alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

AWK: Buat Saya Ini Keterlaluan, Anarkis dan Langgar Undang-Undang

DENPASAR- Aksi demo di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Bali di Jalan Tjok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Rabu (28/10) berujung ricuh.

 

Kericuhan terjadi setelah sekelompok massa merangsek ke dalam pelataran atau halaman kantor DPD RI.

 

Tak hanya menduduki kantor DPD RI Perwakilan Bali, beberapa orang juga diduga sempat melakukan aksi penganiayaan terhadap Anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Arya Wedakarna alias AWK.

 

Insiden penganiayaan yang dialami AWK terjadi saat ia hendak mendatangi para demostran untuk berdialog

 

Terkait aksi demo atau protes yang berujung ricuh, Arya Wedakarna mengaku tidak tahu menahu apa masalahnya sehingga puluhan orang melakukan aksi protes di depan kantor DPD RI, Bali, jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Rabu (28/10). 

Baca Juga:  Warga Nusa Masih Dendam ke AWK, Tunda Turun ke Jalan, Ini Kata Sukla

 

“Saya tidak tau masalahnya. Karena kemarin tidak ada surat, perihalnya apa. Aspirasinya gak ngerti tentang apa niki (ini). Makanya kami buka pintu,” katanya kepada awak media usai aksi demo.

 

Bahkan saat memberikan keterangan pers, AWK sempat membandingkan perilaku beberapa ormas yang ingin berdiskusi dengannya sebelumnya.

 

Dimana kata AWK, banyak ormas mengirimkan surat pemberitahuan dan mengirimkan daftar pertanyaan ke AWK sebelum berdialog.

 

“Berbeda dengan ormas lain dia mengirimkan daftar pertanyaan ke saya. Saya pertanyakan rakyat yang mana. Kalau mereka mewakili rakyat Bali, rakyat yang mana dulu,” terang AWK dengan nada tanya.

 

AWK juga mengaku tidak tahu apa tuduhan para massa aksi yang ditujukan kepadanya.

Baca Juga:  Polisi Periksa Belasan Pegawai Diskes Denpasar dan RSUD Wangaya

 

“Saya gak ngerti, saya gak paham.  Apakah soal masalah viral video atau kerja saya. Saya nggak ngerti makanya saya undang ayo dialog. Kan enak disediakan snack ada ruang ber-AC.

 

Buat saya ini keterlaluan. Ini gak boleh terjadi. Kalau berani menyakiti DPD seperti ini bagaimana dengan anggota dewan lain nantinya. Ini sudah anarkis. Ini sudah melanggar Undang Undang,” tandas AWK.



DENPASAR- Aksi demo di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Bali di Jalan Tjok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Rabu (28/10) berujung ricuh.

 

Kericuhan terjadi setelah sekelompok massa merangsek ke dalam pelataran atau halaman kantor DPD RI.

 

Tak hanya menduduki kantor DPD RI Perwakilan Bali, beberapa orang juga diduga sempat melakukan aksi penganiayaan terhadap Anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Arya Wedakarna alias AWK.

 

Insiden penganiayaan yang dialami AWK terjadi saat ia hendak mendatangi para demostran untuk berdialog

 

Terkait aksi demo atau protes yang berujung ricuh, Arya Wedakarna mengaku tidak tahu menahu apa masalahnya sehingga puluhan orang melakukan aksi protes di depan kantor DPD RI, Bali, jalan Cok Agung Tresna, Denpasar, Rabu (28/10). 

Baca Juga:  2 Bulan Terima Upah Rp 7 Juta, Berbelit, Kurir Narkoba Dituntut Tinggi

 

“Saya tidak tau masalahnya. Karena kemarin tidak ada surat, perihalnya apa. Aspirasinya gak ngerti tentang apa niki (ini). Makanya kami buka pintu,” katanya kepada awak media usai aksi demo.

 

Bahkan saat memberikan keterangan pers, AWK sempat membandingkan perilaku beberapa ormas yang ingin berdiskusi dengannya sebelumnya.

 

Dimana kata AWK, banyak ormas mengirimkan surat pemberitahuan dan mengirimkan daftar pertanyaan ke AWK sebelum berdialog.

 

“Berbeda dengan ormas lain dia mengirimkan daftar pertanyaan ke saya. Saya pertanyakan rakyat yang mana. Kalau mereka mewakili rakyat Bali, rakyat yang mana dulu,” terang AWK dengan nada tanya.

 

AWK juga mengaku tidak tahu apa tuduhan para massa aksi yang ditujukan kepadanya.

Baca Juga:  Empat WN Bulgaria Bikin Ulah, Otaki Kasus Skimming di Ubud dan Sanur

 

“Saya gak ngerti, saya gak paham.  Apakah soal masalah viral video atau kerja saya. Saya nggak ngerti makanya saya undang ayo dialog. Kan enak disediakan snack ada ruang ber-AC.

 

Buat saya ini keterlaluan. Ini gak boleh terjadi. Kalau berani menyakiti DPD seperti ini bagaimana dengan anggota dewan lain nantinya. Ini sudah anarkis. Ini sudah melanggar Undang Undang,” tandas AWK.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/