alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pelajar 14 Tahun Asal Kintamani Bangli Ditemukan Tewas Mengenaskan

BANGLI – Jalan pintas diambil seorang remaja tanggung berusia 14 tahun asal Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, setelah ada masalah di keluarga.

Remaja berstatus pelajar itu ditemukan tewas gantung diri di pohon alpukat di tegalan milik orang tuanya di Desa Belandingan, Minggu sore kemarin (27/9).

Usai ditemukan, jasad remaja malang tersebut langsung dievakuasi ke rumah duka. Menurut informasi, korban berinisial ND itu diketahui bunuh diri oleh keluarga.

Awalnya, kakak korban memotong rumput di tegalan. Pada saat memotong rumput, kakak korban mendadak melihat korban tergantung di dahan pohon alpukat.

Kemudian sang kakak memanggil ibu korban. Selanjutnya, korban diturunkan dan ikatan tali plastik yang menjerat lehernya dilepas.

Baca Juga:  Jenderal Petrus Minta 3 Ormas Dibekukan, Netizen Bali Berkicau Keras

Kasus bunuh diri remaja itu langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menyatakan, polisi langsung terjun ke TKP pasca menerima laporan.

“Setiba di TKP, kami langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi,” jelas AKP Sulhadi. Polisi yang tiba di rumah duka bersama dokter dari Puskesmas Kintamani IV mengecek jasad korban.

“Dengan keterangan bahwa korban meninggal akibat kurangnya peredaran darah ke otak akibat fiksasi karena kuatnya jeratan  pada leher,” jelasnya.

Selain itu, terdapat luka bekas jeratan pada leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Motif, diduga korban depresi karena permasalahan keluarga,” pungkasnya. 



BANGLI – Jalan pintas diambil seorang remaja tanggung berusia 14 tahun asal Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, setelah ada masalah di keluarga.

Remaja berstatus pelajar itu ditemukan tewas gantung diri di pohon alpukat di tegalan milik orang tuanya di Desa Belandingan, Minggu sore kemarin (27/9).

Usai ditemukan, jasad remaja malang tersebut langsung dievakuasi ke rumah duka. Menurut informasi, korban berinisial ND itu diketahui bunuh diri oleh keluarga.

Awalnya, kakak korban memotong rumput di tegalan. Pada saat memotong rumput, kakak korban mendadak melihat korban tergantung di dahan pohon alpukat.

Kemudian sang kakak memanggil ibu korban. Selanjutnya, korban diturunkan dan ikatan tali plastik yang menjerat lehernya dilepas.

Baca Juga:  TRAGIS! Stres Berat, Minum Air Aki, Petani Jembrana Tewas Mengenaskan

Kasus bunuh diri remaja itu langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menyatakan, polisi langsung terjun ke TKP pasca menerima laporan.

“Setiba di TKP, kami langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi,” jelas AKP Sulhadi. Polisi yang tiba di rumah duka bersama dokter dari Puskesmas Kintamani IV mengecek jasad korban.

“Dengan keterangan bahwa korban meninggal akibat kurangnya peredaran darah ke otak akibat fiksasi karena kuatnya jeratan  pada leher,” jelasnya.

Selain itu, terdapat luka bekas jeratan pada leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Motif, diduga korban depresi karena permasalahan keluarga,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/