Tewas

BANGLI – Kecelakaan kerja menimpa I Nyoman Waktu, 46. Petani asal Dusun/Desa Sulahan, Kecamatan Susut itu terjatuh saat memotong dahan pohon, kemarin (27/7).

Waktu terjatuh di ketinggian 20 meter, korban sempat dilarikan ke RSUD Bangli, namun dinyatakan meninggal dunia.

Menurut informasi, korban datang ke tegalan milik Sang Nyoman Puri di sebelah utara Pura Dalem Banjar Adat Juwuk Bali.

Korban ke tegalan itu bersama dua kerabatnya. Sebelum memanjat pohon, korban sempat memohon dahan.

Sekitar pukul 10.30 Wita, korban terjatuh. Diduga jatuh akibat tersenggol dahan yang dipotongnya. Selanjutnya saksi 1, I Ketut Sudarsana, 38, menolong korban.

Sedangkan saksi 2, Made Giri, 18, menghubungi orang tuanya untuk menyampaikan bahwa korban terjatuh dari pohon.

Baca Juga:  Bukit dan Pura Longsor, Akses Kintamani-Singaraja Terputus

Saksi juga memohon segera  membawakan mobil untuk membawa korban ke RSUD Bangli guna mendapat pertolongan medis.

Tiba di rumah sakit, korban sempat dicek oleh dokter. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia. Atas kejadian tersebut dilaporkan ke Poksek Susut guna penanganan lebih lanjut.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, membenarkan peristiwa nahas itu. “Hasil pemeriksaan luar dokter jaga RSU Bangli,

korban saat sampai di rumah sakit sudah dalam keadaan lemas. Tidak sadarkan diri. Mengalami luka benjolan di dahi kiri sebesar 5 cm,” jelasnya.

Korban juga mengalami patah tulang leher. “Yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Motif, kelalaian korban pada saat memotong dahan pohon albesia,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Heboh! Kakek di Bangli Nekat Gorok Leher Sendiri Pakai Pisau Dapur


BANGLI – Kecelakaan kerja menimpa I Nyoman Waktu, 46. Petani asal Dusun/Desa Sulahan, Kecamatan Susut itu terjatuh saat memotong dahan pohon, kemarin (27/7).

Waktu terjatuh di ketinggian 20 meter, korban sempat dilarikan ke RSUD Bangli, namun dinyatakan meninggal dunia.

Menurut informasi, korban datang ke tegalan milik Sang Nyoman Puri di sebelah utara Pura Dalem Banjar Adat Juwuk Bali.

Korban ke tegalan itu bersama dua kerabatnya. Sebelum memanjat pohon, korban sempat memohon dahan.

Sekitar pukul 10.30 Wita, korban terjatuh. Diduga jatuh akibat tersenggol dahan yang dipotongnya. Selanjutnya saksi 1, I Ketut Sudarsana, 38, menolong korban.

Sedangkan saksi 2, Made Giri, 18, menghubungi orang tuanya untuk menyampaikan bahwa korban terjatuh dari pohon.

Baca Juga:  Karaoke Platinum dan EC Executive Disebut Buka saat PPKM

Saksi juga memohon segera  membawakan mobil untuk membawa korban ke RSUD Bangli guna mendapat pertolongan medis.

Tiba di rumah sakit, korban sempat dicek oleh dokter. Sayangnya, korban dinyatakan meninggal dunia. Atas kejadian tersebut dilaporkan ke Poksek Susut guna penanganan lebih lanjut.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, membenarkan peristiwa nahas itu. “Hasil pemeriksaan luar dokter jaga RSU Bangli,

korban saat sampai di rumah sakit sudah dalam keadaan lemas. Tidak sadarkan diri. Mengalami luka benjolan di dahi kiri sebesar 5 cm,” jelasnya.

Korban juga mengalami patah tulang leher. “Yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Motif, kelalaian korban pada saat memotong dahan pohon albesia,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Setor Uang Pengganti Rp 142 Juta, Eks Ketua LPD Dituntut 1,5 Tahun

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/