alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Eksepsi Ditolak, Tapi Dukungan dan Doa Terus Mengalir dari Kerabat

SIDANG perkara dugaan memberikan keterangan palsu dalam akta autentik dengan Terdakwa Zainal Tayeb, 65, Selasa (28/9) kembali digelar.

Mengagendakan pembacaan amar putusan sela. Lalu apa hasil putusan majelis hakim terhadap kasus yang menjerat mantan promotor profesional yang juga salah satu pengusaha sukses kelahiran Mamasa, Sulawesi Barat ini?

 

DIDIK D.PRAPTONO, Denpasar

 

HARAPAN keluarga dan tim kuasa hukum agar Majelis Hakim mengabulkan permohonan penangguhan terhadap Terdakwa Zainal Tayeb kandas. 

Kandasnya harapan keluarga, ini setelah permohonan pengalihan/penanggugan penahanan yang diajukan oleh tim kuasa hukum terdakwa, Mila Tayeb Sedana dkk ditolak.

“Permohonan pengalihan penahanan sudah ditolak saat sidang pembacaan dakwaan,” ujar Jaksa Imam Ramdhoni.

Sedangkan dalam sidang pembacaan amar putusan sela yang digelar sekitar 30 menit, majelis hakim pimpinan I Wayan Yasa menyatakan menolak eksepsi atau nota keberatan terdakwa atas dakwaan JPU tidak dapat diterima seluruhnya.

Sebaliknya majelis hakim menilai, dakwaan JPU sudah tepat dan telah memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana Pasal 143 KUHAP, serta dapat dijadikan dasar untuk memeriksa perkara terdakwa.

Baca Juga:  Unggah Video Hina Anggota Propam di FB, Ngaku Punya Keluarga Polisi

Selain itu, terkait eksepsi tim kuasa hukum terdakwa yang mengatakan bahwa perkara yang menjerat kliennya adalah perkara perdata, majelis berpendapat, eksepsi terdakwa tersebut sudah masuk pada pokok perkara yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi-saksi.

“Dengan ini menolak seluruh eksepsi yang diajukan penasehat hukum dan proses pembuktian atas perkara 841/Pid.B/2021/PN Dps dilanjutkan,”terang Ketua Majelis Hakim Wayan Yasa saat membacakan amar putusan sela.

Selanjutnya, usai membacakan amar putusan sela, majelis hakim langsung memerintahkan persidangan untuk dilanjutkan ke proses pembuktian dengan menghadirkan saksi korban, yakni Hedar Giacomo Boy Syam dalam sidang berikutnya, pada Kamis (30/9) mendatang. 

 “Kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menghadirkan saksi korban dalam sidang lanjutan pada Kamis mendatang,” kata Hakim Yasa.

Namun atas perintah majelis hakim, JPU mengajukan agar sidang pemeriksaan saksi dapat ditunda. Hal ini karena kata JPU, sesuai surat yang dikirimkan kuasa hukum kepada JPU, saksi tengah berada di luar negeri.

“Mohon kepada majelis hakim dapat menunda sidang menjadi Selasa-Kamis (5-7 Oktober 2021), karena saat ini saksi korban masih berada di luar negeri untuk mengantarkan ibunya yang tengah sakit untuk berobat,” ungkap JPU Imam Ramdhoni.

Baca Juga:  Curi HP dan Dollar Tetangga, Basir Digelandang ke Polsek Pupuan

Mendengar permohonan JPU, Majelis hakim secara tegas tidak menerima alasan kuasa hukum yang disampaikan melalui JPU.

Majelis hakim berpendapat, sidang yang digelar secara online bisa menghadirkan saksi di mana saja.

“Persidangan berlangsung secara online, jadi bisa di mana saja. Tidak ada alasan apapun dan selama saksi masih bernapas tolong dapat dihadirkan,” ucap majelis hakim tegas.

Sementara itu, meski sidang digelar secara daring (dalam jaringan) atau online, dukungan dan simpati terus datang dan mengalir untuk Terdakwa Zainal Tayeb.

Setelah sebelumnya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) membezuk Zainal Tayeb di Mako Polres Badung, siang tadi giliran dukungan atau support datang dari kerabat Zainal di Pengadilan Negeri Denpasar.

Mereka berharap dan berdoa, di tengah perkara yang membelitnya, Zainal Tayeb bisa melalui cobaan dengan tabah dan sabar serta kuat. (dibantu maulana sandijaya*)


SIDANG perkara dugaan memberikan keterangan palsu dalam akta autentik dengan Terdakwa Zainal Tayeb, 65, Selasa (28/9) kembali digelar.

Mengagendakan pembacaan amar putusan sela. Lalu apa hasil putusan majelis hakim terhadap kasus yang menjerat mantan promotor profesional yang juga salah satu pengusaha sukses kelahiran Mamasa, Sulawesi Barat ini?

 

DIDIK D.PRAPTONO, Denpasar

 

HARAPAN keluarga dan tim kuasa hukum agar Majelis Hakim mengabulkan permohonan penangguhan terhadap Terdakwa Zainal Tayeb kandas. 

Kandasnya harapan keluarga, ini setelah permohonan pengalihan/penanggugan penahanan yang diajukan oleh tim kuasa hukum terdakwa, Mila Tayeb Sedana dkk ditolak.

“Permohonan pengalihan penahanan sudah ditolak saat sidang pembacaan dakwaan,” ujar Jaksa Imam Ramdhoni.

Sedangkan dalam sidang pembacaan amar putusan sela yang digelar sekitar 30 menit, majelis hakim pimpinan I Wayan Yasa menyatakan menolak eksepsi atau nota keberatan terdakwa atas dakwaan JPU tidak dapat diterima seluruhnya.

Sebaliknya majelis hakim menilai, dakwaan JPU sudah tepat dan telah memenuhi syarat formil dan materil sebagaimana Pasal 143 KUHAP, serta dapat dijadikan dasar untuk memeriksa perkara terdakwa.

Baca Juga:  Sempat Hilang, WN Argentina Ditemukan Tewas Mengambang di Air Terjun

Selain itu, terkait eksepsi tim kuasa hukum terdakwa yang mengatakan bahwa perkara yang menjerat kliennya adalah perkara perdata, majelis berpendapat, eksepsi terdakwa tersebut sudah masuk pada pokok perkara yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi-saksi.

“Dengan ini menolak seluruh eksepsi yang diajukan penasehat hukum dan proses pembuktian atas perkara 841/Pid.B/2021/PN Dps dilanjutkan,”terang Ketua Majelis Hakim Wayan Yasa saat membacakan amar putusan sela.

Selanjutnya, usai membacakan amar putusan sela, majelis hakim langsung memerintahkan persidangan untuk dilanjutkan ke proses pembuktian dengan menghadirkan saksi korban, yakni Hedar Giacomo Boy Syam dalam sidang berikutnya, pada Kamis (30/9) mendatang. 

 “Kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menghadirkan saksi korban dalam sidang lanjutan pada Kamis mendatang,” kata Hakim Yasa.

Namun atas perintah majelis hakim, JPU mengajukan agar sidang pemeriksaan saksi dapat ditunda. Hal ini karena kata JPU, sesuai surat yang dikirimkan kuasa hukum kepada JPU, saksi tengah berada di luar negeri.

“Mohon kepada majelis hakim dapat menunda sidang menjadi Selasa-Kamis (5-7 Oktober 2021), karena saat ini saksi korban masih berada di luar negeri untuk mengantarkan ibunya yang tengah sakit untuk berobat,” ungkap JPU Imam Ramdhoni.

Baca Juga:  Unggah Video Hina Anggota Propam di FB, Ngaku Punya Keluarga Polisi

Mendengar permohonan JPU, Majelis hakim secara tegas tidak menerima alasan kuasa hukum yang disampaikan melalui JPU.

Majelis hakim berpendapat, sidang yang digelar secara online bisa menghadirkan saksi di mana saja.

“Persidangan berlangsung secara online, jadi bisa di mana saja. Tidak ada alasan apapun dan selama saksi masih bernapas tolong dapat dihadirkan,” ucap majelis hakim tegas.

Sementara itu, meski sidang digelar secara daring (dalam jaringan) atau online, dukungan dan simpati terus datang dan mengalir untuk Terdakwa Zainal Tayeb.

Setelah sebelumnya Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) membezuk Zainal Tayeb di Mako Polres Badung, siang tadi giliran dukungan atau support datang dari kerabat Zainal di Pengadilan Negeri Denpasar.

Mereka berharap dan berdoa, di tengah perkara yang membelitnya, Zainal Tayeb bisa melalui cobaan dengan tabah dan sabar serta kuat. (dibantu maulana sandijaya*)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/