alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Sebulan Huni RSJ Bangli, Warga Denmark Akhirnya Dideportasi dari Bali

DENPASAR–Niklas Pihl Madsen, warga Denmark yang sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli karena mengalami akhirnya dideportasi.

Pria asing berusia 30 tahun, ini dideportasi ke negaranya oleh tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Selasa (27/7).

“Yang bersangkutan telah meresahkan masyarakat di daerah Sanur, karena mengalami depresi berat dan kehilangan paspor. Yang bersangkutan juga pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bangli sejak 16 Juni 2021 sampai 23 Juli 2021,” beber Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk.

Dijelaskan lebih lanjut, Nikhlas diberangkatkan pada 27 Juli 2021 menggunakan Pesawat Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR 955 pada Pukul 01.40 WIB tujuan Jakarta – Doha.

Baca Juga:  Begini Ceritanya Napi Asimilasi Ditangkap Kasus Narkoba Versi Kalapas…

Selanjutnya yang bersangkutan terbang tujuan Doha–Copenhagen dengan nomor penerbangan QR 159.

Nikhlas diberikan tindakan administratif Keimigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) huruf (a) dan (f) UU Nomor 6/2011 tentang Keimgrasian.

Nikhlas melanggar Pasal 78 Ayat (3) UU yang sama, karena izin tinggalnya telah berakhir masa berlakunya.

“Selain deportasi, juga masuk daftar tangkal. Yang bersangkutan tidak bisa masuk ke Indonesia,” terang Jamaruli.

Jamaruli menegaskan, di masa pandemi Covid-19 dan Penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap WNA yang masih berada di Provinsi Bali, melakukan sinergitas dengan instansi terkait.

“Kami tidak segan-segan memberikan sanksi kepada WNA yang melakukan pelanggaran,” pungkasnya.

Baca Juga:  Sediakan 400 Bed dan 7 Dokter, RSJ Bangli Siap Rawat Caleg Stress
- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR–Niklas Pihl Madsen, warga Denmark yang sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli karena mengalami akhirnya dideportasi.

Pria asing berusia 30 tahun, ini dideportasi ke negaranya oleh tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Selasa (27/7).

“Yang bersangkutan telah meresahkan masyarakat di daerah Sanur, karena mengalami depresi berat dan kehilangan paspor. Yang bersangkutan juga pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bangli sejak 16 Juni 2021 sampai 23 Juli 2021,” beber Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk.


Dijelaskan lebih lanjut, Nikhlas diberangkatkan pada 27 Juli 2021 menggunakan Pesawat Qatar Airways dengan nomor penerbangan QR 955 pada Pukul 01.40 WIB tujuan Jakarta – Doha.

Baca Juga:  Sssttt….Ada 40 Buronan Kejagung Sembunyi di Bali

Selanjutnya yang bersangkutan terbang tujuan Doha–Copenhagen dengan nomor penerbangan QR 159.

Nikhlas diberikan tindakan administratif Keimigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2) huruf (a) dan (f) UU Nomor 6/2011 tentang Keimgrasian.

Nikhlas melanggar Pasal 78 Ayat (3) UU yang sama, karena izin tinggalnya telah berakhir masa berlakunya.

“Selain deportasi, juga masuk daftar tangkal. Yang bersangkutan tidak bisa masuk ke Indonesia,” terang Jamaruli.

Jamaruli menegaskan, di masa pandemi Covid-19 dan Penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap WNA yang masih berada di Provinsi Bali, melakukan sinergitas dengan instansi terkait.

“Kami tidak segan-segan memberikan sanksi kepada WNA yang melakukan pelanggaran,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bandar Narkoba Jero Jangol Dituntut 15 Tahun, Ini Alasan Jaksa…

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/