alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

MIMIH! Gorok Leher, Pelajar SMK di Karangasem Tewas Bersimbah Darah

AMLAPURA – Kejadian tragis terjadi di Gumi Lahar Karangasem, Bali, Minggu (27/10) malam menjelang dini hari kemarin. 

Seorang pelajar kelas I SMK di Karangasem berinisial Nengah H, 15, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Banjar Papun, Desa Bungaya, Bebandem, Karangasem.

Korban tewas dengan kondisi leher mengeluarkan darah segar bekas terkena luka gorok. Luka sayatan di leher bagian kanan itu cukup lebar.

Sepanjang kurang lebih 10 cm. Namun, untuk memastikan masih menunggu visum tim medis RS Amlapura. Yang jelas, indikasi awal korban tewas bunuh diri.

Pasalnya, disamping jasad korban ditemukan sebilah golok dengan ceceran darah masih segar. Belum diketahui penyebab pasti kematian korban.

Baca Juga:  Pelajar SMK di Jembrana Hilang Terseret Arus Ditemukan Meninggal Dunia

“Kita masih dalami,” ujar Kapolsek Bebandem AKP Wayan Sukarita, Senin (28/10). Setelah olah TKP, jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Amlapura.

Keluarga memutuskan mengotopsi jenazah korban untuk mengetahui penyeban pasti kematian yang tidak wajar itu.



AMLAPURA – Kejadian tragis terjadi di Gumi Lahar Karangasem, Bali, Minggu (27/10) malam menjelang dini hari kemarin. 

Seorang pelajar kelas I SMK di Karangasem berinisial Nengah H, 15, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Banjar Papun, Desa Bungaya, Bebandem, Karangasem.

Korban tewas dengan kondisi leher mengeluarkan darah segar bekas terkena luka gorok. Luka sayatan di leher bagian kanan itu cukup lebar.

Sepanjang kurang lebih 10 cm. Namun, untuk memastikan masih menunggu visum tim medis RS Amlapura. Yang jelas, indikasi awal korban tewas bunuh diri.

Pasalnya, disamping jasad korban ditemukan sebilah golok dengan ceceran darah masih segar. Belum diketahui penyebab pasti kematian korban.

Baca Juga:  Heboh! Siswi SMP di Karangasem Diperkosa Teman Chatting

“Kita masih dalami,” ujar Kapolsek Bebandem AKP Wayan Sukarita, Senin (28/10). Setelah olah TKP, jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Amlapura.

Keluarga memutuskan mengotopsi jenazah korban untuk mengetahui penyeban pasti kematian yang tidak wajar itu.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/