alexametrics
26.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Ternyata Pacaran, Paksa Korban Wik wik Setelah Minta Temannya Keluar

AMLAPURA – Penyidik unit PPA Polres Karangasem resmi menetapkan pelaku pemerkosaan berinisial Kadek KY, 21 sebagai tersangka sejak Minggu kemarin.

Kadek KY dijadikan tersangka setelah keluarga korban pemerkosaan anak di bawah umur berinisial PS, 16, asal Karangasem melapor ke polisi.

“Pelaku kita jemput paksa di rumahnya dan kita langsung tahan per Minggu hari ini (kemarin),” ujar AKP Losa Lusiano Araujo di Mapolres Karangasem.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan karena kasusnya sudah memenuhi unsur. Pelaku sendiri sudah mengakui perbuatanya menyetubuhi gadis berbadan mungil itu.

Soal unsur terjadinya pemerkosaan, AKP Losa mengakui masih terus memperdalam.  Hanya saja dari hasil pemeriksaan kalau pelaku melakukan aksinya dengan bujuk rayu.

Belakangan juga terungkap kalau antara pelaku dan korban adalah pacaran alias sepasang kekasih. “Ya dia (pelaku) ternyata pacarana (dengan korban),” ujarnya.

Yang menarik, saat pelaku masuk kamar korban, di dalam kamar masih ada teman korban. Teman korban sendiri sudah diperiksa penyidik kepolisian untuk memperkuat unsur terjadinya pemerkosaan.

Oleh pelaku, teman korban diminta keluar kamar. Begitu teman korban keluar, pelaku membujuk korban agar mau diajak melakukan persetubuhan layaknya pasangan suami istri.

Korban sendiri sempat menolak, namun pelaku terus membujuknya dan dengan sedikit memaksa.

Seperti diberitakan, korban berinisial PS, 16, mengaku diperkosa Kadek KY, 21, teman chatting, Rabu sore (23/10) lalu.

Tragisnya lagi, kasus pemerkosaan yang dilakukan KY terhadap PS dilakukan di rumah kakek korban.

Mendengar  kejadian yang menimpa korban, ayah korban yang sedang bekerja di luar negeri meminta pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Karangasem, pada Jumat (25/10).

Korban didampingi oleh Organisasi Bantuan Hukum (OBH) Kelompok Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Bali Ni Nyoman Suparni SH.

“Ya kami yang dimintai bantuan untuk mendampingi korban dan juga bersama sama melaporkan kasus ini,” ujar Suparni di Polres Karangasem.

Menurut Suparni, sebelum peristiwa dugaan perkosaan terjadi, korban tidak tinggal bersama orang tuanya. Melainkan, korban tinggal di rumah kakeknya.

 



AMLAPURA – Penyidik unit PPA Polres Karangasem resmi menetapkan pelaku pemerkosaan berinisial Kadek KY, 21 sebagai tersangka sejak Minggu kemarin.

Kadek KY dijadikan tersangka setelah keluarga korban pemerkosaan anak di bawah umur berinisial PS, 16, asal Karangasem melapor ke polisi.

“Pelaku kita jemput paksa di rumahnya dan kita langsung tahan per Minggu hari ini (kemarin),” ujar AKP Losa Lusiano Araujo di Mapolres Karangasem.

Penahanan terhadap tersangka dilakukan karena kasusnya sudah memenuhi unsur. Pelaku sendiri sudah mengakui perbuatanya menyetubuhi gadis berbadan mungil itu.

Soal unsur terjadinya pemerkosaan, AKP Losa mengakui masih terus memperdalam.  Hanya saja dari hasil pemeriksaan kalau pelaku melakukan aksinya dengan bujuk rayu.

Belakangan juga terungkap kalau antara pelaku dan korban adalah pacaran alias sepasang kekasih. “Ya dia (pelaku) ternyata pacarana (dengan korban),” ujarnya.

Yang menarik, saat pelaku masuk kamar korban, di dalam kamar masih ada teman korban. Teman korban sendiri sudah diperiksa penyidik kepolisian untuk memperkuat unsur terjadinya pemerkosaan.

Oleh pelaku, teman korban diminta keluar kamar. Begitu teman korban keluar, pelaku membujuk korban agar mau diajak melakukan persetubuhan layaknya pasangan suami istri.

Korban sendiri sempat menolak, namun pelaku terus membujuknya dan dengan sedikit memaksa.

Seperti diberitakan, korban berinisial PS, 16, mengaku diperkosa Kadek KY, 21, teman chatting, Rabu sore (23/10) lalu.

Tragisnya lagi, kasus pemerkosaan yang dilakukan KY terhadap PS dilakukan di rumah kakek korban.

Mendengar  kejadian yang menimpa korban, ayah korban yang sedang bekerja di luar negeri meminta pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Karangasem, pada Jumat (25/10).

Korban didampingi oleh Organisasi Bantuan Hukum (OBH) Kelompok Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Bali Ni Nyoman Suparni SH.

“Ya kami yang dimintai bantuan untuk mendampingi korban dan juga bersama sama melaporkan kasus ini,” ujar Suparni di Polres Karangasem.

Menurut Suparni, sebelum peristiwa dugaan perkosaan terjadi, korban tidak tinggal bersama orang tuanya. Melainkan, korban tinggal di rumah kakeknya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/