alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Dekan FEB Unud Tak Tahu Dosennya Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Tabanan

DENPASAR – Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti ternyata masih meninggalkan jejak gelap sebagai pimpinan daerah. Ketika sudah lengser setahun lalu, yakni tahun 2020, dia kini sedang dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui penggeledahan sejumlah instansi di Pemkab Tabanan, Rabu (27/10).

Salah satunya yang kembali mencuat adalah kasus pemberian fee terkait Dana Insentif Daerah (DID) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 yang diajukan Kabupaten Tabanan.

 

Dalam kasus tersebut, melibatkan beberapa orang. Yang utama adalah Staf Khusus Bupati Tabanan Bidang Ekonomi dan Pembangunan I Dewa Nyoman Wiratmaja. 

Bahkan, Dewa Wiratmaja sempat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Yaya Purnomo, pejabat di Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan.

Dalam sidang itu, Dewa Wiratmaja mengaku diminta Yaya untuk memberikan “dana adat istiadat” alias komitmen fee 3 persen dari nilai DID yang didapat. Dalam dakwaan jaksa, Dewa Wiratmaja yang menyerahkan uang itu kepada Yaya sebesar Rp600 juta dan USD55.000, atau bila dirupiahkan seluruhnya setara Rp1,3 miliar. Dalam saat jadi saksi, Dewa Wiratmaja mengaku belum menyerahkan uang yang diminta Yaya.

 

Dari penyidikan dan fakta persidangan, diketahui bahwa Dewa Wiratmaja bisa menembus jalur Yaya Purnomo melalui Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Bahrullah Akbar. Bahrullah Akbar disebut sebagai dosen dari Yaya Purnomo.

 

Dewa Wiratmaja melakukan tindakan itu semua atas perintah Bupati Tabanan kala itu, yakni Ni Putu Eka Wiryastuti. Diketahui, Eka Wiryastuti yang memintanya untuk membuat pengajuan usulan anggaran DID tahun 2018 untuk Tabanan.

Akhirnya proposal usulan DID tahun 2018 diserahkan Dewa Wiratmaja lewat Yaya Purnomo sebesar Rp65 miliar. Namun akhirnya yang disetujui sebesar Rp51 miliar.  

 

Siapa Dewa Nyoman Wiratmaja ini? Dari penelusuran radarbali.id, ternyata Dewa Wiratmaja adalah seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana.

Tidak itu saja, Dewa Wiratmaja juga memiliki hubungan keluarga dengan mantan Bupati Tabanan, Nyoman Adi Wiryatama, ayah dari mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Mereka menjadi keluarga disebut terjadi karena ada hubungan perkawinan.

 

“Antara keluarga Pak Adi dan keluarga Dewa Wiratmaja ada perkawinan. Sehingga mereka memiliki hubungan keluarga,” ujar sumber pegawai di Pemkab Tabanan.

 

Sumber lain dari orang parpol menyebutkan, Dewa Wiratmaja merupakan keponakan-ipar dari Adi Wiryatama. Dikatakan, Dewa Wiratmaja memperistri anak dari kakak perempuan dari Adi Wiryatama.

“Ya, jadinya sepupu (ipar) dengan Eka Wiryastuti,” jelas sumber ini.  

Bahkan, sumber ini menyebutkan, sepak terjang Dewa Wiratmaja sudah terlihat sejak kepemimpinan Adi Wiryatama dengan menggarap proyek-proyek di Pemkab Tabanan. Itu dilanjutkan ketika Eka Wiryastuti menjadi bupati Tabanan. Bahkan, desas-desus di Pemkab Tabanan, Dewa Wiratmaja ini sudah seperti kaki tangan Eka Wiryastuti.

“Kalau sekarang zaman Bupati Sanjaya, Dewa (Wiratmaja) itu sudah gak dipakai lagi,” timpal sumber lain di Pemkab Tabanan.

Namun kasus ini ternyata tak pernah terdengar di lingkaran kampus. Hal tersebut diakui oleh Dekan FEB, Agoes Ganesha Rahyuda. Dia mengakui Dewa Wiratmaja adalah salah satu dosen di FEB Unud.

 

“Saya baru membaca berita ini untuk pertama kalinya,” ujar Agoes yang baru menjadi Dekan FEB Unud setahun ini, pada Kamis (28/10/2021).

 

Di lingkungan kampus pun, kata Agoes, Dewa Nyoman Wiratmaja tak pernah bercerita tentang kasus tersebut dengan sesama dosen di FEB.

 

“Jika di kampus, obrolan hangat seperti biasa dengan saya dan kolega lain juga biasa saja. Hanya sangat jarang (Dewa Nyoman Wiratmaja, Red) terlibat di kepanitiaan kegiatan kampus,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dewa Nyoman Wiratmaja beberapa kali coba dihubungi radarbali.id namun sayangnya belum dapat dihubungi. Nomor HP Dewa Wiratmaja yang didapat radarbali.id masih tidak aktif.



DENPASAR – Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti ternyata masih meninggalkan jejak gelap sebagai pimpinan daerah. Ketika sudah lengser setahun lalu, yakni tahun 2020, dia kini sedang dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui penggeledahan sejumlah instansi di Pemkab Tabanan, Rabu (27/10).

Salah satunya yang kembali mencuat adalah kasus pemberian fee terkait Dana Insentif Daerah (DID) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 yang diajukan Kabupaten Tabanan.

 

Dalam kasus tersebut, melibatkan beberapa orang. Yang utama adalah Staf Khusus Bupati Tabanan Bidang Ekonomi dan Pembangunan I Dewa Nyoman Wiratmaja. 

Bahkan, Dewa Wiratmaja sempat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Yaya Purnomo, pejabat di Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan.

Dalam sidang itu, Dewa Wiratmaja mengaku diminta Yaya untuk memberikan “dana adat istiadat” alias komitmen fee 3 persen dari nilai DID yang didapat. Dalam dakwaan jaksa, Dewa Wiratmaja yang menyerahkan uang itu kepada Yaya sebesar Rp600 juta dan USD55.000, atau bila dirupiahkan seluruhnya setara Rp1,3 miliar. Dalam saat jadi saksi, Dewa Wiratmaja mengaku belum menyerahkan uang yang diminta Yaya.

 

Dari penyidikan dan fakta persidangan, diketahui bahwa Dewa Wiratmaja bisa menembus jalur Yaya Purnomo melalui Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Bahrullah Akbar. Bahrullah Akbar disebut sebagai dosen dari Yaya Purnomo.

 

Dewa Wiratmaja melakukan tindakan itu semua atas perintah Bupati Tabanan kala itu, yakni Ni Putu Eka Wiryastuti. Diketahui, Eka Wiryastuti yang memintanya untuk membuat pengajuan usulan anggaran DID tahun 2018 untuk Tabanan.

Akhirnya proposal usulan DID tahun 2018 diserahkan Dewa Wiratmaja lewat Yaya Purnomo sebesar Rp65 miliar. Namun akhirnya yang disetujui sebesar Rp51 miliar.  

 

Siapa Dewa Nyoman Wiratmaja ini? Dari penelusuran radarbali.id, ternyata Dewa Wiratmaja adalah seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana.

Tidak itu saja, Dewa Wiratmaja juga memiliki hubungan keluarga dengan mantan Bupati Tabanan, Nyoman Adi Wiryatama, ayah dari mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Mereka menjadi keluarga disebut terjadi karena ada hubungan perkawinan.

 

“Antara keluarga Pak Adi dan keluarga Dewa Wiratmaja ada perkawinan. Sehingga mereka memiliki hubungan keluarga,” ujar sumber pegawai di Pemkab Tabanan.

 

Sumber lain dari orang parpol menyebutkan, Dewa Wiratmaja merupakan keponakan-ipar dari Adi Wiryatama. Dikatakan, Dewa Wiratmaja memperistri anak dari kakak perempuan dari Adi Wiryatama.

“Ya, jadinya sepupu (ipar) dengan Eka Wiryastuti,” jelas sumber ini.  

Bahkan, sumber ini menyebutkan, sepak terjang Dewa Wiratmaja sudah terlihat sejak kepemimpinan Adi Wiryatama dengan menggarap proyek-proyek di Pemkab Tabanan. Itu dilanjutkan ketika Eka Wiryastuti menjadi bupati Tabanan. Bahkan, desas-desus di Pemkab Tabanan, Dewa Wiratmaja ini sudah seperti kaki tangan Eka Wiryastuti.

“Kalau sekarang zaman Bupati Sanjaya, Dewa (Wiratmaja) itu sudah gak dipakai lagi,” timpal sumber lain di Pemkab Tabanan.

Namun kasus ini ternyata tak pernah terdengar di lingkaran kampus. Hal tersebut diakui oleh Dekan FEB, Agoes Ganesha Rahyuda. Dia mengakui Dewa Wiratmaja adalah salah satu dosen di FEB Unud.

 

“Saya baru membaca berita ini untuk pertama kalinya,” ujar Agoes yang baru menjadi Dekan FEB Unud setahun ini, pada Kamis (28/10/2021).

 

Di lingkungan kampus pun, kata Agoes, Dewa Nyoman Wiratmaja tak pernah bercerita tentang kasus tersebut dengan sesama dosen di FEB.

 

“Jika di kampus, obrolan hangat seperti biasa dengan saya dan kolega lain juga biasa saja. Hanya sangat jarang (Dewa Nyoman Wiratmaja, Red) terlibat di kepanitiaan kegiatan kampus,” ujarnya.

 

Sementara itu, Dewa Nyoman Wiratmaja beberapa kali coba dihubungi radarbali.id namun sayangnya belum dapat dihubungi. Nomor HP Dewa Wiratmaja yang didapat radarbali.id masih tidak aktif.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/