alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Warga Diusir karena Sertifikat Vaksin, Bendesa Gulingan Ungkap Ini

BADUNG – Kasus dugaan pengusiran warga bernama Fery Wahyudi Satrio Wibowo di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, ditanggapi Bendesa Adat Gulingan Ida Bagus Gangga.

 

Ketika ditemui di Kantor Desa Adat Gulingan, Gus Gangga menjelaskan kronologi terkait permasalan tersebut. Dia mengatakan, awalnya, warga bernama Fery disuruh vaksinasi Covid-19. Namun, Fery mempertanyakan tentang keamanan vaksin tersebut.

 

“Karena dia itu disuruh vaksin, bahasanya mau gak negara bertanggung jawab tentang dirinya (bila terjadi apa-apa, Red),” jelas Gangga, Selasa (27/7).

 

Menurut Gangga, pihaknya pun menjelaskan kepada Fery bahwa dia tidak bisa.

 

“Kita kan tidak bisa, jangankan bertanggung jawab dengan orang lain. Orang negara berpikir seribu kali dengan situasi covid itu gak mungkin,” terangnya.

 

Karena tidak mau vaksin, kemudian Fery disuruh mencari keterangan dokter dengan alasan tidak mau divaksin. Namun, Fery tidak ma uke dokter dengan alasan tidak pernah ke dokter. Bahkan, Fery mengaku tidak pernah minum obat, tidak pernah suntik.

Baca Juga:  Klaim Tidak Ada "86" alias Damai dengan Cicit Pahlawan yang Nyimeng

 

“Maka dari itu, secara pribadi, secara baik-baik akhir dari apa yang didapatkan saya sebagai bendesa hadir didampingi baninkamtib, apa pun permasalahan kalau dia tidak mau divaksin dia siap menerima,” tuturnya.

 

Setelah kejadian itu, dua banjar, yakni Gulingan Tengah Kaler dan Gulingan Tengah Kelod melakukan paruman dan menginginkan sekali bahwa karena itu keputusan dari desa, supaya ditindaklanjuti.

 

“Jelas itu dari banjar supaya dia dikeluarkan (dari desa, Red). Karena dia tetap dengan prinsip kemauan mereka tidak mau divaksin,” papar Gangga.

 

Sebelumnya, Fery didampingi pengacara dari LBH Bali melapor ke Polres Badung Selasa (27/7) lantaran diancam pengusiran dari desa. Ini lantaran dia tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19.

 

Fery mempermasalahkan surat Perbekel (kepala desa) Desa Gulingan yang mewajibkan warga pendatang yang tinggal di Desa Gulingan sudah divaksin dengan bukti sertifikat vaksinasi. Bila tidak vaksinasi, maka dikeluarkan dari desa.

Baca Juga:  Karma, Guide Nyambi Narkoba Terancam Seumur Hidup

 

“Penduduk pendatang yang sudah tinggal di Desa Gulingan harus sudah mengikuti vaksinasi Covid-19, dengan menunjukkan sertifikat vaksinasi, kalau tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin maka dikeluarkan dari Desa Gulingan,” demikian bunyi poin dua dari surat Perbekel Gulingan Nomor 470/1435/Pem perihal Penegasan Penduduk yang diterbitkan tanggal 15 Juli 2021.

Fery saat melapor ke Polres Badung menyatakan siap diberikan sanksi sesuai Perpres 14 tahun 2021 tentang vaksinasi. Termasuk dia siap diberikan denda sesuai Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo tersebut. Namun, dia menolak bila dikeluarkan dari rumah atau desa karena sertifikat vaksin itu yang menurutnya tidak sesuai aturan. 

“Saya mau divaksin. Tidak ada bahwa hiperbola (melebih-lebihkan) yang digunakan dalil untuk merusak opini laporan ini. Saya mau divaksin,” kara Fery usai melapor perkara dugaan pengusiran ke Polres Badung, Selasa (27/7).

BADUNG – Kasus dugaan pengusiran warga bernama Fery Wahyudi Satrio Wibowo di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, ditanggapi Bendesa Adat Gulingan Ida Bagus Gangga.

 

Ketika ditemui di Kantor Desa Adat Gulingan, Gus Gangga menjelaskan kronologi terkait permasalan tersebut. Dia mengatakan, awalnya, warga bernama Fery disuruh vaksinasi Covid-19. Namun, Fery mempertanyakan tentang keamanan vaksin tersebut.

 

“Karena dia itu disuruh vaksin, bahasanya mau gak negara bertanggung jawab tentang dirinya (bila terjadi apa-apa, Red),” jelas Gangga, Selasa (27/7).

 

Menurut Gangga, pihaknya pun menjelaskan kepada Fery bahwa dia tidak bisa.

 

“Kita kan tidak bisa, jangankan bertanggung jawab dengan orang lain. Orang negara berpikir seribu kali dengan situasi covid itu gak mungkin,” terangnya.

 

Karena tidak mau vaksin, kemudian Fery disuruh mencari keterangan dokter dengan alasan tidak mau divaksin. Namun, Fery tidak ma uke dokter dengan alasan tidak pernah ke dokter. Bahkan, Fery mengaku tidak pernah minum obat, tidak pernah suntik.

Baca Juga:  NGERI! Duel Sesama Pemuda Sumba Subuh-subuh, Satu Korban Tewas

 

“Maka dari itu, secara pribadi, secara baik-baik akhir dari apa yang didapatkan saya sebagai bendesa hadir didampingi baninkamtib, apa pun permasalahan kalau dia tidak mau divaksin dia siap menerima,” tuturnya.

 

Setelah kejadian itu, dua banjar, yakni Gulingan Tengah Kaler dan Gulingan Tengah Kelod melakukan paruman dan menginginkan sekali bahwa karena itu keputusan dari desa, supaya ditindaklanjuti.

 

“Jelas itu dari banjar supaya dia dikeluarkan (dari desa, Red). Karena dia tetap dengan prinsip kemauan mereka tidak mau divaksin,” papar Gangga.

 

Sebelumnya, Fery didampingi pengacara dari LBH Bali melapor ke Polres Badung Selasa (27/7) lantaran diancam pengusiran dari desa. Ini lantaran dia tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19.

 

Fery mempermasalahkan surat Perbekel (kepala desa) Desa Gulingan yang mewajibkan warga pendatang yang tinggal di Desa Gulingan sudah divaksin dengan bukti sertifikat vaksinasi. Bila tidak vaksinasi, maka dikeluarkan dari desa.

Baca Juga:  Gelapkan Puluhan Motor di 4 Kabupaten, Duo Emak-emak Dijerat Pasal...

 

“Penduduk pendatang yang sudah tinggal di Desa Gulingan harus sudah mengikuti vaksinasi Covid-19, dengan menunjukkan sertifikat vaksinasi, kalau tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin maka dikeluarkan dari Desa Gulingan,” demikian bunyi poin dua dari surat Perbekel Gulingan Nomor 470/1435/Pem perihal Penegasan Penduduk yang diterbitkan tanggal 15 Juli 2021.

Fery saat melapor ke Polres Badung menyatakan siap diberikan sanksi sesuai Perpres 14 tahun 2021 tentang vaksinasi. Termasuk dia siap diberikan denda sesuai Perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo tersebut. Namun, dia menolak bila dikeluarkan dari rumah atau desa karena sertifikat vaksin itu yang menurutnya tidak sesuai aturan. 

“Saya mau divaksin. Tidak ada bahwa hiperbola (melebih-lebihkan) yang digunakan dalil untuk merusak opini laporan ini. Saya mau divaksin,” kara Fery usai melapor perkara dugaan pengusiran ke Polres Badung, Selasa (27/7).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/