alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Diseret Hingga Dicekik, Begini Aksi Sadis Perampok WNA Jepang…

DENPASAR – Kronologi perampokan dan penganiayaan yang dilakukan buruh proyek Fahruddin, 38, terhadap WNA Jepang, Mika Hasegawa, 40, terbilang cukup keji.

Berdasar pemeriksaan sementara, saat itu, Senin (25/11) sekitar pukul 08.00 pagi, korban baru saja pulang mengantar anaknya ke sekolah. 

Setelah sampai depan pintu kamar, usai membuka pintu, tiba-tiba pelaku asal Ngawi Jawa Timur itu langsung mencekek korban dari belakang.

Dia kemudian menyeret korban ke dalam kamar. Namun, korban berusaha melawan dan meronta-ronta namun fisik pelaku lebih kuat. 

“Setelah pelaku menyeret korban ke dalam kamar, pelaku kemudian mengunci pintu dari dalam. Saat pelaku mengunci pintu itulah korban memanfaatkan moment itu untuk

Baca Juga:  Begini Kronologis Perampasan Mobil Taksi ang Perlu Anda Tahu

melompat dari kamar lantai dua itu melalui jendela,” terang Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika di Polresta Denpasar, Kamis (28/11) siang.

Korban melompat dari ketinggian sekitar 10 meter ke tanah. Akibatnya tulang lehernya mengalami retak.

Saat mengetahui korban melompat dari lantai dua, pelaku dengan santainya mengambil sejumlah barang berharga dari kamar korban.

Mulai dari dompet berisikan sejumlah uang tunai, hingga HP. Setelah itu, pelaku pulang ke kosannya di Denpasar Selatan.

Dia lalu kabur ke Terminal Mengwi, lalu nyeberang ke Banyuwangi di hari yang sama. Tim Polresta Denpasar dan Resmob Polda Bali melakukan pengejaran hingga ke Banyuwangi.

“Sampai di sana pelaku ternyata sudah terbang ke Bandara Soekarno Hatta menuju Medan. Sehingga setelah berkoordinasi dengan Mabes Polri, pelaku ditangkap di sana,” tandasnya. 

Baca Juga:  TRAGIS! Tabrak Tembok SMP Dirgayusa, Warga Atambua Tewas di RS Unud


DENPASAR – Kronologi perampokan dan penganiayaan yang dilakukan buruh proyek Fahruddin, 38, terhadap WNA Jepang, Mika Hasegawa, 40, terbilang cukup keji.

Berdasar pemeriksaan sementara, saat itu, Senin (25/11) sekitar pukul 08.00 pagi, korban baru saja pulang mengantar anaknya ke sekolah. 

Setelah sampai depan pintu kamar, usai membuka pintu, tiba-tiba pelaku asal Ngawi Jawa Timur itu langsung mencekek korban dari belakang.

Dia kemudian menyeret korban ke dalam kamar. Namun, korban berusaha melawan dan meronta-ronta namun fisik pelaku lebih kuat. 

“Setelah pelaku menyeret korban ke dalam kamar, pelaku kemudian mengunci pintu dari dalam. Saat pelaku mengunci pintu itulah korban memanfaatkan moment itu untuk

Baca Juga:  Ternyata Residivis, Pembunuh Warga Sumba Dua Kali Ditahan di Kerobokan

melompat dari kamar lantai dua itu melalui jendela,” terang Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika di Polresta Denpasar, Kamis (28/11) siang.

Korban melompat dari ketinggian sekitar 10 meter ke tanah. Akibatnya tulang lehernya mengalami retak.

Saat mengetahui korban melompat dari lantai dua, pelaku dengan santainya mengambil sejumlah barang berharga dari kamar korban.

Mulai dari dompet berisikan sejumlah uang tunai, hingga HP. Setelah itu, pelaku pulang ke kosannya di Denpasar Selatan.

Dia lalu kabur ke Terminal Mengwi, lalu nyeberang ke Banyuwangi di hari yang sama. Tim Polresta Denpasar dan Resmob Polda Bali melakukan pengejaran hingga ke Banyuwangi.

“Sampai di sana pelaku ternyata sudah terbang ke Bandara Soekarno Hatta menuju Medan. Sehingga setelah berkoordinasi dengan Mabes Polri, pelaku ditangkap di sana,” tandasnya. 

Baca Juga:  Diganjar 10 Tahun Karena Sabu 19 Gram, Jaringan Lapas Porong Pasrah

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/