alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Wabup Ngaku Lapor Koster, Minta Insiden Bentrok Sidatapa Tak Terulang

SINGARAJA-Insiden ricuh yang berujung bentrok akibat salah paham saat pelaksanaan swab massal acak di Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng tak hanya mendapat perhatian dari Mabes TNI AD dan Pangdam IX/Udayana.

Namun atas insiden ini juga menjadi perhatian khusus  bagi pemerintah daerah (Pemkab Buleleng). Bahkan, atas insiden yang menyebabkan kerusakan dan korban luka dari pihak aparat dan warga sipil, ini Wakil Bupati  Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengaku langsung melaporkan kasus ini ke Gubernur Bali Wayan Korter.

Saat dikonfirmasi, Sutjidra menyatakan jika atas insiden itu, pihaknya sudah melapor pada Gubernur Bali Wayan Koster.

Bahkan usai berkoordinasi dengan gubernur, selaku pimpinan pemerintah daerah, pihaknya juga mengaku sedang berupaya agar peristiwa serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Jelang Terbit Rekomendasi, Puspayoga – Koster Saling Berebut Pengaruh

“Kami berharap kasus ini bisa selesai dengan baik. Tidak berlanjut lagi. Kami juga sedang berkomunikasi dan berupaya agar situasi dan kondisi tetap kondusif,” ujar Sutjidra.

Seperti diberitakan sebelumnya, TNI dan warga Desa Sidatapa sempat terlibat bentrok

Versi TNI, keributan bermula saat tim Satgas Covid-19 Buleleng melakukan swab massal. Singkat cerita, saat pelaksanaan swab massal secara acak, sempat terjadi selisih paham antara warga dengan personel TNI.

Belakangan kondisi memanas setelah salah seorang pemuda warga setempat memukul Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto.

Aksi pemukulan itu kemudian memicu reaksi para prajurit Kodim 1609/Buleleng.

Tak terima komandannya dipukul, para personel TNI ini kemudian mengejar warga sipil yang diduga melakukan pemukulan terhadap Dandim Buleleng.

Baca Juga:  Alamak, Oknum Polisi Pemeras Turis Jepang Belum Di-Nonjob-kan

Sementara versi warga, aksi ricuh yang berujung bentrok antara aparat dengan warga berawal dari swab massal di pelataran Pura Desa Sidatapa.

Warga beranggapan dan menilai, pelaksanaan swab massal secara acak itu terkesan dipaksakan.

Hal ini terungkap ketika dua orang pemuda setempat hendak pulang dari kebun.

Saat pulang, dua pemuda ini diberhentikan petugas dan mengaku dipaksa mengikuti swab.

Namun karena takut, kedua pemuda itu memilih kabur.

Nah saat hendak berusaha kabur, terjadilah aksi saling Tarik antara aparat dan warga, hingga sempat terjadi insiden.

Kemudian muncul paman dari kedua pemuda itu berusaha melerai. Peristiwa itu memicu emosi prajurit TNI, hingga terjadi aksi pemukulan. 


SINGARAJA-Insiden ricuh yang berujung bentrok akibat salah paham saat pelaksanaan swab massal acak di Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng tak hanya mendapat perhatian dari Mabes TNI AD dan Pangdam IX/Udayana.

Namun atas insiden ini juga menjadi perhatian khusus  bagi pemerintah daerah (Pemkab Buleleng). Bahkan, atas insiden yang menyebabkan kerusakan dan korban luka dari pihak aparat dan warga sipil, ini Wakil Bupati  Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG mengaku langsung melaporkan kasus ini ke Gubernur Bali Wayan Korter.

Saat dikonfirmasi, Sutjidra menyatakan jika atas insiden itu, pihaknya sudah melapor pada Gubernur Bali Wayan Koster.

Bahkan usai berkoordinasi dengan gubernur, selaku pimpinan pemerintah daerah, pihaknya juga mengaku sedang berupaya agar peristiwa serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Polisi Kejar Pelaku Begal Payudara, Imbau Warga Jangan Pergi Sendiri

“Kami berharap kasus ini bisa selesai dengan baik. Tidak berlanjut lagi. Kami juga sedang berkomunikasi dan berupaya agar situasi dan kondisi tetap kondusif,” ujar Sutjidra.

Seperti diberitakan sebelumnya, TNI dan warga Desa Sidatapa sempat terlibat bentrok

Versi TNI, keributan bermula saat tim Satgas Covid-19 Buleleng melakukan swab massal. Singkat cerita, saat pelaksanaan swab massal secara acak, sempat terjadi selisih paham antara warga dengan personel TNI.

Belakangan kondisi memanas setelah salah seorang pemuda warga setempat memukul Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto.

Aksi pemukulan itu kemudian memicu reaksi para prajurit Kodim 1609/Buleleng.

Tak terima komandannya dipukul, para personel TNI ini kemudian mengejar warga sipil yang diduga melakukan pemukulan terhadap Dandim Buleleng.

Baca Juga:  Ajakan Minum Arak Campur Kopi, Mahasiswa Tuding Koster Tak Bijak

Sementara versi warga, aksi ricuh yang berujung bentrok antara aparat dengan warga berawal dari swab massal di pelataran Pura Desa Sidatapa.

Warga beranggapan dan menilai, pelaksanaan swab massal secara acak itu terkesan dipaksakan.

Hal ini terungkap ketika dua orang pemuda setempat hendak pulang dari kebun.

Saat pulang, dua pemuda ini diberhentikan petugas dan mengaku dipaksa mengikuti swab.

Namun karena takut, kedua pemuda itu memilih kabur.

Nah saat hendak berusaha kabur, terjadilah aksi saling Tarik antara aparat dan warga, hingga sempat terjadi insiden.

Kemudian muncul paman dari kedua pemuda itu berusaha melerai. Peristiwa itu memicu emosi prajurit TNI, hingga terjadi aksi pemukulan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/