alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pernah Dibui Curi Motor, Kini Diadili karena Rampas Uang dan Tempe

SEMPAT mendekam di sel jeruji besi tak membuat I Kadek Arianta, 38, tobat.

Selepas keluar penjara, pria dengan status residivis malah makin bengis.

Ia tega membacok Saefudin, seorang pedagang tempe di Pasar Pandak, Tabanan.

Bahkan Arianta hanya melakukan penganiayaan, namun ia juga merampas uang dan tempe yang hendak dijual Saefudin ke Pasar. 

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

PERBUATAN Kadek Arianta membegal Korban Saefudin di Jalan Bypass Munggu, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada 15 Juni 2021 harus berujung ke kursi pesakitan.

Mantan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) ini kembali diadili gara-gara aksinya menganiaya serta merampas uang dan dagangan milik korban.

Saat menjalani sidang perdananya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ronifia Farihah dari Kejari Badung mendakwanya dengan Pasal 368 ayat (1) KUHP. Arianta pun terancam sembilan tahun penjara.

Baca Juga:  Hidup Glamor Selama Pelarian, Gemetar Setelah Diganjar Tiga Tahun

Pria yang tinggal Banjar Taman Sari, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, itu hanya bisa pasrah mendengar dakwaan JPU.

Dijelaskan JPU, terdakwa membegal korban Saefudin saat subuh di Jalan Bypass Munggu, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada 15 Juni 2021.

Terdakwa mengendarai sepeda motornya usai pesta miras.

Saat itu terdakwa disalip oleh saksi korban yang hendak berjualan tempe di Pasar Pandak Tabanan. 

Terdakwa yang merasa diserempet, lalu menyuruh saksi korban berhenti. 

“Terdakwa lalu marah dan mengancam akan membunuh korban,” beber JPU Bunga, Jumat (27/8) kemarin.

Diancam terdakwa, korban ketakutan dan langsung meminta maaf.

Namun maaf korban teryata malah dipakai terdakwa memeras. Terdakwa memaksa saksi menyerahkan uang. 

Karena saksi korban diam, terdakwa kemudian mengambil parang yang diselipkan di pinggangnya sambil memukul helm saksi korban.

Baca Juga:  Diteror Bungkusan Misterius Depan Sekolah, Warga Tabanan Ketakutan

Saksi korban tetap tidak mau memberikan uang.

“Terdakwa mengayunkan parangnya. Saksi korban menangkisnya dengan tangan kiri. Sehingga, tiga jari tangan kiri saksi korban terluka terkena sabetan parang terdakwa,” imbuh JPU.

Akhirnya saksi korban memberikan terdakwa uang Rp 100 ribu. Sayangnya, terdakwa masih merasa tidak puas. Terdakwa kembali meminta tempe yang akan dijual saksi korban. 

Awalnya saksi korban memberikan dua bungkus tempe. Tapi, terdakwa marah dan meminta tambahan tempe sambil memukul kepala saksi korban dengan parang. 

Dengan penuh ketakutan saksi korban akhirnya terpaksa memberikannya 20 bungkus tempe kepada terdakwa.

Terdakwa kemudian pergi. Korban yang mengalami sejumlah luka langsung melapor ke polisi. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembuktian. 


SEMPAT mendekam di sel jeruji besi tak membuat I Kadek Arianta, 38, tobat.

Selepas keluar penjara, pria dengan status residivis malah makin bengis.

Ia tega membacok Saefudin, seorang pedagang tempe di Pasar Pandak, Tabanan.

Bahkan Arianta hanya melakukan penganiayaan, namun ia juga merampas uang dan tempe yang hendak dijual Saefudin ke Pasar. 

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

PERBUATAN Kadek Arianta membegal Korban Saefudin di Jalan Bypass Munggu, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada 15 Juni 2021 harus berujung ke kursi pesakitan.

Mantan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) ini kembali diadili gara-gara aksinya menganiaya serta merampas uang dan dagangan milik korban.

Saat menjalani sidang perdananya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ronifia Farihah dari Kejari Badung mendakwanya dengan Pasal 368 ayat (1) KUHP. Arianta pun terancam sembilan tahun penjara.

Baca Juga:  Terlibat Narkoba Jaringan Malaysia, Tukang Kebun Terancam Hukuman Mati

Pria yang tinggal Banjar Taman Sari, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, itu hanya bisa pasrah mendengar dakwaan JPU.

Dijelaskan JPU, terdakwa membegal korban Saefudin saat subuh di Jalan Bypass Munggu, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada 15 Juni 2021.

Terdakwa mengendarai sepeda motornya usai pesta miras.

Saat itu terdakwa disalip oleh saksi korban yang hendak berjualan tempe di Pasar Pandak Tabanan. 

Terdakwa yang merasa diserempet, lalu menyuruh saksi korban berhenti. 

“Terdakwa lalu marah dan mengancam akan membunuh korban,” beber JPU Bunga, Jumat (27/8) kemarin.

Diancam terdakwa, korban ketakutan dan langsung meminta maaf.

Namun maaf korban teryata malah dipakai terdakwa memeras. Terdakwa memaksa saksi menyerahkan uang. 

Karena saksi korban diam, terdakwa kemudian mengambil parang yang diselipkan di pinggangnya sambil memukul helm saksi korban.

Baca Juga:  Terbukti Selundupkan 495 Gram Sabu, Buruh Asal Aceh Diganjar 15 Tahun

Saksi korban tetap tidak mau memberikan uang.

“Terdakwa mengayunkan parangnya. Saksi korban menangkisnya dengan tangan kiri. Sehingga, tiga jari tangan kiri saksi korban terluka terkena sabetan parang terdakwa,” imbuh JPU.

Akhirnya saksi korban memberikan terdakwa uang Rp 100 ribu. Sayangnya, terdakwa masih merasa tidak puas. Terdakwa kembali meminta tempe yang akan dijual saksi korban. 

Awalnya saksi korban memberikan dua bungkus tempe. Tapi, terdakwa marah dan meminta tambahan tempe sambil memukul kepala saksi korban dengan parang. 

Dengan penuh ketakutan saksi korban akhirnya terpaksa memberikannya 20 bungkus tempe kepada terdakwa.

Terdakwa kemudian pergi. Korban yang mengalami sejumlah luka langsung melapor ke polisi. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembuktian. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/